Aturan Baru untuk Pasar Takjil di Kota Malang
Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang telah mengumumkan aturan baru terkait pemanfaatan badan jalan untuk aktivitas masyarakat, termasuk rencana pembukaan pasar takjil selama Ramadan. Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, menekankan bahwa seluruh kegiatan yang menggunakan badan jalan kini wajib memiliki penanggung jawab serta izin resmi.
“Sekarang harus ada penanggung jawabnya, misalnya RT/RW,” ujar Widjaja, Minggu (15/2/2026). “Dari penanggung jawab itulah syarat penggunaan badan jalan berlaku. Harus ada izin. Sampai hari ini belum ada permohonan yang masuk,” lanjut dia.
Widjaja menegaskan bahwa penyelenggara kegiatan, termasuk pasar takjil, diwajibkan menyediakan area parkir. Ia tidak ingin kendaraan pengunjung diparkir sembarangan hingga menyebabkan kemacetan.
“Mereka harus menyediakan parkir, jangan sampai semua diparkir semaunya sendiri,” kata Widjaja. Ia juga mengingatkan bahwa transaksi di atas kendaraan, penjual melayani dari motor atau mobil, dilarang.
“Dilarang melayani penjual atau pembeli di atas kendaraan. Kami menunggu Surat Edaran (SE) untuk pelaksanaannya,” tegasnya.
Menurut Widjaja, salah satu titik yang sebelumnya kerap menciptakan kepadatan arus lalu lintas adalah Jalan Soekarno-Hatta atau Suhat. Namun untuk Ramadan tahun ini, ia berharap tidak ada lagi aktivitas pasar takjil di badan jalan.
“Di Suhat sepertinya tidak ada. Kalau pun ada, seharusnya masuk ke area Krida Budaya. Saya harapkan tidak ada lagi,” ujarnya.
Dishub juga tengah menunggu aturan baru terkait pembatasan kendaraan berat yang masuk ke pusat kota. Peraturan tersebut akan dikeluarkan oleh Kemenhub. Widjaja mengingatkan pelaku usaha yang selama ini berjualan di pinggir jalan agar mulai tertib dan mengikuti aturan.
“Kalau yang lama-lama, kami minta bertanggung jawab. Jangan semaunya sendiri, jangan berjualan sembarangan. Kita harus berubah sedikit demi sedikit,” katanya.
Selain itu, kegiatan yang menggunakan badan jalan wajib menerapkan tarif parkir normal sesuai ketentuan serta melapor ke Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) terkait retribusi. Widjaja menegaskan bahwa masalah utama bukan hanya pasar takjil, tetapi semua bentuk kegiatan yang memanfaatkan tepi jalan tanpa penataan yang jelas.
“Kepadatan arus lalu lintas itu karena ada kegiatan di pinggir jalan. Maka itu harus kami atur. Harus ada izinnya, peraturannya. Yang perlu diatur adalah proses terjadinya transaksi,” jelasnya.
Ia berharap, masyarakat memahami bahwa penertiban ini dilakukan demi menjaga kelancaran lalu lintas dan kenyamanan warga selama bulan Ramadan. “Bukan hanya pasar takjil, apapun kegiatan yang menggunakan badan jalan berpotensi menimbulkan kemacetan. Itu yang harus kita tata,” pungkasnya.
Kampung Pentol Mojoranu Jombang Jadi Motor Ekonomi Lokal
Upaya memperkuat identitas ekonomi lokal dilakukan mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Darul Ulum Jombang dengan memasang plang bertuliskan ‘Kampung Pentol’ di Dusun Mojoranu, Desa Tanggalrejo, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang pada Senin (16/2/2026).
Langkah ini menjadi simbol pengakuan atas geliat usaha mikro yang telah lama tumbuh dan menghidupi warga setempat. Dusun Mojoranu selama ini dikenal sebagai sentra produksi pentol rumahan. Dari hasil pendataan mahasiswa, terdapat sedikitnya empat produsen aktif yang menjalankan usaha secara rutin.

Aktivitas produksi tersebut tak hanya menopang kebutuhan keluarga, tetapi juga membuka peluang kerja bagi warga sekitar. Rantai ekonomi pentol di dusun ini terbilang kuat. Sekitar 20 warga tercatat menjadi penjual pentol keliling yang memasarkan produk hingga ke sejumlah wilayah di Mojoagung dan daerah lain di luar kecamatan.
Mojoranu, Penggerak Ekonomi Berbasis UMKM
Distribusi yang luas itu bisa menjadikan Mojoranu sebagai salah satu penggerak ekonomi berbasis UMKM di Desa Tanggalrejo. Koordinator Desa KKM UNDAR Tanggalrejo, Sigit Andiska, menuturkan gagasan pemasangan plang lahir dari observasi langsung di lapangan.
Menurutnya, potensi ekonomi yang sudah terbentuk tersebut perlu diperkuat dengan identitas yang jelas. “Selama kami turun ke lapangan, terlihat bahwa usaha pentol di sini bukan sekadar usaha sampingan. Ada produsen, ada penjual, dan ada warga yang ikut terlibat dalam proses produksi. Ini sudah menjadi ekosistem ekonomi. Identitas ‘Kampung Pentol’ kami harap bisa mempertegas potensi itu,” ucap Sigit saat dikonfirmasi terpisah oleh Infomalangraya.com pada Senin (16/2/2026).
Ia menambahkan, plang tersebut bukan hanya penanda wilayah, melainkan bagian dari strategi membangun citra dan kebanggaan kolektif warga. Dengan branding yang kuat, peluang pengembangan usaha dinilai semakin terbuka, baik dari sisi pemasaran maupun jejaring distribusi.
Program ini, lanjut Sigit, juga menjadi wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. “Mahasiswa tidak hanya melakukan kegiatan seremonial, tetapi berupaya menghadirkan program yang berdampak langsung di desa setempat. Dan ini salah satu upaya yang kami lakukan,” kata Sigit melanjutkan.
Ke depan, mahasiswa KKM UNDAR berharap inisiatif ini dapat ditindaklanjuti dengan program lanjutan seperti penguatan kemasan produk, pemanfaatan pemasaran digital, hingga perluasan pasar agar UMKM pentol Mojoranu semakin kompetitif.
“Kami meyakini, jika ditambah sentuhan kemasan produk modern dan pemasaran digital digencarkan, pemasaran produk pentol dusun ini bisa lebih luas, dan bis bersaing kompetitif dengan produk lainnya,” bebernya.
Diharapkan Dikenal sebagai Kampung Kreatif
Dengan identitas baru tersebut, Dusun Mojoranu diharapkan semakin dikenal sebagai kampung kreatif berbasis ekonomi kerakyatan, sekaligus membuka ruang kolaborasi berkelanjutan antara warga, pemerintah desa, dan perguruan tinggi dalam mengembangkan potensi lokal. Apresiasi datang dari Pemerintah Desa Tanggalrejo.
Kepala Desa Tanggalrejo, Dimas Wahyu Ramadhana, menyampaikan terima kasih atas kreativitas dan kontribusi mahasiswa yang telah membantu membangun citra dusun. “Kami menyambut baik inovasi ini. Semoga ini menjadi langkah awal yang positif untuk memperkenalkan potensi Mojoranu secara lebih luas,” ungkapnya dalam keterangan yang diterima.







