Ringkasan Berita Populer di Kota Padang
Kota Padang kembali menjadi perhatian masyarakat dengan berbagai informasi terbaru yang menarik. Berikut ini adalah rangkuman empat berita populer yang mencakup berbagai aspek, mulai dari ketertiban umum hingga kisah perjuangan warga.
1. Polisi Razia Titik Rawan di Padang, Sita 18 Motor Berknalpot Brong
Tim Khusus (Timsus) Charlie Polresta Padang mengamankan 18 sepeda motor berknalpot tidak sesuai spesifikasi teknis atau knalpot brong dalam patroli yang digelar di sejumlah titik rawan di Kota Padang. Penindakan dilakukan dalam Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) untuk mengantisipasi aksi balap liar, tawuran, dan gangguan keamanan lainnya yang kerap muncul saat akhir pekan.
Kapolresta Padang, Kombes Pol Apri Wibowo, menyatakan bahwa patroli tersebut merupakan upaya preventif guna menciptakan situasi yang aman dan nyaman bagi masyarakat. Mayoritas pengendara yang diamankan diketahui masih berstatus pelajar dan remaja. Selain menggunakan knalpot yang tidak sesuai standar, beberapa kendaraan juga ditemukan tanpa dilengkapi pelat nomor.
Orang tua diminta lebih waspada mengawasi pergaulan anak-anak mereka di luar rumah pada malam hari demi mencegah keterlibatan mereka dalam aksi tawuran atau tindak kriminal jalanan.
2. Bobol Toko Elektronik di Pasar Raya Padang, Remaja 16 Tahun Ditangkap Polisi

Seorang remaja berusia 16 tahun berinisial AG diamankan Tim Klewang Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Padang setelah diduga membobol sebuah toko elektronik di Pasar Raya Padang. Penangkapan dilakukan setelah polisi melakukan penyelidikan berdasarkan laporan korban.
Kasat Reskrim Polresta Padang, Kompol Muhammad Yasin, menjelaskan bahwa kasus tersebut bermula ketika pemilik toko mendapati lampu toko tidak dapat dinyalakan meski aliran listrik di sekitar lokasi dalam kondisi normal. Korban kemudian memeriksa Miniature Circuit Breaker (MCB) dan mendapati kabel tembaga instalasi listrik di dalam toko telah hilang.
Polisi turut menyita sejumlah barang bukti, yakni satu tang pemotong merek Kodai bergagang oranye-hitam, dua pisau kater berwarna merah dan hijau, serta uang tunai Rp150 ribu yang diduga merupakan sisa hasil penjualan kabel curian. Saat ini, pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Mapolresta Padang untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut sesuai ketentuan dalam Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA).
3. Sedimen Bekas Galodo Masih Menumpuk di Muaro Batang Kuranji Padang, Nelayan Mengaku Kesulitan Melaut

Sedimen pasir yang terbawa saat bencana banjir bandang (galodo) pada akhir tahun 2025 lalu masih menumpuk di muara Sungai Batang Kuranji, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar). Kondisi tersebut dikeluhkan para nelayan karena menyulitkan aktivitas keluar masuk kapal untuk melaut.
Nelayan Asri mengungkapkan bahwa sebelum terjadi galodo, kondisi muara cukup dalam sehingga kapal nelayan dapat keluar masuk dengan mudah. Namun, setelah bencana, sedimen pasir terus menumpuk dan membuat jalur pelayaran semakin dangkal. Ia berharap pemerintah segera melakukan pengerukan sehingga aktivitas nelayan dapat berjalan normal.
Nelayan Feri menambahkan bahwa pertengahan tahun biasanya merupakan musim ikan, namun hasil tangkapan yang melimpah justru menjadi persoalan ketika kapal hendak kembali ke muara. Ia berharap pemerintah segera melakukan normalisasi muara agar aktivitas nelayan kembali lancar.
4. Pahit Manis Pedagang Bendera Musiman di Padang: Pernah Tiga Hari Tak Laku, Dedi Tetap Bersyukur
Matahari mulai bergeser ke barat ketika Dedi menarik napas panjang di trotoar Jalan Khatib Sulaiman, Kota Padang, Minggu (2/8/2026) siang. Selama sebulan penuh menjelang Hari Kemerdekaan, trotoar Jalan Khatib Sulaiman menjadi tempatnya mencari rezeki.
Dedi menjual bendera Merah Putih ukuran kecil mulai Rp25 ribu. Sementara ukuran besar sekitar 180 x 120 sentimeter dibanderol Rp150 ribu hingga Rp200 ribu. Selain bendera, Dedi juga menjual kain latar atau background yang biasa dipasang di instansi maupun perkantoran dengan harga sekitar Rp50 ribu per meter.
Selama kurang lebih 25 tahun, lokasi di depan sekolah tersebut selalu menjadi tempatnya berjualan setiap kali bulan Agustus tiba. Meski pernah mengalami hari-hari ketika hasil penjualan hanya cukup untuk membeli bensin agar bisa pulang ke rumah, Dedi tetap bersyukur. Baginya, berjualan bukan sekadar mengejar keuntungan, tetapi juga bentuk ikhtiar mencari rezeki yang halal.






