BANDA ACEH — Investasi emas dalam jangka pendek masih menawarkan peluang keuntungan, namun risikonya juga cukup tinggi. Harga emas terlihat sangat volatil dan mulai menunjukkan sinyal koreksi setelah sebelumnya menguat. Hal ini membuat investor perlu lebih waspada dalam mengambil keputusan.
Sejumlah analis menyatakan bahwa reli harga emas saat ini masih didukung oleh sentimen safe haven, ekspektasi pemangkasan suku bunga dari bank sentral AS, serta ketidakpastian geopolitik. Namun, dari sudut pandang teknikal, emas dinilai rentan terhadap retracement. Oleh karena itu, investor harus disiplin dalam menerapkan strategi agar tidak mengalami kerugian.
ISA Bullion dalam laporan mereka menyebutkan bahwa penolakan harga emas di dekat level US$5.100 dan pullback berikutnya memperkuat kemungkinan terjadinya koreksi dalam jangka pendek. Mereka mencatat bahwa harga emas menguat akibat kembali munculnya aksi flight to safety, ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed, serta pelemahan moderat dolar AS yang membuat level US$4.900 kembali menjadi sorotan.
Selain itu, meningkatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga lanjutan pada 2026 dan ketidakpastian geopolitik juga turut membatasi tekanan penurunan harga emas untuk sementara waktu.
Di sisi lain, Macquarie memperbarui proyeksi harga emas 2026 dengan alasan volatilitas ekstrem dan sejumlah peristiwa pasar yang tidak biasa. Peter Taylor dari Macquarie sebelumnya telah menyoroti risiko emas mencapai level US$5.000 per troy ounce, tetapi juga mengingatkan adanya potensi “sharp retracement” pada logam mulia tersebut.
Dalam laporan Investing.com pada Sabtu (7/2/2026), Macquarie menaikkan proyeksi rata-rata harga emas kuartal I/2026 menjadi US$4.590 per ounce, naik dari US$4.300 sebelumnya. Proyeksi rata-rata kuartal II/2026 juga dinaikkan menjadi US$4.300, sementara proyeksi setahun penuh 2026 menjadi US$4.323 per ounce.
Di tengah situasi ini, investor yang tertarik melakukan investasi emas jangka pendek perlu memahami bahwa strategi ini bisa sangat menguntungkan, tetapi juga sangat berisiko.
GoldPriceForecast menjelaskan bahwa perdagangan jangka pendek bisa berlangsung dalam hitungan menit hingga beberapa minggu. Biasanya, short-term didefinisikan sebagai periode kepemilikan di bawah dua bulan.
Untuk menghindari kesalahan langkah, investor disarankan menerapkan beberapa strategi:
Gunakan analisis teknikal untuk menentukan titik masuk dan keluar. Investor perlu memantau level support dan resistance, Fibonacci, moving averages, serta indikator lainnya untuk melihat apakah harga sedang dalam tren naik atau tren turun.
Pahami siklus dan pola pergerakan harga emas. Pasar emas bergerak dalam pola siklus yang biasanya berlangsung 18 hingga 36 bulan. Pola ini terdiri dari fase ekspansi, pembentukan puncak, kontraksi, hingga pembentukan dasar. Pemahaman tentang siklus ini penting karena sinyal siklus bisa bertentangan dengan tren jangka panjang, sehingga membuat pasar lebih kompleks.
Ikuti informasi pasar, tetapi tetap sadar bahwa pasar sering bereaksi lebih cepat dibanding arus informasi yang diterima publik. Terkadang, ketika publik mendengar suatu kabar, pasar sudah bereaksi lebih dulu.
Jangan meremehkan risiko. Investasi jangka pendek merupakan strategi yang sangat berisiko, sehingga investor sebaiknya hanya menggunakan sebagian modal yang disebut sebagai speculative capital.
Gunakan teknik yang sesuai dengan kondisi pasar. Semakin teknik itu spesifik dan sesuai dengan karakter pasar maka semakin baik hasil yang berpotensi dicapai.
Kendalikan emosi dan jangan keluar dari strategi. Investor harus memastikan strategi trading atau investasi yang digunakan sesuai dengan keahlian serta waktu yang bisa dicurahkan untuk memantau pasar.
Pastikan sumber riset yang digunakan dapat dipercaya. Langkah ini penting karena volatilitas ekstrem pada harga emas membuat risiko salah membaca arah pergerakan menjadi lebih besar, terutama bagi investor yang mengejar keuntungan jangka pendek.







