Pertumbuhan Signifikan KSP CU Bahtera Sejahtera di Tahun 2025
Pada tahun 2025, KSP Credit Union Bahtera Sejahtera mencatatkan pertumbuhan yang signifikan dalam berbagai aspek. Hal ini terlihat dari peningkatan jumlah anggota, pertumbuhan aset, serta peningkatan pendapatan yang mencerminkan keberhasilan strategi pengelolaan koperasi. Pada acara Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-XIX yang diselenggarakan di Aula Cherubim Convention Hall, Maumere, Kabupaten Sikka, pada hari Sabtu (21/2/2026), Ketua Pengurus KSP Credit Union Bahtera Sejahtera, Gelfridus Gonde, menyampaikan bahwa tahun 2025 adalah “tahun rahmat” bagi lembaga tersebut.
Capaian Kerja Keras dan Pertumbuhan Anggota
Di tengah dinamika ekonomi yang belum sepenuhnya pulih, KSP CU Bahtera Sejahtera berhasil menunjukkan pertumbuhan yang positif. Per 31 Desember 2025, jumlah anggota tercatat sebanyak 8.332 orang, meningkat sebesar 1.284 orang dibandingkan tahun sebelumnya. Dari total anggota tersebut, sebanyak 41,7 persen berada pada rentang usia produktif 26–45 tahun. Struktur demikian menjadi modal penting bagi keberlanjutan koperasi.
Selain itu, jumlah anggota yang meningkat juga didukung oleh komitmen untuk memperkuat kapasitas anggota melalui pendidikan dasar dan kecakapan finansial. Realisasi pendidikan dasar dan kecakapan finansial mencapai 95 persen dari target, sementara pendidikan kewirausahaan mencapai 96 persen. Ini menunjukkan bahwa KSP CU Bahtera Sejahtera tidak hanya berfokus pada layanan keuangan, tetapi juga memberikan wadah untuk belajar dan pengembangan diri.
Pertumbuhan Aset dan Pendapatan
Dari sisi pembiayaan, kredit beredar tumbuh sebesar 23,14 persen, dari Rp 44,8 miliar pada 2024 menjadi Rp 55,2 miliar pada 2025. Selain itu, kredit cair meningkat lebih dari Rp 10 miliar. Rasio kredit lalai juga mengalami penurunan, dari 12,89 persen menjadi 9,77 persen. Meskipun belum mencapai angka ideal 5 persen, penurunan ini menunjukkan perbaikan kualitas portofolio pinjaman dan kedisiplinan anggota.
Aset KSP CU Bahtera Sejahtera juga mengalami peningkatan, naik dari Rp 69,1 miliar menjadi Rp 84,8 miliar. Sisa Hasil Usaha (SHU) melonjak tiga kali lipat, dari sekitar Rp 500 juta menjadi Rp 1,5 miliar. Peningkatan ini mencerminkan efisiensi dan keberhasilan pengelolaan keuangan koperasi.
Fokus pada Pemberdayaan Komunitas dan Digitalisasi
Tema RAT ke-XIX kali ini adalah pemberdayaan komunitas dan digitalisasi sebagai pilar penguatan ekonomi anggota. Koperasi ini memposisikan komunitas sebagai lokus pemberdayaan, sementara digitalisasi dilihat sebagai kebutuhan untuk meningkatkan efisiensi dan akses layanan.
Strategi ini bertujuan untuk memastikan bahwa semua anggota dapat merasakan manfaat dari layanan yang diberikan. Di tengah perubahan, KSP CU Bahtera Sejahtera tetap berpegang pada prinsip dasar yakni dari anggota, oleh anggota, dan untuk anggota.
Momen Konsolidasi Internal
RAT ke-XIX juga menjadi momentum konsolidasi internal agar pertumbuhan yang dicapai pada 2025 dapat dijaga dan ditingkatkan pada tahun buku berikutnya. Dengan fokus pada pemberdayaan dan digitalisasi, KSP CU Bahtera Sejahtera berupaya untuk terus berkembang dan memberikan layanan yang lebih baik kepada anggotanya.







