Wisata Kawung Tilu di Kampung Ciranggon: Lokasi Ngabuburit yang Menyenangkan
Wisata Kawung Tilu di Kampung Ciranggon, Cikarang Timur, menjadi salah satu pilihan menarik untuk menghabiskan waktu ngabuburit selama bulan Ramadan. Tempat ini menawarkan suasana alam hutan jati yang sejuk dan menyenangkan, lengkap dengan kuliner khas Sunda yang lezat, terutama sate maranggi sebagai menu utama.
Selama bulan suci Ramadan 2026, wisata ini buka dari pukul 15.00 hingga 22.00 WIB. Tidak ada tiket masuk, sehingga pengunjung bebas masuk tanpa biaya. Lokasi ini memiliki belasan saung atau gazebo yang nyaman, playground, serta kapasitas untuk menerima 200–300 pengunjung sekaligus. Harga makanan yang ditawarkan sangat terjangkau, mulai dari Rp5.000 hingga Rp70.000 per porsi.
Akses ke lokasi ini cukup mudah. Pengunjung dapat menggunakan jalur Pantura via Bojongsari Raya atau dari Kalimalang melalui Jalan Cilampayan (arah Lapas Cikarang). Untuk memudahkan pencarian, cukup ketik “wisata Kawung Tilu Cikarang” di Google Maps, lalu ikuti petunjuk arahnya.
Suasana Alami yang Menyenangkan
Kawung Tilu dikelilingi oleh hutan jati yang hijau dan sejuk, memberikan pengalaman berbeda saat menunggu azan magrib. Alunan musik instrumen khas Sunda yang pelan menambah kesan kental nuansa Parahyangan. Banyak keluarga yang bersantai di saung-saung yang tersedia, sementara pengunjung lain berfoto di bawah pepohonan jati yang menjulang.
Putri Mesita Sukma, pengunjung asal Bekasi, mengungkapkan kekagumannya terhadap tempat ini. Ia mengetahui Kawung Tilu melalui media sosial dan merasa terkesan dengan keteduhan dan kebersihan saung-saung yang tersedia. “Tempatnya adem, alamnya masih terasa. Cocok buat tunggu buka puasa,” katanya.
Menjelang waktu berbuka, aroma sate maranggi mulai menguar, menggugah selera. Menu ini menjadi primadona yang paling dicari. Daging yang dibakar perlahan di atas bara disajikan dengan sambal khas, menjadi penanda manis datangnya waktu berbuka.
Berbagai Pilihan Menu yang Lezat
Selain sate maranggi, pengunjung juga bisa menikmati aneka hidangan lain seperti sop iga, ikan nila, gurame, pepesan, karedok, dan ayam bakar. Harga masing-masing menu berkisar antara Rp15.000 hingga Rp70.000 per porsi. Sate maranggi sendiri dibanderol mulai dari Rp3.000 hingga Rp4.000 per tusuk.
Tidak hanya makanan, pengunjung juga bisa menikmati minuman segar seperti jus alpukat, jus melon, jus mangga, es jeruk, maupun es teh manis. Semua menu ini disajikan dengan harga yang relatif terjangkau, sesuai dengan harapan para pengunjung.
Fasilitas yang Lengkap
Fasilitas di lokasi wisata ini cukup lengkap. Belasan saung atau gazebo disediakan untuk pengunjung yang ingin makan. Selain itu, terdapat playground dan outbond yang siap digunakan. Kapasitas pengunjung mencapai 200–300 orang, membuat tempat ini cocok untuk berkumpul bersama keluarga atau teman.
Pengelola Sate Maranggi Mbah Goen, Hijaz Al-Hadi, menjelaskan bahwa selama Ramadan, Kawung Tilu beroperasi dari pukul 15.00 hingga 22.00 WIB. Takjil gratis seperti kurma dan camilan manis juga disediakan.
Keistimewaan Kawung Tilu
Sate Maranggi Mbah Goen sudah berdiri sejak enam bulan lalu di Rest Area Mbah Goen di irigasi BKG 5 Kampung Ciranggon. Karena semakin banyak pengunjung, maka Sate Maranggi Mbah Goen membuka cabang di Wisata Kawung Tilu.
Hijaz menjelaskan bahwa selain menawarkan rasa yang lezat, Kawung Tilu juga memberikan pengalaman alam yang indah. Suasana alam dan kebersihan lingkungan menjadi prioritas. Selain itu, pekerja di lokasi ini sebagian besar adalah warga setempat, termasuk ibu rumah tangga, sehingga memberdayakan masyarakat sekitar.
Menu yang paling laku selain sate maranggi adalah sop iga, ikan nila, dan gurame. Harga masing-masing menu pun cukup terjangkau, mulai dari Rp15.000 hingga Rp70.000 per porsi.
Dengan suasana alam yang sejuk dan menu kuliner yang lezat, Kawung Tilu di Kampung Ciranggon menjadi pilihan ideal untuk menghabiskan waktu ngabuburit selama Ramadan. Jika Anda mencari tempat yang nyaman dan menarik, tidak ada salahnya untuk berkunjung ke sini.







