Peran Pers dalam Mendorong Pertumbuhan UMKM di NTT
Diskusi Publik bertema “Peran Perbankan Mendorong Pertumbuhan UMKM di NTT melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR)” digelar di aula Rumah Jabatan Gubernur NTT, Sabtu (21/2/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 dan Hari Ulang Tahun ke-80 PWI. Diskusi ini bertujuan untuk menciptakan ruang kolaboratif antara pelaku UMKM, lembaga perbankan, akademisi, wartawan, dan pemerintah.
Pembukaan oleh Gubernur NTT
Acara dibuka langsung oleh Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena. Turut hadir Ketua DPRD NTT, Kepala OJK NTT, perwakilan BI NTT, pimpinan cabang BRI NTT, Dirut Bank NTT, Pengamat Ekonomi Regional, unsur Forkopimda, serta sekitar 20 pelaku UMKM dari berbagai sektor.
Dalam sambutannya, Gubernur Melki Laka Lena menyampaikan ucapan selamat Hari Pers Nasional kepada seluruh insan pers, sekaligus mengapresiasi PWI NTT yang menggagas diskusi tersebut. Ia menekankan bahwa pers memiliki peran strategis dalam mengawal komitmen perbankan agar penyaluran KUR berjalan transparan, tepat sasaran, dan berpihak pada pelaku usaha produktif, terutama di wilayah perdesaan dan sektor-sektor unggulan daerah.
Peran Pers sebagai Mitra Strategis
Menurut Gubernur, inisiatif ini menunjukkan bahwa pers tidak hanya berperan sebagai penyampai informasi, tetapi juga mitra strategis pembangunan yang memiliki kepedulian nyata terhadap penguatan UMKM dan pertumbuhan ekonomi daerah. Ia menilai bahwa melalui fungsi kontrol sosial, pers dapat memastikan penyaluran KUR berjalan akuntabel. Dengan pemberitaan berbasis data dan fakta, pers turut mendorong akuntabilitas lembaga perbankan sekaligus memberi ruang bagi suara pelaku UMKM untuk didengar dalam proses evaluasi kebijakan pembiayaan.
Selain sebagai pengawas, pers juga dinilai berperan sebagai jembatan informasi antara perbankan dan masyarakat. Edukasi mengenai prosedur, persyaratan, manfaat, serta tata kelola KUR yang disampaikan secara jelas dan berimbang diyakini dapat meningkatkan literasi keuangan dan kepercayaan publik terhadap lembaga perbankan.
Komitmen Pemerintah NTT
Pemerintah Provinsi NTT, lanjutnya, terus berkomitmen memperkuat ekosistem UMKM melalui peningkatan kapasitas pelaku usaha, pendampingan, digitalisasi pemasaran, serta penguatan sinergi dengan lembaga keuangan. Penyaluran KUR diharapkan benar-benar menjangkau pelaku usaha produktif hingga ke pelosok desa, termasuk kelompok perempuan dan generasi muda.
Gubernur juga menyampaikan terima kasih kepada insan pers yang selama ini telah bekerja bersama pemerintah daerah dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Ia mencontohkan bagaimana isu bunuh diri anak YBR di Ngada dapat menjadi perhatian nasional berkat pemberitaan media.
Rangkaian Kegiatan HPN 2026
Sementara itu, Ketua Panitia HPN NTT 2026, Ryan Nong, menjelaskan bahwa diskusi publik ini merupakan rangkaian kegiatan puncak dalam peringatan HPN 2026 dan HUT ke-80 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). Sebelumnya, panitia sudah melakukan beberapa kegiatan berupa bakti sosial bersih kota, donor darah, fun tournament tenis meja, dan hari ini puncaknya kita menggelar diskusi publik.
Harapan dari PWI NTT
Ketua PWI NTT, Fery Jahang, berharap diskusi ini memberi manfaat tidak hanya bagi wartawan, tetapi juga masyarakat NTT secara luas, khususnya pelaku UMKM yang membutuhkan akses permodalan. Menurutnya, kondisi pers saat ini tengah menghadapi berbagai tantangan.
Ia menambahkan, melalui forum ini PWI ingin menjembatani kebutuhan pelaku UMKM dengan pihak perbankan agar tidak ada lagi keraguan dalam mengakses kredit usaha rakyat. Melalui diskusi ini, PWI ingin menjembatani keinginan pelaku UMKM dengan pihak perbankan. Supaya UMKM tidak lagi ragu mengajukan kredit, dan perbankan juga bisa memberikan pemahaman yang jelas soal aturan yang berlaku.
Melalui momentum 80 tahun PWI, ia berharap insan pers di NTT terus berkontribusi dalam membangun daerah, termasuk dengan mengawal pertumbuhan UMKM sebagai salah satu pilar ekonomi di Nusa Tenggara Timur.







