Tradisi Salat Tarawih Cepat di Ponpes Mambaul Hikam Blitar
Pondok Pesantren (Ponpes) Mambaul Hikam, yang terletak di Desa Mantenan, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, memiliki tradisi unik dalam melaksanakan salat tarawih selama Bulan Ramadan. Tradisi ini telah berlangsung sejak tahun 1907 dan masih terjaga hingga saat ini. Dalam pelaksanaannya, salat tarawih di Ponpes ini dilakukan dengan durasi yang jauh lebih cepat dibandingkan dengan kebiasaan umum.
Salat tarawih di Ponpes Mambaul Hikam biasanya dilaksanakan dalam waktu 10-13 menit. Hal ini membuat banyak jemaah dari berbagai daerah seperti Kediri dan Tulungagung antusias untuk ikut serta. Pada malam Kamis (19/2/2026), ratusan jemaah hadir di Masjid Pondok Mantenan yang mampu menampung sekitar 750 orang. Namun, karena jumlahnya yang cukup besar, sebagian jemaah memilih duduk di luar masjid dengan menggelar sajadah di atas terpal.
Durasi dan Kecepatan Salat Tarawih
Salat Isya, tarawih, dan witir yang biasanya memakan waktu 30-45 menit, di Ponpes Mambaul Hikam hanya memakan waktu sekitar 10-13 menit. Dalam salat tersebut, jemaah melakukan 20 rakaat tarawih dan 3 rakaat witir. Meski durasinya singkat, semua rukun dan sunnah dalam salat tetap dilaksanakan secara lengkap.
Salat tarawih cepat ini dinilai cocok bagi jemaah yang masih muda. Seperti yang diungkapkan oleh Romadoni (31), warga Udanawu, ia merasa senang dengan suasana salat tarawih di sini. Menurutnya, salat yang cepat memungkinkan jemaah untuk segera beristirahat setelah selesai.
Slamet (27), warga lainnya, juga menyampaikan bahwa ia selalu mengikuti salat tarawih di Ponpes Mambaul Hikam setiap Ramadan. Ia mengaku suka dengan durasi yang cepat, karena bisa segera pulang dan beristirahat.
Sejarah Awal Tradisi
Tradisi salat tarawih cepat di Ponpes Mambaul Hikam bermula dari Mbah Abdul Ghofur, pendiri pondok sekaligus kakek dari Pengasuh Ponpes KH Muhammad Dliyauddin Azzamzami atau Gus Dliya’. Menurut Gus Dliya’, alasan utama mbahnya mencetuskan tradisi ini adalah karena kondisi masyarakat di sekitar pondok yang masih banyak terdiri dari para mualaf dan pekerja petani.
Dulu, banyak warga yang tidak datang ke masjid karena durasi salat tarawih yang terlalu panjang. Oleh karena itu, Mbah Abdul Ghofur mencetuskan salat tarawih yang lebih cepat sebagai solusi agar masyarakat tetap antusias mengikuti ibadah.
Pentingnya Rukun dan Sunnah
Meskipun durasinya singkat, Gus Dliya’ menegaskan bahwa salat tarawih di Ponpes Mambaul Hikam tidak mengurangi rukun dan kesunahan dalam salat. Semua bacaan Alfatihah, surat-surat pendek, dan sunnah-sunah yang biasa dilakukan tetap dijalankan. Standar durasi salat tarawih di sini adalah 13-15 menit, namun jika imamnya muda, durasinya bisa mencapai 10 menit.
Tradisi ini terbukti sangat diminati oleh masyarakat sekitar dan menjadikannya sebagai salah satu tempat salat tarawih yang paling ramai di wilayah Blitar. Bahkan, banyak jemaah yang rela datang dari jarak yang cukup jauh hanya untuk ikut dalam salat tarawih cepat ini.







