Progres Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih di Kabupaten Belu dan Malaka
Pembangunan sarana Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Belu dan Malaka terus berjalan dengan progres yang bervariasi. Dari total 181 titik yang dikerjakan, sebanyak 22 titik telah mencapai progres 100 persen. Sementara itu, titik lainnya masih dalam proses pengerjaan dengan tingkat progres berkisar antara 30 hingga 80 persen.
Komandan Kodim (Dandim) 1605/Belu, Letkol Arh. Ariestyo Ardyanto, S.I.P., M.H.I., menjelaskan bahwa seluruh titik pembangunan saat ini masih berjalan, meskipun progresnya berbeda-beda. Ia mengatakan bahwa progres yang berbeda disebabkan oleh kondisi medan di masing-masing lokasi.
“Per hari ini, yang sudah 100 persen itu ada 22 titik. Kemudian minggu ini diharapkan bisa menambah sekitar tiga sampai empat titik. Total pengerjaan ada 181 titik, kemudian sisanya tersebar dengan progres sekitar 30 sampai 80 persen,” ujar Ariestyo saat diwawancarai Infomalangraya.com, Senin (24/8/2026).
Menurutnya, faktor geografis menjadi salah satu tantangan dalam mempercepat pekerjaan. “Kalau 181 titik semuanya sedang berproses. Memang keberagaman progres itu karena kita terkendala kondisi geografis, terutama medan. Pengaruh medan itu juga yang membuat progres di setiap titik berbeda,” jelasnya.
Meski demikian, pihaknya terus mendorong agar pembangunan dapat diselesaikan secepat mungkin. “Harapannya tentu harus tetap berlanjut. Kita berusaha menyelesaikan dalam waktu yang secepat-cepatnya sesuai dengan kondisi geografis yang ada. Untuk 181 titik yang sudah tergelar, kita maksimalkan agar semuanya harus selesai,” tegas Ariestyo.
Selain pembangunan fisik, dukungan sarana dan prasarana untuk menunjang operasional koperasi mulai diterima. Namun, dukungan tersebut belum seluruhnya tersedia. “Kita juga sudah mendapatkan dukungan sarana dan prasarana, walaupun belum semuanya. Salah satunya dukungan berupa kaus untuk pegawai koperasi. Sementara untuk dukungan lainnya masih dalam proses,” katanya.
Menurut Ariestyo, sejumlah fasilitas tambahan diharapkan segera diterima secara bertahap. “Kemungkinan dalam waktu dekat kita akan mendapatkan dukungan tambahan, termasuk untuk AC dan kebutuhan lainnya. Dukungan itu memang dilakukan secara bertahap,” ujarnya.
Permasalahan Lahan di Wilayah Perkotaan
Untuk pembangunan di wilayah perkotaan, keterbatasan lahan menjadi salah satu perhatian. Karena itu, pihaknya masih melakukan pencarian sekaligus memastikan lahan yang tersedia benar-benar dapat digunakan. “Untuk pencarian lahan memang kita sedang berproses. Kita ingin memastikan bahwa lahan tersebut setelah masuk portal bisa kita kerjakan dengan baik. Kita juga tidak menginginkan setelah pekerjaan dimulai ternyata masih ada kendala dengan lahannya,” ungkap Ariestyo.
Ia mengatakan, untuk sementara pembangunan masih dimaksimalkan pada lahan yang telah tersedia. “Sementara ini kita belum menambah lahan, jadi 181 titik yang sudah tersedia itu kita kerjakan secara maksimal. Untuk penambahan lahan memang sudah diminta dari Agrinas, tetapi kita juga masih berproses untuk memastikan lahan yang diminta itu benar-benar bisa dikerjakan dengan baik,” jelasnya.
Letkol Ariestyo menambahkan, Agrinas juga tengah menyiapkan desain rinci atau Detail Engineering Design (DED) baru untuk mengatasi keterbatasan lahan, terutama di kawasan perkotaan. “Sejauh ini Agrinas juga sedang berusaha mendesain DED yang baru. Kalau sebelumnya DED membutuhkan tanah kurang lebih 1.000 meter persegi, dengan sekitar 600 meter persegi untuk bangunan inti dan 400 meter persegi untuk tambahan, seperti tempat parkir,” katanya.
Menurut dia, desain baru tersebut nantinya akan membutuhkan lahan yang lebih kecil sehingga dapat diterapkan pada lokasi yang tidak memiliki lahan hingga 1.000 meter persegi. “DED baru ini konsepnya dengan luas yang tidak seluas sebelumnya. Harapannya, apabila kita mendapatkan kendala, terutama di wilayah kota yang luas tanahnya tidak sampai 1.000 meter persegi, kita tetap bisa menyesuaikan pembangunan,” jelas Ariestyo.
Namun, desain tersebut masih dalam tahap pembahasan dan belum ditetapkan. “Ini masih belum final, masih berproses. Kita masih menunggu dari Agrinas berapa luas tanah yang dibutuhkan dan bagaimana desainnya. Karena kalau luas tanahnya berkurang, desainnya tentu akan berbeda, apakah menjadi dua lantai atau tetap satu lantai dengan beberapa modifikasi,” pungkasnya.







