Informasi Menarik Seputar Kota Padang
Kota Padang kembali menjadi perhatian masyarakat setelah beberapa kejadian penting terjadi dalam 24 jam terakhir. Berikut adalah informasi menarik yang dirangkum dari berbagai sumber.
Penangkapan Bandar Togel di Kecamatan Padang Selatan
Seorang pria berinisial YC alias Yoa (48) ditangkap oleh Tim 1 Klewang Polresta Padang di kawasan Cendana Mata Air, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), pada Kamis (12/2/2026). Ia diduga berperan sebagai bandar judi toto gelap (togel).
Menurut Kasubnit Riksa Polresta Padang, Ipda Ryan Fermana, penangkapan dilakukan setelah pihaknya melakukan pemantauan terhadap aktivitas pelaku. Pelaku diamankan di sebuah pondok yang diduga kerap digunakan sebagai lokasi transaksi perjudian togel.
Dari tangan pelaku, petugas menyita sejumlah barang bukti berupa kertas berisi catatan pasangan angka togel milik pemain serta dua unit telepon seluler (ponsel). Dua unit ponsel tersebut diduga saling terhubung dan digunakan untuk komunikasi serta transaksi perjudian.
Berdasarkan data kepolisian, YC bukan pemain baru dalam praktik perjudian togel. Ia tercatat pernah diamankan Satreskrim Polresta Padang dalam kasus serupa. Saat ini, pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Polresta Padang untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Polisi juga mengimbau masyarakat agar tidak terlibat dalam praktik perjudian serta segera melaporkan jika menemukan aktivitas serupa di lingkungan masing-masing.
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli Hadir di Sumbar
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Republik Indonesia, Yassierli, turun langsung meninjau kondisi masyarakat terdampak bencana di Sumatera Barat (Sumbar), Kamis (12/2/2026). Kedatangan pria kelahiran Padang ini membawa angin segar bagi warga yang tengah berjuang bangkit dari keterpurukan ekonomi pascabencana November lalu.
Tak tanggung-tanggung, Yassierli memboyong bantuan senilai total Rp30,3 miliar. Penyerahan bantuan ini dipusatkan di Aula Maninjau, Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Padang.
“Kehadiran kami hari ini adalah bagian dari penyaluran bantuan Kementerian Ketenagakerjaan untuk masyarakat Sumatera Barat yang terdampak bencana,” ujar Yassierli.
Bantuan ini bukan sekadar bantuan sosial biasa, melainkan paket lengkap yang dirancang untuk memutar kembali roda ekonomi warga. Salah satu poin utamanya adalah pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas. Tidak tanggung-tanggung, Kemnaker akan membangun BLK Komunitas di lima titik strategis di wilayah Sumbar.
Selain itu, bagi masyarakat yang kehilangan pekerjaan, Kemnaker menyalurkan 20 paket program Padat Karya. Program ini diharapkan mampu menyerap tenaga kerja lokal dalam waktu cepat. Tak berhenti di situ, bagi warga yang ingin beralih menjadi pengusaha, ada program Tenaga Kerja Mandiri (TKM) yang menyasar 100 calon wirausahawan baru. Yang paling masif, Kemnaker juga membuka keran pelatihan vokasi bagi 5.000 peserta.
Pelatihan ini akan berlangsung intensif selama satu hingga tiga minggu untuk membekali warga dengan skill baru. “Program tersebut difokuskan untuk mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat terdampak,” tegas Menaker Yassierli.
Satu hal yang menarik perhatian adalah pemberian bantuan peralatan kerja secara langsung. Kemnaker menyerahkan mesin bor hingga mesin air guna mendukung kebutuhan teknis komunitas di lapangan. Selain peralatan, bantuan uang tunai juga diserahkan kepada 125 perwakilan masyarakat yang berasal dari empat kabupaten terdampak paling parah.
Adapun wilayah tersebut meliputi Kabupaten Solok, Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Agam, dan Kabupaten Tanah Datar. Yassierli menyebut, aksi nyata ini merupakan tahap kedua. Sebelumnya, pada Desember lalu, tim Kemnaker Peduli sudah lebih dulu bergerak memberikan bantuan logistik dan dapur umum.
