Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    AWK Minta Maaf Atas Penyebaran Konten Hoax

    4 April 2026

    Puncak arus balik 2026 belum berlalu, kemacetan di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi memanjang

    4 April 2026

    PP Tunas Berlaku, Ini Cara Alihkan Anak ke Aktivitas Produktif

    4 April 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Sabtu, 4 April 2026
    Trending
    • AWK Minta Maaf Atas Penyebaran Konten Hoax
    • Puncak arus balik 2026 belum berlalu, kemacetan di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi memanjang
    • PP Tunas Berlaku, Ini Cara Alihkan Anak ke Aktivitas Produktif
    • Opini: Bebaskan Timor Barat dari Malaria, Kuncinya Surveilans Migrasi
    • 7 manfaat minum alpukat untuk ibu hamil, jangan sampai terlewat
    • Misteri Pembunuhan Maria Simaremare, Staf Bawaslu Tewas Mengenaskan di Kontrakan
    • Pesona Pantai Gajah Kebumen, Wisata Murah dan Bebas Bayar
    • Wall Street Naik Senin (30/3), Perhatian pada Konflik Timur Tengah
    • Kapan saja kamu terlambat menerima chat WhatsApp? Ini penyebab dan solusinya
    • 2,77 Juta Kendaraan Pemudik Kembali ke Jakarta Hingga H+7 Lebaran 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Nasional»92,5% Warga Makassar Sebut Lontara+ Bantu Akses Layanan Pemerintah

    92,5% Warga Makassar Sebut Lontara+ Bantu Akses Layanan Pemerintah

    adm_imradm_imr28 Februari 20260 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Transformasi Layanan Publik Berbasis Digital di Makassar

    Transformasi layanan publik berbasis digital melalui aplikasi Lontara+ menunjukkan dampak positif yang signifikan. Sebagian warga Makassar memanfaatkan fitur aduan untuk melaporkan persoalan lingkungan seperti drainase, lampu jalan, dan sampah. Aplikasi ini dinilai mudah digunakan oleh sebagian besar pengguna, dengan respons penanganan laporan yang tergolong cepat serta meningkatkan keterbukaan pemerintah.

    Hingga Februari 2026, puluhan ribu warga telah mengunduh aplikasi Lontara+ dengan ribuan aduan tercatat dan sebagian besar telah ditindaklanjuti. Hal ini menjadi bukti bahwa inisiatif digitalisasi layanan publik berhasil mendorong partisipasi masyarakat dalam menyampaikan aspirasi mereka secara langsung dan transparan.

    Hasil Survei Persepsi Publik

    Parameter Publik Indonesia (PPI) telah merilis survei kepuasan publik terhadap satu tahun kepemimpinan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin dan Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham. Survei tersebut juga memotret tujuh program prioritas Munafri-Aliyah (Mulia), termasuk program Makassar Super Apps Lontara+.

    Survei melibatkan 600 responden yang tersebar merata di 15 kecamatan di wilayah Makassar. Dengan margin of error sebesar 4,08 persen serta tingkat kepercayaan di atas 95 persen, survei ini memberikan gambaran objektif tentang penggunaan dan efektivitas aplikasi.

    Dari total responden, sebanyak 30,1 persen menyatakan telah mengunduh dan menggunakan Lontara+. Direktur PPI Ras MD menjelaskan bahwa angka tersebut cukup positif mengingat Lontara+ masih dalam fase penguatan sosialisasi kepada publik.

    Fitur Aduan sebagai Layanan Dominan

    Dari kelompok pengguna aktif, survei menggali fitur apa yang paling sering diakses masyarakat. Ternyata, fitur aduan masyarakat menjadi layanan dominan yang digunakan. Sebanyak 77,5 persen responden menyebutkan alasan utama mereka membuka Lontara Plus untuk menyampaikan laporan dan keluhan terkait persoalan lingkungan sekitar.

    Masalah drainase, lampu jalan, kebersihan, hingga berbagai layanan publik lainnya menjadi fokus utama aduan. Temuan ini menunjukkan bahwa Lontara+ telah berfungsi sesuai tujuan utamanya, sebagai kanal resmi pengaduan masyarakat yang mudah dijangkau.

    Kecepatan Respon dan Kemudahan Penggunaan

    Survei juga menyoroti aspek kecepatan respon dalam layanan pengaduan. Dalam sistem Lontara+, setiap laporan warga memiliki batas waktu penanganan tertentu. Responden diminta menilai pengalaman mereka setelah menyampaikan aduan. Hasilnya, lebih dari 70 persen responden menyatakan bahwa respon terhadap aduan yang masuk melalui Lontara Plus tergolong cepat.

    Penilaian tersebut menempatkan kinerja aplikasi dalam kategori baik. Artinya, tidak hanya berfungsi sebagai wadah pelaporan, Lontara+ juga dinilai mampu mendorong tindak lanjut nyata di lapangan.

