Bulan Puasa Tiba, Warga Antusias Berburu Takjil

Bulan puasa telah tiba. Di hari pertama puasa, hampir semua warga menantikan saat-saat berbuka dengan kegiatan yang nyaris sama: berburu takjil, atau istilah kerennya ‘War Takjil’.
Banyak cerita menarik yang dikumpulkan dari penjuru daerah, mulai dari Surabaya, antrean panjang di Yogyakarta, hingga kawasan Bendungan Hilir (Benhil) Jakarta yang masih jadi idola.
Berikut rangkuman keriuhan warga berburu takjil.
Warga Antusias Berburu Takjil Ramadan di Kawasan Kampung Kue Rungkut Surabaya
Sepanjang kawasan Kampung Kue Jalan Rungkut Asri I di Kota Surabaya dipenuhi warga, Kamis sore, untuk berburu takjil dengan ragam makanan mulai dari gorengan hingga es buah.
Pantauan Infomalangraya.com pukul 16.00 WIB, nyaris semua kue tradisional ludes terjual.
“Makanan tradisional semua, tadi sudah habis. Kayak klepon, nogosari, sudah habis tinggal ini,” kata Mariyati tentang dagangannya yang hampir terjual habis.

Antusiasme warga tampak sejak pukul 16.00 WIB dengan lalu lalang pembeli di pinggir jalan memilih berbagai takjil lokal, dengan harga yang terjangkau.
“Aku udah dua tahun ini ke sini. Beberapa kali ke sini. Gorengan, molen, onde-onde, martabak telur. Ini Rp 10 ribu kayaknya totalnya,” kata April yang berburu takjil setelah pulang kerja.
Melihat Takjil Drive Thru Gratis di UMY: Antrenya Sejak Jam 2
Program pembagian takjil gratis di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) disambut antusias mahasiswa pada hari kedua pelaksanaan.
Pantauan Infomalangraya.com sejak pukul 15.00 WIB, antrean sudah mengular panjang di area kampus tersebut.
“Tadi berangkatnya dari belakang pas tadi baru nyampai terus buka jalur yang ini (kiri) terus maju. Sejak jam 2 (siang),” kata Zabrina, salah satu mahasiswa Kedokteran Umum UMY, yang tak ingin ketinggalan takjil.

Universitas menyediakan sekitar 4.000 takjil gratis setiap hari sepanjang Ramadan, dengan mahasiswa mulai mengantre sejak sore hari sebelum pembagian dimulai.
“Menu ganti-ganti tiap hari, ada ayam, ada beef. Setiap hari,” ujar Icha mahasiswa Ilmu Komunikasi semester 9 yang selalu ikut kemeriahan takjil gratis ini tiap tahun.
Masjid Pekojan Semarang Siapkan Ratusan Porsi Bubur India untuk Takjil Berbuka
Di Masjid Pekojan Semarang, ratusan mangkok bubur India disiapkan setiap hari Ramadan sebagai takjil buka puasa bagi warga yang datang.
“Saya itu pendatang dari Bojonegoro Jawa Timur. Pada 2014 saya jadi marbot di masjid ini. Kemudian oleh Pak Ali saya diajak untuk membantu masak bubur India ini,” ujar juru masak bubur India Ahmad Paserin saat dijumpai, Rabu (19/2).

Pak Ali yang dimaksud Paserin adalah Ahmad Ali bin Ali Yasin, Juru Masak Bubur India di masjid tersebut. Setelah Ali meninggal, ia mewarisi tongkat estafet sebagai juru masak bubur India di masjid tersebut.
Tradisi penyajian bubur India ini sudah menjadi identitas masjid di Jalan Petolongan, sekaligus sajian buka puasa bersama yang ramah bagi semua pengunjung.

“Ada 200 mangkok kami siapkan setiap hari, setiap bulan puasa. Kalau bubur India kan rempah rempahnya banyak beda dengan bubur biasa. Siapa pun boleh datang dan makan,” kata Paserin.
Riuh Warga Berburu Takjil Ramadan di Pasar Benhil
Bazar takjil di RW 01 Bendungan Hilir (Benhil) Jakarta Pusat ramai dikunjungi warga pada hari pertama puasa.
Bazar sudah dibuka sejak pukul 14.00 WIB, pantauan Infomalangraya.com pada 15.56 WIB, area bazar sudah penuh sesak.

“Pengunjungnya rame banget. Ini baru belum begitu rame lho. Entar hari kedua, hari ketiga (rame),” ujar Johari kepada Infomalangraya.com.
Beragam jenis takjil tersedia di bawah tenda, mulai dari es buah hingga batagor dan siomay, menarik antrian pengunjung yang padat di berbagai tenant.

Ketua RW 01 Benhil, Prety, menyebut terdapat kurang lebih 50 pedagang yang turut meramaikan bazar kuliner musiman ini.
“Kurang lebih 50,” kata Prety.
Pasar Ramadan Benhil untuk Semua: Warga Nonmuslim Juga Ikut Berburu Takjil
Fenomena berburu takjil di Pasar Ramadan Benhil tidak hanya menarik warga muslim, tetapi juga nonmuslim yang antusias mencicipi berbagai makanan.
Putri seorang warga non-muslim misalnya. Ia turut senang dengan bulan puasa, dan ragam makanan yang ada di bazar takjil Benhil ini.

“Sebenarnya fenomena takjil ini menguntungkan ya buat semua, bukan cuman yang merayakan, teman-teman yang Muslim, tapi kami juga yang nonis kayak seneng banget ada acara takjil ini,” tutur Putri kepada Infomalangraya.com pada Kamis (19/2).
Ia dan teman-temannya bahkan membeli berbagai jenis makanan takjil untuk dinikmati bersama keluarga dan teman.
“Sejujurnya ini adalah event setahun sekali yang gua tunggu. Seru banget,” ungkap Fandi, salah satu warga non-muslim yang turut serta dalam tradisi ini.
Cerita Warga Berburu Takjil di Kampung Jawa, Bali
Pasar Ramadan di Kampung Jawa, Kota Denpasar, Bali, dipadati warga sejak sore hari untuk berburu takjil di tengah cuaca panas.
“Soalnya pengetahuan saya dan karena saya sudah sering ke pasar Ramadan yang ada di kampung Jawa ini, kalau misalnya jam segini itu makanannya masih lengkap. Terus kalau misalnya kelamaan takut kehabisan makanannya,” kata Rahma, salah satu warga yang datang lebih awal.

Berbagai menu takjil seperti es teler, gorengan, sate, hingga gulai tersedia lengkap di pasar tersebut menarik antre panjang warga.
BBPOM Denpasar melakukan uji sampel dan menyatakan takjil di pasar ini aman dikonsumsi, dengan pedagang mengikuti standar keamanan pangan.
“Kita uji baik dari pewarna, tidak menggunakan pewarna tekstil. Kemudian dari boraks yang biasanya dipakai pada kerupuk, untuk pengembangnya bakso biar kenyal. Kemudian formalin, tadi kita sudah cek, sate atau pepes, tadi sudah diuji negatif semua,” kata Made Ery Bahari Hantana, Kepala BBPOM Denpasar.
“Jadi pelaku usaha di sini penjual takjil mereka sudah semua mengikuti ketentuan. Sampai saat ini tidak ada ditemukan makanan mengandung bahan berbahaya,” tutupnya.







