Indonesia Menegaskan Dukungan untuk Solusi Dua Negara
Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono, menunjukkan komitmen kuat negara ini dalam mendukung upaya perdamaian di Palestina. Hal ini disampaikan saat ia bertemu dengan Wakil Tetap Palestina untuk PBB, Menteri Riyad Mansour, di Kantor Perwakilan Palestina di New York pada Senin (16/2/2026). Pertemuan yang berlangsung hangat dan bersahabat ini membahas perkembangan situasi terkini di Palestina serta prospek proses perdamaian ke depan.
Agenda pertemuan ini digelar menjelang partisipasi Menlu RI dalam Sidang Dewan Keamanan PBB mengenai situasi di Timur Tengah, termasuk isu Palestina, yang akan diadakan pada 18 Februari.
Dukungan Konsisten Indonesia terhadap Palestina
Pada awal pertemuan, Menlu Sugiono kembali menegaskan dukungan konsisten Indonesia terhadap Palestina. Ia menyampaikan komitmen teguh Indonesia dalam mendorong terwujudnya perdamaian yang adil dan berkelanjutan. Indonesia juga menekankan pentingnya memastikan Solusi Dua Negara sebagai jalan penyelesaian konflik.
Wakil Tetap Palestina untuk PBB, Riyad Mansour, menyampaikan apresiasi mendalam atas kehadiran langsung Menlu RI di New York. Menurutnya, kunjungan tersebut semakin mempererat solidaritas kedua negara dalam mendorong aksi nyata PBB di tengah situasi sulit yang dihadapi rakyat Palestina. Secara khusus, Mansour menekankan bahwa Indonesia memiliki tempat istimewa di hati rakyat Palestina, mengingat eratnya ikatan sejarah kedua bangsa sejak lahirnya Dasasila Bandung pada 1955.
Pembahasan Resolusi DK PBB dan Board of Peace
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak juga bertukar pandangan mengenai implementasi Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803 (2025). Pembahasan mencakup pembentukan Board of Peace dan rencana pengerahan International Stabilization Force (ISF) di Gaza. Wakil Tetap Mansour meyakini Indonesia dapat memainkan peran konstruktif dalam kedua inisiatif tersebut untuk mendorong terwujudnya Solusi Dua Negara.
Menanggapi hal itu, Sugiono menyatakan kesiapan Indonesia untuk mengambil peran yang lebih konkret. “Kami siap berkontribusi lebih jauh, termasuk mempersiapkan kemungkinan pengerahan pasukan penjaga perdamaian ke Gaza, yang dapat diawali dengan bantuan kesehatan dan rekonstruksi,” ujar Menlu Sugiono.
Pernyataan tersebut menegaskan keterlibatan Indonesia tidak hanya bersifat diplomatik, tetapi juga terbuka pada kontribusi teknis dan kemanusiaan di lapangan.

Partisipasi Presiden dalam KTT Board of Peace
Menutup pertemuan, Sugiono menyampaikan rencana partisipasi Presiden RI Prabowo Subianto dalam pertemuan Board of Peace di Washington D.C. pekan ini. Pertemuan tersebut akan dihadiri sejumlah pemimpin dunia, termasuk negara-negara yang tergabung dalam ‘Kelompok 8’ yaitu Indonesia, Arab Saudi, Turki, Mesir, Yordania, Qatar, Uni Emirat Arab, dan Pakistan. Kelompok tersebut aktif mendorong upaya perdamaian di Gaza, Palestina.
Menlu menegaskan, kehadiran Presiden Indonesia bertujuan memastikan setiap langkah tetap berada dalam koridor hukum internasional. “Partisipasi Presiden Indonesia bertujuan memastikan setiap keputusan yang diambil selaras dengan Piagam PBB dan upaya multilateral yang ada, guna membuka jalan bagi perdamaian yang adil dan berkelanjutan,” seru Menlu.

Pertemuan bilateral ini juga sekaligus menegaskan posisi Indonesia yang terus aktif memanfaatkan jalur diplomasi multilateral dalam mendukung perjuangan rakyat Palestina.







