Dinar dan Dirham, Alternatif Investasi yang Menarik Perhatian
Dalam dunia investasi, terdapat berbagai instrumen yang bisa dipilih oleh para investor. Salah satu yang kini mulai menarik perhatian adalah dinar dan dirham. Kedua jenis logam mulia ini memiliki karakteristik unik yang membedakannya dari instrumen lainnya. Di Indonesia, dinar dan dirham diterbitkan oleh PT Aneka Tambang Tbk, anak perusahaan BUMN PT Inalum (Persero). Namun, saat ini beberapa perusahaan swasta juga turut serta dalam penerbitan instrumen ini.
Perbedaan Mendasar antara Dinar dan Dirham
1. Bahan Dasar yang Berbeda
Secara bentuk asli, dinar adalah kepingan logam yang sebagian atau seluruhnya dibuat dari emas. Sementara itu, dirham adalah kepingan logam yang dicetak dari perak sebagai bahan utamanya. Meskipun sama-sama logam mulia, keduanya memiliki nilai pasar yang berbeda. Harga emas umumnya lebih tinggi daripada harga perak, sehingga dinar cenderung lebih bernilai dibanding dirham.
Selain sebagai alat investasi, dinar dan dirham sering digunakan dalam berbagai kebutuhan spesifik seperti mahar pernikahan, hadiah, hingga pembayaran zakat. Karena sifatnya yang relatif tahan terhadap inflasi, logam mulia ini menjadi pilihan yang menarik bagi banyak investor.
2. Perbedaan Harga

Harga dinar dan dirham bervariasi tergantung pada berat dan kadar logamnya. Untuk dinar Antam, ada dua jenis utama: dinar Au 91,7 persen (22 karat) dan dinar fine gold 99,99 persen (24 karat). Berat dinar tersedia dalam berbagai ukuran, mulai dari 1 dinar (4,25 gram), ½ dinar, ¼ dinar, hingga 4 dinar.
Harga jual dinar saat ini berkisar antara Rp12.456.000 untuk 1 keping, sedangkan harga belinya sekitar Rp11.210.000. Sementara itu, untuk dirham, harga jual 1 dirham berada di kisaran Rp350.000–Rp400.000, dengan harga beli yang lebih rendah mengikuti margin yang berlaku. Untuk 5 dirham, harga jualnya mencapai kisaran Rp1.700.000–Rp2.000.000.
3. Perbedaan Berat

Secara global, dinar dapat digunakan sebagai alat tukar. Namun di Indonesia, penggunaannya tidak lazim. Sebaliknya, dinar lebih sering dijual di toko-toko emas. Harganya pun cukup tinggi jika dijual kepada sesama pengguna dinar.
Berdasarkan Open Mithqal Standard (OMS), dinar memiliki berat 1 mitsqal atau setara dengan 1/7 troy ounce. Sedangkan dirham memiliki berat 1/10 troy ounce. Keduanya bisa dicairkan menjadi uang tunai sesuai harga logam yang berlaku, sehingga memberikan fleksibilitas dalam transaksi.
FAQ Mengenai Dinar dan Dirham
Apa perbedaan utama antara Dinar dan Dirham?
Perbedaan utamanya terletak pada bahan dasar. Dinar dibuat dari emas, sedangkan Dirham dibuat dari perak.
Apakah Dinar dan Dirham memiliki nilai yang sama?
Tidak. Karena bahan dasarnya berbeda, nilai Dinar umumnya jauh lebih tinggi dibanding Dirham karena harga emas lebih mahal daripada perak.
Apa perbedaan berat antara Dinar dan Dirham?
Dinar biasanya memiliki berat sekitar 1 mitsqal atau setara 1 per 7 troy ounce, sedangkan Dirham sekitar 1 per 10 troy ounce.
Apakah Dinar dan Dirham masih digunakan sebagai alat tukar?
Saat ini, keduanya lebih sering digunakan sebagai instrumen investasi, koleksi, atau kebutuhan tertentu seperti mahar dan zakat, bukan sebagai alat transaksi sehari-hari.
Kenapa Dinar dan Dirham dianggap sebagai investasi?
Karena keduanya terbuat dari logam mulia yang nilainya cenderung stabil dan tahan terhadap inflasi, sehingga cocok dijadikan penyimpan nilai dalam jangka panjang.






