BBKK Surabaya Perketat Pengawasan Terhadap Potensi Masuknya Hantavirus
Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Surabaya telah meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi masuknya hantavirus melalui pintu-pintu internasional di Jawa Timur. Penanganan ini dilakukan guna mencegah penyebaran penyakit yang bisa berdampak pada kesehatan masyarakat.
Pengawasan diperketat di Bandara Internasional Juanda dan Pelabuhan Tanjung Perak, mengingat adanya laporan kasus hantavirus di sejumlah negara serta munculnya klaster pada kapal pesiar MV Hondius yang menjadi perhatian global. Hal ini menunjukkan bahwa kekhawatiran akan risiko penularan hantavirus semakin meningkat.
Sistem Deteksi Dini yang Diterapkan
BBKK Surabaya melakukan pengawasan berbasis risiko tanpa menerapkan pembatasan perjalanan internasional. Pemantauan dilakukan melalui beberapa metode seperti:
- Thermal scanner: Untuk mendeteksi demam pada pelaku perjalanan.
- Deklarasi kesehatan digital: Melalui aplikasi All Indonesia untuk memperoleh data kesehatan pelaku perjalanan.
- Observasi gejala: Petugas kesehatan memantau tanda-tanda infeksi hantavirus.
- Pengawasan rodensia: Di area pelabuhan dan bandara, petugas melakukan pemeriksaan terhadap tikus dan celurut yang bisa menjadi reservoir utama hantavirus.
Negara yang Jadi Fokus Pengawasan
BBKK Surabaya fokus pada pelaku perjalanan dari negara-negara yang pernah melaporkan kasus hantavirus. Beberapa negara tersebut antara lain Finlandia, Jerman, Swedia, Chili, Argentina, Panama, Korea Selatan, China, dan Taiwan. Selain itu, pengawasan juga diperketat terhadap negara yang memiliki keterkaitan dengan klaster kapal pesiar MV Hondius, seperti Amerika Serikat, Inggris, Kanada, Jepang, Australia, Belanda, Spanyol, Portugal, Polandia, Turki, Ukraina, dan Rusia.
Gejala yang Diwaspadai di Pintu Masuk Internasional
Petugas kesehatan disiagakan di area kedatangan internasional untuk memantau gejala-gejala yang mengarah pada infeksi hantavirus, seperti:
- Demam
- Batuk dan sesak napas
- Sakit kepala
- Nyeri badan dan lemas
- Gangguan pernapasan
- Ikterik atau tubuh menguning
Jika ditemukan pelaku perjalanan yang memenuhi kriteria suspek, maka akan dilakukan tindak lanjut sesuai pedoman, termasuk pemeriksaan lebih lanjut, pengambilan sampel, rujukan ke rumah sakit, hingga tindakan kekarantinaan kesehatan bila diperlukan.
Pengawasan Kapal Internasional Diperketat
Selain di Bandara Juanda, BBKK Surabaya juga memperkuat pengawasan di Pelabuhan Tanjung Perak, khususnya terhadap kapal internasional dan kapal pesiar. Pemeriksaan dilakukan sebelum kapal memperoleh izin sandar, melalui pengecekan riwayat perjalanan kapal dan dokumen Maritime Declaration of Health (MDH) melalui aplikasi Sinkarkes.
Kapal dengan risiko tinggi, seperti kapal dari wilayah terjangkit atau terdapat awak kapal sakit, diwajibkan mengibarkan bendera kuning sebagai tanda karantina.
Tidak Ada Alat Deteksi Instan Hantavirus
Rosidi menjelaskan bahwa hingga saat ini belum tersedia alat khusus yang mampu mendeteksi hantavirus secara instan di bandara maupun pelabuhan. Sistem yang diterapkan masih berupa deteksi dini berbasis surveilans kesehatan dan penilaian risiko.
Pengawasan Tikus dan Celurut Juga Diperketat
Selain pengawasan terhadap manusia, BBKK Surabaya juga memperkuat pengendalian rodensia seperti tikus dan celurut di area pelabuhan maupun bandara. Hewan pengerat tersebut diketahui menjadi reservoir utama hantavirus.
Meski kewaspadaan diperkuat, Rosidi meminta masyarakat tidak panik, karena Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) masih menilai risiko penyebaran global hantavirus tergolong rendah. Pada prinsipnya, sistem cegah tangkal penyakit di pintu masuk negara sudah memiliki SOP yang jelas. Saat ini kewaspadaan terhadap hantavirus memang diperkuat menyusul perkembangan situasi global.







