Berita Regional Terkini: Sopir SPPG Mengamuk, Perahu Sound Horeg Tenggelam, dan Masalah Ekonomi di Sekolah
1. Sopir SPPG Mengamuk di Kebumen, Diduga Konsumsi Obat-obatan hingga Tabrak Pagar Sekolah
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) adalah program yang bertujuan untuk mendistribusikan makanan bergizi gratis kepada anak-anak sekolah. Tujuan utamanya adalah meningkatkan kualitas gizi dan mengurangi stunting. Program ini dikelola oleh Badan Gizi Nasional (BGN) dengan memastikan standar keamanan dan kualitas makanan tetap terjaga.
Namun, sebuah insiden mengejutkan terjadi di Kebumen, Jawa Tengah. Seorang sopir SPPG bernama Ajiz Setyo Wihantoro (39) menabrak pagar SD Negeri Clapar. Diduga, ia mengemudikan kendaraan secara ugal-ugalan. Saat warga mencoba membantu, Ajiz justru mengamuk dan menyerang mereka. Akhirnya, ia diamankan ke kantor polisi untuk menjalani pemeriksaan.
Menurut informasi, Ajiz merupakan warga Desa Karangsambung, Kecamatan Karanggayam, Kebumen. Ia bertugas mengantarkan Makan Bergizi Gratis (MBG) ke sejumlah sekolah di wilayah tersebut. Pelaksana harian Kapolsek Karanggayam, Ipda Samun, menyatakan bahwa sekolah mengalami kerugian setelah pagar depan rusak. “Masyarakat hendak membantu, namun dari sopir mengamuk,” katanya.
2. Suami Bunuh Istrinya yang Hamil, Bikin Skenario Bohongi Mertua Tutupi Perbuatannya

Di Desa Air Kopras, Kecamatan Pinang Belapis, Lebong, Bengkulu, terjadi kasus pembunuhan yang sangat tragis. Korban adalah Aulia Zakrike (19), seorang wanita hamil tiga bulan. Pelaku adalah suaminya sendiri, Oga Yunanda (23). Pasangan muda ini telah menikah selama tiga bulan lalu.
Pembunuhan terjadi karena Oga merasa sakit hati setelah ajakannya untuk berhubungan badan ditolak oleh istrinya. Hubungan rumah tangga mereka juga tidak stabil, terutama dalam satu bulan terakhir mereka pisah ranjang. Selain masalah ekonomi, konflik berkepanjangan dalam rumah tangga membuat Oga semakin frustrasi.
Kasat Reskrim Polres Lebong, AKP Darmawel Saleh, menyatakan bahwa penyebab utama pembunuhan adalah permasalahan rumah tangga yang memicu rasa sakit hati. Oga tidak memiliki pekerjaan tetap, sehingga memicu konflik berkepanjangan. Keluarga korban bahkan meminta Oga kembali ke rumah orang tuanya untuk mencari pekerjaan.
3. Bocah 6 Tahun di Sukabumi Kritis Usai Tertembak Senapan Angin Ayah Tirinya

Seorang bocah berusia 6 tahun, SH, mengalami luka tembak parah setelah tertembak senapan angin jenis PCP kaliber 4,5 milik ayah tirinya. Kejadian itu terjadi di Kampung Bobojong Cijagung, Desa Gedepangrango, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
SH mengalami luka tembak pada bagian pelipis hingga tembus ke belakang kepala. Saat ini, ia masih dalam kondisi tidak sadarkan diri dan menjalani perawatan intensif di ruang ICU RS Betha Medika Cisaat. Menurut Kapolsek Kadudampit, Ipda Suhendar, pihak rumah sakit belum dapat memberikan keterangan detail karena dokter spesialis yang menangani korban belum bertugas saat pemeriksaan awal dilakukan.
Kronologi kejadian menunjukkan bahwa ayah sambung korban, S (35), sedang membersihkan senapan angin di depan rumahnya. Diduga, pelaku tidak mengetahui masih ada peluru di dalam laras senapan. Ketika bagian popor dibongkar, senjata tersebut tiba-tiba meletus.
4. Tak Mampu Beli LKS, Siswa SMA di Riau Juga Masih Pakai Seragam SMP, Nyaris Putus Sekolah

Masalah ekonomi masih menjadi tantangan besar bagi siswa-siswa di Indonesia, terutama yang berasal dari keluarga kurang mampu. Meski pemerintah telah menggulirkan berbagai program bantuan, banyak siswa masih kesulitan memenuhi kebutuhan pendidikan.
Adnan Hidayat (17), siswa kelas XI SMA Negeri 2 Dumai, Riau, sempat berniat berhenti sekolah karena tidak mampu membeli Lembar Kerja Siswa (LKS) dan perlengkapan sekolah lainnya. Kondisi ekonomi keluarganya sangat terpuruk, sehingga ayahnya, Jarno, tidak mampu memenuhi kebutuhan pendidikan anak-anaknya. Adik Adnan, Aska (6), bahkan sempat viral karena menggunakan seragam lusuh.
Kapolres Dumai, AKBP Angga Febrian Herlambang, langsung mendatangi rumah Jarno usai mendengar kondisi kakak beradik tersebut. Ia memberikan bantuan seragam sekolah kepada Aska, kemudian melanjutkan bantuan kepada dua orang kakaknya.
5. 3 Fakta Video Viral Perahu Sound Horeg Tenggelam di Sidoarjo, Warga Sempat Berjoget

Di media sosial beredar video yang memperlihatkan kapal atau perahu pengangkut sound horeg tenggelam di Sungai Balongdowo, Desa Balongdowo, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Sound horeg adalah sistem audio besar yang sering digunakan dalam acara-acara di Jawa Timur meskipun sering dikritik karena gangguan suara.
Perahu sound horeg tenggelam saat acara tradisi nyadran di Desa Balongdowo. Nyadran adalah tradisi membersihkan makam dan mendoakan leluhur yang telah meninggal. Tradisi ini digelar menjelang bulan Ramadan. Dalam video yang beredar, terlihat beberapa orang berada di atas geladak dan berusaha menjaga keseimbangan. Beberapa saat kemudian, perahu oleng dan akhirnya tenggelam.
Kasat Polairud Polresta Sidoarjo, AKP Imam Yuwono, mengonfirmasi kejadian tersebut. Perahu tenggelam pada sore hari, sekitar pukul 16.30 WIB. Hingga kini, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.