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, yang hadir dalam acara tersebut mengungkapkan betapa beratnya beban yang dipikul daerahnya. Mahyeldi memaparkan bahwa kerugian akibat bencana mencapai angka yang fantastis, yakni lebih dari Rp33 triliun. “Dampaknya merusak infrastruktur hingga memukul sektor ketenagakerjaan dan sumber penghidupan masyarakat di 16 kabupaten dan kota,” tutur Mahyeldi.
Wali Kota Padang Minta Perpustakaan Baru Jadi Magnet Literasi
Wali Kota Padang Fadly Amran meminta Gedung Perpustakaan Umum Daerah Kota Padang yang baru diresmikan tidak hanya menjadi bangunan megah, tetapi benar-benar berfungsi sebagai magnet kegiatan literasi dan pusat aktivitas masyarakat.
Hal itu disampaikannya saat diwawancarai terkait tindak lanjut operasional perpustakaan tersebut, Kamis (12/1/2026). Fadly menyampaikan apresiasi kepada Perpustakaan Nasional RI atas dukungan pembangunan gedung perpustakaan yang representatif di Kota Padang.
Ia menegaskan, Pemko Padang siap mendukung target dan cita-cita nasional dalam penguatan literasi. “Kami berterima kasih atas bantuan Perpustakaan Nasional, khususnya terhadap realisasi pembangunan gedung ini. Kami siap diberikan target dan tujuan sesuai cita-cita nasional tentang keberadaan perpustakaan,” ujarnya.
Ia pun menitipkan pesan khusus kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang agar mampu menjadikan gedung tersebut sebagai ruang yang hidup dan menarik. Menurut Fadly, perpustakaan modern harus bertransformasi seperti di sejumlah negara maju. Ia mencontohkan perpustakaan di Inggris yang telah berkembang menjadi pusat komunitas atau community center, bukan sekadar tempat menyimpan buku.

“Perpustakaan harus mendekatkan diri dengan kegiatan masyarakat dan mengadopsi kemajuan teknologi. Jangan sampai gedungnya indah, koleksi lengkap, tapi tidak hidup dan tidak memberdayakan potensi yang ada,” katanya.
Ia menilai posisi perpustakaan yang berdekatan dengan Youth Center menjadi peluang besar. Setiap hari, kawasan tersebut ramai dikunjungi anak muda yang belajar dan berdiskusi. “Ini sudah dekat dengan anak-anak muda, dekat dengan komunitas. Akses sudah kita hantarkan sampai ke pintu rumah melalui taman baca masyarakat. Tinggal bagaimana membuatnya menjadi magnet,” tegasnya.
Fadly mendorong agar perpustakaan rutin menggelar kegiatan yang melibatkan penulis, jurnalis, penerbit, hingga komunitas literasi. Ia juga meminta kolaborasi diperkuat dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumbar yang lokasinya berdekatan dengan gedung perpustakaan.
Menurutnya, ampiteater yang tersedia bisa dimanfaatkan untuk bedah buku karya pelajar, guru, ASN, maupun masyarakat umum. “Saya banyak bertemu anak-anak muda yang sudah menulis novel dan buku. Kita harus beri ruang untuk launching dan bedah buku. Penulis adalah kebanggaan kota, dan itu harus kita hargai,” ujarnya.
Selain itu, Fadly meminta Dinas Perpustakaan dan Kearsipan intens berkomunikasi dengan Pemerintah Provinsi Sumbar dan Perpusnas RI guna memperkaya program dan kegiatan. Ia juga menyiapkan dukungan anggaran penataan kawasan agar terintegrasi antara Youth Center, perpustakaan, dan kantor PWI.
Lebih jauh, ia menekankan pentingnya literasi di tengah derasnya arus informasi digital yang serba cepat dan belum tentu terverifikasi kebenarannya. Menurutnya, buku dan pendekatan ilmiah tetap menjadi rujukan penting dalam membangun masyarakat yang kritis dan berdaya saing.
“Di era informasi yang serba singkat, kita harus hati-hati. Di sinilah pentingnya buku dan pendalaman ilmu yang berbasis pendekatan ilmiah. Itu tugas mulia perpustakaan,” katanya.
Fadly berharap keberadaan perpustakaan ini sejalan dengan visi “Padang Amanah”, terutama dalam penguatan pendidikan, kredibilitas, dan budaya literasi masyarakat. “Saya titip kepada Dinas agar menyiapkan program-program yang strategis dan menarik. Tujuannya besar dan mulia, maka pengelolaannya juga harus serius,” tutupnya.