    Dari sisi kemudahan penggunaan, Lontara+ memperoleh penilaian yang sangat tinggi. Sebanyak 90 persen responden menyatakan aplikasi ini mudah digunakan. Kemudahan tersebut mencakup tampilan antarmuka yang sederhana, alur pelaporan yang jelas, serta minimnya hambatan teknis saat mengakses layanan.

    Perubahan dalam Interaksi dengan Pemerintah

    Lebih lanjut, survei mengungkap bahwa 92,5 persen pengguna menilai Lontara+ mempermudah akses layanan pemerintahan. Temuan ini mencerminkan adanya pergeseran signifikan dalam cara masyarakat berinteraksi dengan pemerintah. Jika sebelumnya pengaduan sering kali harus disampaikan secara berjenjang melalui lurah, tokoh tertentu, atau jalur informal, kini masyarakat dapat menyampaikan langsung keluhan mereka tanpa batasan ruang dan waktu.

    Responden menilai, sebelum adanya Lontara, akses terhadap layanan pengaduan cenderung terbatas dan bergantung pada kedekatan personal atau kecepatan respon aparat setempat. Dengan hadirnya aplikasi ini, akses tersebut menjadi lebih terbuka, transparan, dan setara bagi seluruh warga.

    Transparansi Pemerintahan

    Dampak positif lainnya terlihat pada persepsi publik terhadap transparansi pemerintahan. Sebanyak 87,5 persen responden menyatakan bahwa keberadaan Lontara Plus membuat pemerintah menjadi lebih transparan dalam menangani aduan masyarakat. Proses pelaporan yang tercatat secara digital serta adanya jejak tindak lanjut dinilai meningkatkan kepercayaan publik terhadap kinerja pemerintah.

    Digitalisasi layanan dipersepsikan sebagai langkah konkret untuk mendekatkan pemerintah dengan masyarakat. Secara keseluruhan, tingkat kepuasan publik terhadap program Makassar Apps Lontara+ juga berada pada angka yang tinggi. Sebanyak 87,5 persen responden menyatakan puas terhadap keberadaan dan kinerja aplikasi tersebut.

    Data Pengguna dan Aduan

    Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Makassar, Muhammad Roem menyampaikan bahwa hingga 20 Februari pukul 10.25 wita jumlah pengguna Lontara+ mencapai 49.775. Sejak launching pada Juli 2025 lalu, jumlah aduan mencapai 10.983. Dari jumlah aduan tersebut, Kominfo mencatat 9.164 aduan telah terselesaikan.

    Lima kategori aduan terbanyak ialah lampu jalan, drainase, pangkas atau tenang pohon, sampah, hingga jalan rusak. Adapun lima Kelurahan yang paling banyak warganya mengakses fitur aduan di Lontara+, yaitu Kelurahan Manggala, Kelurahan Sudiang Raya, Kelurahan Batua, Kelurahan Bangkala, dan Kelurahan Berua.

    Saat ini terdapat sekitar 28 petugas admin yang bekerja di dua command center di Balai Kota Makassar. Distribusi laporan ke OPD dilakukan sangat cepat, dengan rata-rata kurang dari dua menit. Meski admin sudah bekerja optimal, kekuatan terbesar tetap berada di OPD yang turun langsung menindaklanjuti laporan di lapangan.


    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    AWK Minta Maaf Atas Penyebaran Konten Hoax

    By adm_imr4 April 20262 Views

    Bahlil Tanggapi Isu Kenaikan Harga BBM Subsidi 1 April 2026

    By adm_imr4 April 20262 Views

    Strategi Mentan Amran Jamin Stok Beras hingga 2027, Hadapi El Nino Godzilla

    By adm_imr4 April 20262 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    AWK Minta Maaf Atas Penyebaran Konten Hoax

    4 April 2026

    Puncak arus balik 2026 belum berlalu, kemacetan di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi memanjang

    4 April 2026

    PP Tunas Berlaku, Ini Cara Alihkan Anak ke Aktivitas Produktif

    4 April 2026

    Opini: Bebaskan Timor Barat dari Malaria, Kuncinya Surveilans Migrasi

    4 April 2026
    Berita Populer

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    Kabupaten Malang 27 Maret 2026

    Kabupaten Malang— Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang tengah menyiapkan perubahan status dua Unit Pelaksana Teknis…

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 Februari 2026

    Halal Bihalal Dinkes Kab. Malang, Bupati Sanusi Bahas Puskesmas Resik dan Tunggu Kebijakan WFH

    27 Maret 2026

    Buka Musrenbang RKPD 2027, Wali Kota Malang Tekankan Kolaborasi dan Pembangunan Inklusif

    31 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?