Latar Belakang Keluarga Utsman bin Affan
Utsman bin Affan, salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW yang terkenal dengan julukan Dzun Nurain (pemilik dua cahaya), lahir dari keluarga Bani Umayyah, salah satu kabilah Quraisy. Ia dilahirkan di Makkah, Arab Saudi, enam tahun setelah tahun gajah. Sejak kecil, Utsman dikenal sebagai sosok yang memiliki akhlak mulia, sifatnya pemalu, sopan, suci lisannya dan tidak pernah menyakiti orang lain. Ia tidak terlalu menyukai kegaduhan dan lebih memilih berada dalam ketenangan. Utsman bahkan rela mengorbankan nyawanya demi menjauhi hal-hal seperti itu.
Karena perangainya yang baik inilah, Utsman sangat dicintai kaum Quraisy. Dia hidup di tengah kalangan musyrikin Quraisy yang menyembah berhala, namun ia tak menyukai kesyirikan, menyembah roh, serta adat istiadat yang kotor.
Masuk Islam dan Peran Penting dalam Dakwah
Ketika Allah SWT memerintahkan Rasulullah SAW berdakwah di jalan-Nya, dan Abu Bakar sudah masuk Islam, Nabi pun pergi mendatangi Utsman dan mengajaknya masuk Islam. Utsman seketika menerima ajakan tersebut. Hal ini dikarenakan, agama ini mengajak kepada tauhid, membasmi kesirikan, dan di dalamnya terdapat seruan untuk berakhlak mulia.
Utsman akhirnya beriman di agama Islam, dan beriman kepada Rasulullah SAW. Karena ia mengetahui benar kejujuran, kemuliaan akhlak dan amanah Nabi Muhammad SAW. Utsman bin Affan termasuk dalam orang-orang terdahulu yang pertama masuk Islam.

Hijrah dan Keberanian Utsman
Setelah Utsman bin Affan masuk Islam, reaksi kaum Quraisy tentunya tidak senang, mereka tidak membiarkan begitu saja. Kaum Quraisy mulai menyakiti Utsman bersama orang-orang beriman lainnya. Kian hari siksaan kaum Quraisy kian bertambah. Maka kaum muslimin pun hijrah ke negeri Habasyah (Ethiopia), Utsman bersama istrinya, Ruqayyah binti Nabi Muhammad SAW adalah salah satu pelopor hijrah tersebut. Ia termasuk orang pertama yang berhijrah dari umat Islam.
Utsman hijrah dan meninggalkan negeri serta keluarganya demi berpegang pada agama dan aqidahnya. Kemudian setelah mendapat kabar akan Islamnya penduduk Makkah, mereka pun kembali, namun sayangnya berita itu tidak benar. Meski begitu, mereka tetap memasukki Kota Makkah. Utsman kembali menetap di kota Makkah dan mendapatkan gangguan dan penganiayaan. Tapi hati Utsman tetap teguh di jalan Allah SAW, hingga akhirnya Rasulullah dan sahabat lainnya, termasuk Utsman hijrah ke Kota Madinah. Sehingga Utsman termasuk orang yang berhijrah dua kali.

Kekhalifahan yang Penuh Kebaikan
Sepeninggalnya Rasulullah SAW, Abu Bakar ash-Shidiq menjadi khalifah pertama yang melanjutkan kepemimpinan selama dua tahun, kemudian setelah Abu Bakar wafat khalifah selanjutnya adalah Umar bin Khattab. Umar memimpin selama 10 tahun, Umar terbunuh oleh Abu Lu’lu, kemudian gelar khalifah diteruskan Utsman bin Affan selama 13 tahun.
Utsman bin Affan memimpin rakyatnya dengan lemah lembut dan toleransi dalam bermuamalah dengan mereka. Pemerintahan Utsman berlangsung sangat baik, ia banyak melakukan penaklukan-penaklukan di timur dan barat. Pemerintahan Utsman juga melakukan inovasi-inovasi, salah satunya adalah memperbaiki dan memperluas Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah. Tak hanya itu, Utsman juga membukukan Al-Quran. Di bawah kepemimpinan Utsman, umat Islam mengalami kejayaan.
Namun pada periode kedua pemerintahannya, Utsman difitnah Abdullah bin Saba’, seorang Yahudi yang berpura-pura masuk Islam. Hal ini kemudian membuat rumah Utsman dikepung, hingga dibunuh seorang pemberontak bernama Al-Gafiqi.







