Bulan Syaban: Waktu Persiapan Menuju Ramadan
Bulan Syaban merupakan bulan ke delapan dalam kalender Hijriah, yang berada setelah bulan Rajab dan sebelum bulan Ramadan. Tahun ini, 1 Syaban 1447 H jatuh pada 19 Januari 2026, sedangkan akhir dari bulan ini diperkirakan terjadi pada 17 atau 18 Februari. Berakhirnya bulan Syaban menandai awal masuknya bulan suci Ramadan.
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama biasanya menetapkan awal Ramadan melalui sidang isbat setelah melakukan pemantauan hilal di beberapa titik yang telah ditentukan. Di wilayah Sulawesi Tenggara, pemantauan hilal sering dilakukan di Pantai Bahari Kabupaten Kolaka, yang berjarak sekitar 198 kilometer dari Kota Kendari, ibu kota Provinsi Sultra.
Sidang isbat Penetapan Awal Ramadhan 1447 H akan digelar pada Senin (17/2/2026) di Auditorium HM Rasjidi, Thamrin Jakarta. Dengan demikian, umat Muslim Indonesia masih memiliki waktu sepekan untuk mempersiapkan diri menyambut puasa pertama.
Amalan yang Dianjurkan di Bulan Syaban
Bulan Syaban adalah waktu yang penuh makna bagi umat Islam. Selain menjadi bulan persiapan menuju Ramadan, banyak amalan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan ketaatan dan mendapatkan pahala berlipat ganda.
1. Melaksanakan Puasa Sunnah
Salah satu amalan utama di bulan Syaban adalah memperbanyak puasa sunnah. Nabi Muhammad SAW dikenal sangat senang berpuasa di bulan ini. Dalam sebuah hadis disebutkan:
“Bulan yang paling dicintai Rasulullah SAW untuk beliau berpuasa di dalamnya adalah bulan Syaban, kemudian beliau menyambungkannya dengan puasa Ramadan.” (HR Abu Dawud)
2. Memperbanyak Membaca Alquran
Syaban juga disebut sebagai bulan Alquran oleh sebagian ulama. Membaca Alquran pada waktu-waktu yang dimuliakan seperti Syaban semakin ditekankan. Imam Ibn Rajab Al-Hanbali menjelaskan bahwa banyak ulama salaf memanfaatkan Syaban untuk memperbanyak tilawah Alquran.
3. Memperbanyak Shalawat kepada Nabi SAW
Amalan penting lainnya adalah bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW. Menurut para ulama, ayat perintah untuk bershalawat dalam Alquran diturunkan pada bulan Syaban. Contohnya:
“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bersholawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bersholawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.” (QS Al-Ahzab: 56).
4. Memperbanyak Istighfar
Istighfar sangat dianjurkan pada bulan Syaban. Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Hasani Al-Maliki menjelaskan bahwa istighfar merupakan zikir yang paling utama untuk diperbanyak, terutama pada waktu-waktu yang dimuliakan seperti Syaban dan malam Nisfu Syaban. Istighfar membantu membersihkan hati dan memohon ampunan atas segala dosa.
5. Memperbanyak Doa
Di bulan Syaban, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak doa. Doa bisa diminta untuk kesehatan, kesuksesan, rezeki, hingga permohonan ampunan. Salah satu doa yang dapat diamalkan adalah:
“Allahumma barik lana fi Rajaba wa Sya’bana wa ballighna Ramadhan”
Artinya: “Ya Allah, berkatilah kami pada Bulan Rajab dan Sya‘ban. Sampaikan kami ke Bulan Ramadhan.”
Niat Puasa Ramadan
Niat puasa Ramadan sangat penting untuk dilakukan sebelum memasuki bulan suci ini. Berikut beberapa contoh niat puasa Ramadan:
Niat Puasa Hari Perhari
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i fardhi syahri Ramadhana hadzihis sanati lillahi ta’ala.
Artinya: “Aku niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban puasa bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta’ala.”
Niat Puasa Sebulan Penuh
نَوَيْتُ صَوْمَ جَمِيْعِ شَهْرِ رَمَضَانِ هَذِهِ السَّنَةِ تَقْلِيْدًا لِلْإِمَامِ مَالِكٍ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma jami’i syahri ramadhani hadzihis sanati taqlidan lil imami Malik fardhan lillahi ta’ala.
Artinya: “Aku niat berpuasa di sepanjang Ramadhan tahun ini dengan mengikuti Imam Malik, fardhu karena Allah.”
Dengan memperbanyak amalan di bulan Syaban, umat Islam dapat mempersiapkan diri secara fisik maupun spiritual menjelang Ramadan.







