Kinerja CU Noken Mambura di Papua Menghadapi Tantangan Ekonomi Global
Koperasi Simpan Pinjam Credit Union (CU) Noken Mambura, yang berada di bawah naungan Keuskupan Jayapura, kembali menunjukkan kinerja yang mengesankan dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) XI Tahun Buku 2025. Acara ini diselenggarakan di Kota Jayapura, Papua, pada Sabtu (21/2/2026), dan menjadi momen penting untuk mengevaluasi pencapaian serta merencanakan langkah-langkah ke depan.
Pencapaian Finansial yang Mengesankan
Dalam RAT tersebut, Ketua Pengurus CU Noken Mambura, Veronika Valentina Hadjon, menyampaikan bahwa selama tahun 2025, koperasi berhasil merealisasikan aset sebesar Rp 39,08 miliar. Angka ini mencapai 103 persen dari target awal sebesar Rp 38,08 miliar. Sementara itu, pendapatan koperasi mencapai Rp 2,5 miliar, atau 115 persen dari target yang ditetapkan.
Selain itu, RAT ini juga menjadi ajang pengukuhan pengurus baru organisasi CU Noken Mambura untuk periode 2026-2028. Veronika menjelaskan bahwa koperasi kini telah mengadopsi teknologi melalui aplikasi SCT, sehingga anggota dapat memantau perkembangan finansial mereka secara langsung melalui ponsel.
Tantangan dalam Pengelolaan Risiko Kredit
Meskipun kinerja keuangan terlihat sehat dengan Sisa Hasil Usaha (SHU) mencapai Rp 606 juta, pengurus CU Noken Mambura memberikan catatan pada aspek risiko kredit. Realisasi kredit lalai tercatat berada di angka 11,80 persen, yang melampaui batas toleransi target sebesar 7,60 persen. Hal ini menjadi perhatian utama untuk menjaga stabilitas koperasi di masa depan.
Selain itu, realisasi Piutang hanya mencapai 82 persen dari target Rp 22,3 miliar. Jumlah anggota CU Noken Mambura saat ini mencapai 2.584 orang, dari target 3.000 anggota.
Apresiasi dari Pemerintah Provinsi Papua
Pemerintah Provinsi Papua mengapresiasi kinerja pengurus serta pelaksanaan RAT CU Noken Mambura. Plt Kepala Dinas Tenaga Kerja Koperasi UKM dan Transmigrasi Provinsi Papua, Jimmy Yosaphat Thesia, menyampaikan bahwa capaian ini terbilang bagus dan perkembangannya cepat.
Menurutnya, saat ini sudah ada 995 koperasi dikukuhkan di Papua, termasuk keanggotaan Koperasi Merah Putih. Ia berharap CU Noken Mambura dapat menopang stabilisasi perekonomian Provinsi Papua, serta mendorong kesejahteraan masyarakat.
Misi Solidaritas dan Kemandirian
Pembina CU Noken Mambura, Uskup Jayapura Mgr Yanuarius Theofilus Matopai You Pr, menekankan bahwa esensi Credit Union bukan sekadar mengumpulkan modal, melainkan manifestasi dari gereja yang mandiri, solider, dan partisipatif. Ia mengingatkan agar modal yang terkumpul benar-benar digunakan untuk usaha produktif, terutama di sektor pendidikan dan kesehatan.
“CU ini semakin berkembang. Prater-prater saya tugaskan belajar khusus ke Makassar. Jadi, CU ini bukan kacang-kacang,” ujarnya. Meski begitu, ia mengingatkan semua pihak terkait dalam CU di bawah pembinaan Keuskupan Jayapura itu agar benar-benar memanfaatkan wadah koperasi simpan pinjam secara produktif demi meningkatkan kesejahteraan.

Komitmen untuk Pendidikan dan Kesehatan
Selain itu, misi koperasi untuk pendidikan dan kesehatan tanpa melihat latar belakang orang yang membutuhkan pertolongan. “Maksud CU ini bukan hanya kumpul uang, tetapi ada misi lain yang harus dicapai melalui moto yang telah kita ucapkan. Sesuai misi mewujudkan gereja yang mandiri, solider dan partisipatif,” tegasnya.
Ia menekankan agar para pengurus dan anggota bertanggung jawab dalam hal hak dan kewajiban, serta saling percaya demi kemajuan CU Noken Mambura. “Usaha itu meningkatkan kesejahteraan para anggota. Perlu dijaga jangan sampai kredit macet bertambah,” pungkasnya.
Yanuarius juga menegaskan bahwa pengurus CU Noken Mambura tidak perlu mengajukan bantuan berupa proposal ke pihak mana pun, sebab wadah tersebut sudah mandiri dan punya legalitas lengkap. “Tidak perlu badan pengurus membuat bantuan, termasuk proposal ke Koperasi Merah Putih. Tidak usah. Kita mampu. Kita hidup dari keringat kita. Kita minum dari sumur kita. Kita belajar mandiri.”
Penilaian dari Pihak Luar
Sementara itu, Ketua Umum Pusat Koperasi Kredit Jakarta, Pujo Prihartanto, mengakui keabsahan serta kemandirian CU Noken Mambura. “CU Noken Mambura sudah memenuhi persyaratan itu semua, mulai AD/ART. Saya memberi apresiasi kepada para pengurus,” ujarnya. Hanya, Pujo menganjurkan kepada pihak pengurus CU agar mengantisipasi tantangan global di tengah sulitnya perekonomian dunia akibat kebijakan pemerintah Amerika Serikat.







