Konsolidasi NasDem Sulsel Pasca Perginya Rusdi Masse
DPW Partai NasDem Sulsel menggelar Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) di Hotel Claro, Makassar, pada Jumat (13/2/2026). Acara ini menjadi momen penting bagi partai setelah kepergian Rusdi Masse Mappasessu (RMS) yang memilih bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Rakerwil dipimpin langsung oleh Ketua DPW NasDem Sulsel yang baru, Syaharuddin Alrif alias Syahar. Acara ini bertujuan untuk memperkuat konsolidasi internal dan menyiapkan strategi politik menghadapi Pemilu 2029.
Kehadiran Seluruh Kader dan Pengurus
Seluruh kader partai dari berbagai daerah di Sulsel hadir dalam Rakerwil ini. Termasuk jajaran legislatif dan pengurus yang selama ini menjadi bagian dari struktur partai serta kader yang direkrut RMS saat masih menakhodai NasDem Sulsel. Sekretaris DPW NasDem Sulsel, Andi Rachmatika Dewi alias Cicu, menyatakan bahwa kegiatan ini murni agenda internal partai dan tidak melibatkan unsur DPP.
Kegiatan Rakerwil dihadiri oleh seluruh anggota legislatif Fraksi NasDem, baik di tingkat DPR RI, DPRD Sulsel, maupun DPRD kabupaten/kota. Selain itu, seluruh pengurus DPD NasDem di 24 kabupaten/kota se-Sulsel turut diundang. Menurut Cicu, kehadiran ini merupakan bagian dari proses konsolidasi internal partai.
Momentum Awal Syahar Memegang Kendali
Rakerwil ini juga menjadi momentum awal bagi Syahar dalam memegang penuh kendali Partai NasDem Sulsel. Acara ini tidak hanya difokuskan pada penguatan barisan pasca dinamika internal, tetapi juga evaluasi program kerja serta penyusunan strategi politik menghadapi Pemilu 2029. Langkah Syahar mengumpulkan struktur lama NasDem Sulsel dinilai sebagai konsolidasi total kekuatan partai.
Perginya RMS, tokoh sentral kemenangan NasDem pada Pemilu 2024 di Sulsel, menjadi tantangan tersendiri bagi partai. Namun, Syahar dianggap memiliki modal politik kuat di Sidrap dan berpeluang melampaui RMS. Hal ini disampaikan oleh Pengamat Politik UIN Alauddin Makassar, Prof Dr Firdaus Muhammad.
Potensi Syahar dan Dinamika Internal
Menurut Firdaus, posisi Syahar sebagai Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap) menjadi modal strategis. Sidrap dikenal sebagai salah satu lumbung suara utama Partai NasDem di Sulsel. “Syahar punya peluang untuk bisa melampaui guru politiknya, Rusdi Masse,” ujarnya.
Firdaus menambahkan bahwa Syahar selama ini selalu terlibat penuh dalam tim pemenangan Partai NasDem di berbagai kontestasi politik. Dengan basis politik yang sama, kondisi tersebut dinilai dapat menyulitkan RMS setelah bergabung ke PSI. “Syahar dan RMS itu satu basis, sehingga akan menjadi kesulitan untuk RMS usai bergabung ke PSI. Apalagi PSI adalah partai baru yang belum teruji kekuatannya,” kata Firdaus.
Ujian bagi Internal Partai
Dinamika ini juga menjadi ujian bagi internal Partai NasDem, khususnya kader di lembaga legislatif. Sejumlah anggota DPRD diketahui merupakan kader yang selama ini dekat dengan RMS. “Apakah mereka akan setia ke partai atau ke RMS? Ini juga menjadi ujian bagi anggota DPR Fraksi Nasdem di Sulsel. Menjadi legislator tidak mudah, membutuhkan kekuatan sosial dan biaya besar,” jelasnya.
Firdaus menilai, untuk menunjukkan kekuatan kepemimpinan Syahar harus mampu menjaga dominasinya di tengah dinamika politik yang berkembang. Terlebih, NasDem saat ini berstatus sebagai partai pemenang di Sulsel. Untuk pertama kalinya, NasDem menduduki kursi Ketua DPRD Sulsel setelah meraih 17 kursi pada Pemilu 2024.
Dominasi NasDem di Jabatan Daerah
Selain itu, kader NasDem juga mendominasi jabatan kepala daerah di berbagai wilayah Sulsel. Di antaranya Bupati Enrekang Yusuf Ritangnga, Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif, Bupati Pinrang Irwan Hamid, Wali Kota Parepare Tasming Hamid. Selanjutnya Bupati Jeneponto Paris Yasir, Bupati Pangkep Muhammad Yusran Lalogau, serta Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam. Tak hanya itu, posisi Wakil Gubernur Sulsel juga dijabat kader NasDem, Fatmawati Rusdi.
Firdaus menambahkan, Syahar mesti menunjukkan kepemimpinan yang solid dan mampu mengonsolidasikan kekuatan partai. “Syahar harus membuat acara besar pula ketimbang PSI yang akan menggelar Rakernas awal tahun ini di Makassar,” tandasnya.







