Kehilangan yang Mendalam
Rubiyah Kartini (51) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia terapung di aliran Sungai Enim, Kampung 2, Desa Tanjung Raja, Kecamatan Muara Enim pada Sabtu, 6 Juni 2026 pagi. Kepergian sang ibu meninggalkan rasa kehilangan yang sangat dalam bagi keluarganya, khususnya putrinya yang mengunggah pesan penuh keikhlasan di media sosial.
Pihak keluarga sempat menyebarkan poster pencarian orang hilang di berbagai platform media sosial demi menemukan keberadaan korban. Mereka bahkan membagikan ciri-ciri fisik korban seperti tinggi badan 150 cm, kulit kuning langsat, dan tubuh berisi. Korban terakhir kali terlihat di BTN Pama, Tanjung Enim, Kecamatan Lawang Kidul, Muara Enim.
Kepastian berpulangnya sang ibu dikonfirmasi langsung oleh putri korban melalui akun Instagram pribadinya, @inestasyiasanes. Unggahan tersebut menyiratkan rasa kehilangan yang berat sekaligus keikhlasan yang mendalam dari pihak keluarga. “Ibuu.. Kami udah ikhlas bu, alhamdulillah akhirnya ketemu ibu. Yg tenang di sana ibu kesayangan ines. Ternyata Allah lebih sayang ibu, surga tempat ibu Aamin,” tulis sang anak, Minggu (7/6/2026).
Ines, sang anak, membagikan potret sang ibunda yang memiliki paras cantik dan bersahaja. Semasa hidupnya, Rubiyah selalu memberikan kasih sayang dengan anak dan cucu-cucunya. Sang anak kerap mengajak sang ibunda pergi jalan-jalan menghabiskan waktu bersama keluarga tercinta. Bahkan, Ines menuliskan bahwa ia bersama sang ibu telah membeli tiket untuk menonton film di bioskop Palembang pada Minggu (7/6/2026).
Pihak keluarga dan kerabat pun telah mengantarkan jenazah korban ke tempat peristirahatan terakhirnya. “Assalamualaikum ibu. Sudah di rumah baru ya bu, kami semua sudah ikhlas, ibu udah tenang, surga tempat ibu aamiin,” tulisnya sembari menyertakan foto pusara baru tempat peristirahatan terakhir ibundanya.
Penemuan Jasad Mengapung di Sungai
Jasad Rubiyah Kartini ditemukan meninggal dunia dalam kondisi membengkak dan terapung di Sungai Enim oleh dua warga yang hendak memancing di Sungai Enim, Desa Tanjung Raja, Muara Enim, Sabtu (6/6/2026) pagi. Diberitakan sebelumnya, warga Desa Tanjung Raja, Kecamatan Muara Enim, Kabupaten Muara Enim, mendadak heboh. Pasalnya, warga secara tidak sengaja menemukan sosok mayat perempuan (Mrs. X) terapung di Sungai Enim, di Kampung 2, Desa Tanjung Raja, Kecamatan Muara Enim, Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumsel, Sabtu (6/6/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.
Dari informasi yang dihimpun, mayat tersebut pertama kali ditemukan secara tidak sengaja oleh dua warga Tanjung Raja, yakni Apin dan Adam, yang bermaksud ingin memancing di Sungai Enim dengan menggunakan perahu. Ketika menyeberang sungai, secara tidak sengaja melihat sosok mayat perempuan nyaris tanpa busana terapung tersangkut di Sungai Enim posisi terlentang. Kondisi tubuhnya sudah membengkak dan mengeluarkan aroma tidak sedap. Kemudian, mayat korban dievakuasi ke pinggir sungai dan diberitahukan ke perangkat desa serta aparat atas penemuan Mrs. X tersebut.
Penyelidikan dan Autopsi
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Muara Enim, AKP Andrian, membenarkan adanya penemuan mayat perempuan tanpa identitas tersebut. Menurutnya, penyebab kematian korban hingga kini masih dalam penyelidikan dan belum dapat dipastikan. Untuk mengetahui penyebab pasti kematian, jenazah akan menjalani autopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Palembang.
“Kami masih melakukan penyelidikan. Penyebab kematian belum bisa dipastikan dan akan diketahui setelah dilakukan autopsi,” kata AKP Andrian, Minggu (7/6/2026). AKP M Andrian mengungkapkan pihak keluarga telah yakin itu adalah keluarga mereka setelah melihat dari ciri-ciri khusus fisik korban yang dikenalnya dan anting-anting yang masih dipakai korban ketika ditemukan.
“Kemarin ada keluarganya yang datang ke kamar mayat, mengakui jika mayat tersebut adalah Rubiyah Kartini,” ujar Kasat Reskrim, AKP M Andrian.
Hasil Pemeriksaan Awal
Diketahui jenazah Rubiyah sempat menjalani pemeriksaan medis awal di RSUD dr. H.M. Rabain Muara Enim. Dokter yang melakukan pemeriksaan awal, dr. Geo Vanda, mengatakan dari hasil visum sementara tidak ditemukan tanda-tanda luka serius pada tubuh korban. Namun, terdapat luka akibat benturan benda tumpul di bagian kepala.
“Untuk saat ini kami belum bisa memastikan penyebab luka tersebut, apakah akibat tindak kekerasan, benturan saat berada di sungai, atau penyebab lainnya. Hal itu harus dipastikan melalui pemeriksaan lebih lanjut dengan autopsi,” ujarnya.







