Strategi Komprehensif TPID untuk Jaga Stabilitas Harga Pangan Saat Ramadan dan Idulfitri
Balikpapan, Penajam Paser Utara, dan Paser kini tengah mempersiapkan strategi komprehensif untuk menjaga stabilitas harga pangan selama bulan Ramadan dan Idulfitri. Strategi ini berfokus pada empat aspek utama yang dikenal dengan istilah 4K, yaitu Keterjangkauan harga, Ketersediaan pasokan, Kelancaran distribusi, dan Komunikasi yang efektif. Langkah ini diambil setelah dilakukannya High Level Meeting (HLM) gabungan yang digelar di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan pada 18 Februari 2026.
Bupati Penajam Paser Utara Mudyat Noor menekankan bahwa menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), TPID harus segera mengimplementasikan program kerja agar dapat menjaga stabilitas harga pangan strategis. Menurutnya, koordinasi antarlembaga dengan mengacu pada aspek 4K menjadi kunci utama dalam mengendalikan inflasi daerah.
Sebagai bentuk nyata dari strategi tersebut, TPID Kabupaten Penajam Paser Utara telah melaksanakan beberapa program antisipasi, antara lain:
- Monitoring terpadu di pasar tradisional dan toko modern pada tanggal 9 dan 12 Februari 2026.
- Operasi Pasar Murah di Kecamatan Sepaku pada 27 Januari 2026.
- Pelaksanaan Gerakan Pangan Murah di Desa Karang Jinawi pada 10 Februari 2026 dan Desa Bukit Subur pada 12 Februari 2026.
Selain itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan Robi Ariadi menyoroti pentingnya mitigasi operasional SPPG-MBG yang meningkat pada tahun 2026. Ia menegaskan bahwa operasionalisasi program ini perlu dikelola secara komprehensif untuk meminimalkan risiko gejolak harga, khususnya menjelang periode HBKN seperti Ramadan dan Idulfitri.
Robi juga menekankan pentingnya kerja sama pasokan dengan produsen dan distributor pangan serta optimalisasi penggunaan bahan pangan lokal dalam menu MBG sebagai strategi krusial dalam mengantisipasi lonjakan permintaan. Selain itu, ia menyebutkan bahwa sinergi antarpihak terkait sangat penting mengingat keterbatasan anggaran daerah akibat pemotongan dana transfer daerah.
Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud, selaku Ketua TPID Balikpapan, menyoroti kebutuhan penyusunan neraca pangan yang lengkap sebagai fondasi perencanaan menjelang Ramadan. Neraca pangan disusun dengan memastikan jumlah kebutuhan pangan Kota Balikpapan dan produksi yang dapat dipenuhi dari pasokan lokal. Hal ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi defisit yang perlu ditutup melalui pasokan dari luar daerah.
Lebih jauh, Rahmad menekankan perlunya optimalisasi Kerja Sama Antar Daerah (KAD) dalam pemenuhan pasokan bahan pangan prioritas dengan Kabupaten Penajam Paser Utara dan Paser. Kerja sama ini juga melibatkan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) untuk menjalankan fungsi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) pangan.
Menurutnya, pemanfaatan produk pangan lokal dalam program MBG perlu ditingkatkan agar memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi daerah, sekaligus menjaga stabilitas pasokan di masa puncak permintaan.
Selain itu, sebagai tindak lanjut dari kegiatan business matching yang telah difasilitasi sebelumnya, HLM TPID menandai penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara mitra SPPG-MBG dengan produsen dan distributor pangan terpilih untuk mendukung kesinambungan operasionalisasi MBG.
Di Kota Balikpapan, kerja sama melibatkan 5 mitra SPPG-MBG dengan enam produsen dan distributor pangan. Di Kabupaten Penajam Paser Utara, kerja sama melibatkan empat mitra SPPG-MBG dengan satu produsen tahu. Penandatanganan MoU ini diharapkan mampu menjamin kontinuitas pasokan bahan pangan, khususnya menjelang periode Ramadan dan Idulfitri yang secara historis selalu diikuti oleh lonjakan permintaan dan potensi gejolak harga.
Wakil Bupati Paser Ikhwan Antasari memaparkan kontribusi Kabupaten Paser dalam menjaga stabilitas pasokan regional melalui program “Paser BERAKSI” (BeteRnak Ayam atasi gejolaK InflaSI). Program ini berhasil mendorong peningkatan produksi telur ayam ras, menjadikan Kabupaten Paser sebagai daerah percontohan pengembangan hilirisasi integrasi unggas secara nasional di bawah Danantara.
Sebagai salah satu sentra produksi produk unggas, Kabupaten Paser berpotensi menjadi penyangga pasokan bagi wilayah Balikpapan dan Penajam Paser Utara, terutama di saat permintaan meningkat menjelang Ramadan. Adapun, Ikhwan menyambut baik penandatanganan kerja sama pasokan dalam HLM sebagai langkah strategis mitigasi risiko gejolak harga.







