Uni Eropa Hadir dalam Pertemuan Board of Peace, Tapi Bukan Anggota
Uni Eropa akan menghadiri pertemuan perdana Board of Peace yang digagas oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Namun, Brussels menegaskan bahwa partisipasi tersebut tidak berarti Uni Eropa bergabung sebagai anggota dewan tersebut. Komisioner Eropa untuk Mediterania, Dubravka Suica, akan mewakili Uni Eropa dalam pertemuan yang dijadwalkan berlangsung di Washington pada Kamis (19/2/2026).
Penegasan ini disampaikan di tengah berkembangnya peran Board of Peace, yang kini tidak hanya berfokus pada Gaza, tetapi juga pada konflik internasional lainnya.
1. Uni Eropa Hadir untuk Isu Gaza, Bukan Anggota
Juru bicara Uni Eropa, Guillaume Mercier, menyatakan kehadiran Suica dalam forum tersebut bersifat terbatas. Ia akan berpartisipasi dalam pertemuan Board of Peace untuk bagian khusus yang didedikasikan bagi Gaza. Perlu diketahui, Komisi Eropa tidak menjadi anggota Board of Peace.
“Sebagai bagian dari komitmen jangka panjang kami terhadap pelaksanaan gencatan senjata di Gaza dan untuk mendukung rekonstruksi serta pemulihan di Gaza,” ujarnya.
Dengan demikian, Uni Eropa menekankan keterlibatannya bersifat spesifik dan tidak mengubah posisinya secara kelembagaan terhadap dewan tersebut.
2. Peran Board of Peace yang Berkembang
Board of Peace, yang diketuai oleh Presiden Trump, pada awalnya dirancang untuk mengawasi gencatan senjata di Gaza serta proses rekonstruksi pascaperang antara Hamas dan Israel. Namun, seiring waktu, tujuan dewan tersebut berkembang. Board of Peace kini disebut memiliki ambisi untuk menyelesaikan berbagai konflik internasional. Perubahan cakupan ini memicu kekhawatiran, karena Presiden AS berupaya membentuk struktur yang dapat menjadi pesaing Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Beberapa negara anggota Uni Eropa pun menyampaikan keprihatinan atas perkembangan tersebut.

3. Uni Eropa Soroti Tata Kelola dan Kesesuaian dengan Piagam PBB
Juru bicara Uni Eropa lainnya, Anouar El Anouni, menyampaikan masih terdapat sejumlah pertanyaan terkait Board of Peace. “Kami masih memiliki sejumlah pertanyaan mengenai beberapa elemen dalam Board of Peace: pertama mengenai cakupannya, kedua mengenai tata kelolanya, dan ketiga mengenai kesesuaiannya dengan Piagam PBB,” ujarnya.
Pernyataan itu mencerminkan sikap hati-hati sebagian negara anggota Uni Eropa terhadap inisiatif tersebut. Meski demikian, Uni Eropa tetap menegaskan komitmennya dalam mendukung pelaksanaan gencatan senjata dan rekonstruksi Gaza.
Partisipasi dalam pertemuan pekan ini disebut difokuskan pada isu kemanusiaan dan pemulihan wilayah tersebut, tanpa implikasi keanggotaan formal dalam Board of Peace.

4. Komentar Terkait Rekonstruksi Gaza
Trump sendiri telah menyatakan bahwa Board of Peace menjanjikan dana sebesar Rp84,2 triliun untuk rekonstruksi Gaza. Hal ini menunjukkan bahwa dewan tersebut berupaya memberikan bantuan finansial yang signifikan untuk pemulihan wilayah tersebut.
Namun, meskipun ada dukungan finansial, banyak pihak tetap mempertanyakan efektivitas dan transparansi dewan dalam menjalankan misinya. Sejumlah ahli menilai bahwa Board of Peace perlu menunjukkan kemampuan yang lebih baik dalam mengelola sumber daya dan menjaga hubungan dengan organisasi internasional seperti PBB.
5. Persiapan Menuju KTT Board of Peace
Menjelang KTT Board of Peace, Menteri Luar Negeri melakukan kunjungan ke Wakil Tetap Palestina di PBB. Ini menunjukkan bahwa masalah Gaza dan konflik Timur Tengah tetap menjadi prioritas utama dalam dialog internasional. Kunjungan ini juga bertujuan untuk memperkuat koordinasi antara negara-negara yang peduli terhadap situasi di wilayah tersebut.
Dengan adanya pertemuan-pertemuan seperti ini, diharapkan akan tercipta solusi yang lebih inklusif dan berkelanjutan untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.







