Aktivitas Penyeberangan Laut dari Nunukan ke Tarakan Tetap Berjalan Normal Jelang Ramadan 2026
Jelang bulan puasa Ramadan 1447 H atau tahun 2026, aktivitas penyeberangan laut dari Nunukan menuju Tarakan tetap berjalan normal. Hal ini terlihat dari jumlah armada speedboat yang terus beroperasi setiap hari dari Pelabuhan Liem Hie Djung, Nunukan.
Jadwal Keberangkatan Speedboat
Setiap harinya, sebanyak 10 armada speedboat siap berlayar dari pelabuhan tersebut. Keberangkatan dimulai pukul 07.20 WITA hingga 14.15 WITA dengan durasi perjalanan sekitar tiga jam. Adapun jadwal keberangkatan masing-masing armada adalah sebagai berikut:
- SB Paolai Express (78 penumpang) berangkat pukul 07.20 WITA
- SB Tri Putra Tunggal Dewi LS (64 penumpang) berangkat pukul 07.40 WITA
- SB Sinar Baru Express V (65 penumpang) berangkat pukul 08.00 WITA
- SB Minsen Express Junior (48 penumpang) berangkat pukul 08.20 WITA
- SB Sadewa Benuanta Executive 02 (48 penumpang) berangkat pukul 09.00 WITA
- SB Sadewata 01 (78 penumpang) berangkat pukul 11.30 WITA
- SB Dewa Sebakis Sakti 2 (60 penumpang) berangkat pukul 12.15 WITA
- SB Gembira Express III (55 penumpang) berangkat pukul 13.00 WITA
- SB Menara Indah Niklas (69 penumpang) berangkat pukul 14.00 WITA
- SB Sinar Baru Express Junior 2 (59 penumpang) berangkat pukul 14.15 WITA
Harga Tiket dan Fasilitas yang Tersedia
Harga tiket untuk penyeberangan laut dari Nunukan ke Tarakan ditetapkan sebesar Rp280.000 per penumpang. Harga tersebut sudah termasuk asuransi dan retribusi pelabuhan. Selain itu, setiap speedboat juga dilengkapi dengan fasilitas seperti full AC, televisi, serta toilet agar kenyamanan penumpang selama perjalanan tetap terjaga.
Persiapan Menghadapi Ramadan
Meski saat ini belum ada penambahan armada menjelang libur Ramadan, pengelola pelabuhan tetap memastikan operasional berjalan lancar. Kepala UPTD Pelabuhan Liem Hie Djung, Samsul, menyampaikan bahwa pihaknya akan terus memantau kondisi penumpang dan kendala seperti kemacetan speedboat.
Ia menambahkan, masyarakat diimbau untuk datang lebih awal ke pelabuhan guna menghindari antrean, terutama menjelang momen libur Ramadan. Dengan jadwal yang telah ditetapkan, para penumpang dapat merencanakan perjalanan mereka secara lebih baik.

Pemantauan Awal Puasa Ramadan
Sementara itu, awal puasa Ramadan 1447 H akan ditentukan melalui sidang isbat oleh pemerintah. Meski Muhammadiyah telah menetapkan 1 Ramadan pada Rabu, 18 Februari 2026, pemerintah masih akan melakukan sidang isbat pada Selasa, 17 Februari 2026, sebelum menetapkan awal puasa secara resmi.
Dengan adanya persiapan yang matang, masyarakat diharapkan dapat menjalani ibadah puasa dengan tenang dan nyaman. Aktivitas penyeberangan laut tetap menjadi salah satu sarana penting bagi warga yang ingin berkunjung ke Tarakan maupun kembali ke Nunukan.







