Bandara Perintis di Papua Kembali Dibuka Setelah Ditutup Sementara
Beberapa waktu lalu, tiga bandara perintis di wilayah Papua yang sempat ditutup sementara kini kembali dibuka. Keputusan ini diambil untuk memastikan bahwa konektivitas dan pelayanan kepada masyarakat Papua tetap terjaga serta distribusi logistik dapat berjalan lancar.
Pembukaan kembali tiga bandara tersebut dilakukan setelah adanya evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengamanan penerbangan di Papua. Keputusan ini diambil dalam rapat koordinasi yang digelar oleh Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) pada Jumat, 20 Februari 2026. Rapat tersebut diadakan sebagai respons atas insiden penembakan pesawat Smart Air PK-SNR yang menewaskan dua pilot di Bandara Korowai Batu pada 11 Februari 2026 lalu.
Bandara-Bandara yang Kembali Dibuka
Menurut informasi yang diberikan oleh Kepala Biro Humas Datin Kemenko Polkam Kolonel Inf Honi Havana, tiga bandara perintis yang kembali beroperasi adalah:
- Bandara Korowai Batu di Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan
- Bandara Beoga di Kabupaten Puncak, Papua Tengah
- Bandara Iwur di Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan
Honi menjelaskan bahwa pembukaan kembali bandara-bandara tersebut dilakukan secara bertahap setelah pengamanan dinyatakan memadai. “Langkah ini merupakan komitmen pemerintah untuk memastikan konektivitas tetap terjaga, distribusi logistik berjalan lancar, dan pelayanan publik kepada masyarakat Papua tidak terputus,” ujarnya dalam keterangan resmi Kemenko Polkam.
Selain itu, pihak Kemenko Polkam juga menegaskan bahwa negara tidak akan pernah mundur dalam menjaga kedaulatan dan keselamatan rakyat di seluruh wilayah Indonesia, termasuk Papua.
Penutupan Sementara Operasional Bandara
Sebelumnya, pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan menghentikan sementara operasional 11 bandara dan satuan pelayanan (satpel) penerbangan perintis di Papua. Langkah ini diambil sebagai respons atas kasus penembakan pesawat Smart Air yang menewaskan pilot dan kopilot di Korowai Batu, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, menjelaskan bahwa 11 bandara yang ditutup sementara operasionalnya adalah:
- Satpel Korowai Batu, Distrik Yaniruma, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan.
- Bandara Bomakia, Distrik Bomakia, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan.
- Satpel Yaniruma, Distrik Yaniruma, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan.
- Satpel Manggelum, Distrik Manggelum, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan.
- Lapangan Terbang (Lapter) Kapiraya, Distrik Kapiraya, Kabupaten Deiyai, Papua Tengah.
- Lapter Iwur, Distrik Iwur, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan.
- Lapter Faowi, Distrik Fawi, Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah.
- Lapter Dagai, Distrik Dagai, Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah.
- Lapter Aboy, Distrik Aboy, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan.
- Lapter Teraplu, Distrik Teraplu, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan.
- Lapter Beoga, Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua Tengah.
Lukman menegaskan bahwa kegiatan operasional pada bandara-bandara tersebut akan dibuka kembali setelah mendapat pengamanan dari aparat TNI/Polri dan kondisi keamanan dinyatakan kondusif serta memenuhi standar keselamatan penerbangan.
Kasus Penembakan Pesawat Smart Air
Pesawat Smart Air PK-SNR ditembaki saat mendarat di Lapangan Terbang Korowai Batu, Kampung Danowage, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, pada Rabu, 11 Februari 2026. Dalam peristiwa ini, pilot dan kopilot pesawat tewas ditembak pelaku saat hendak melarikan diri ke hutan bersama para penumpang.
Pesawat tersebut diketahui membawa 13 penumpang terdiri dari 9 pria dewasa, 3 perempuan dewasa, dan 1 balita. Seluruh penumpang dinyatakan selamat tanpa luka fisik.
Polisi mengatakan kelompok yang diduga menjadi pelaku penembakan adalah KKB Batalyon Kanibal dan Semut Merah dari Yahukimo.






