Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Kejagung Akui Videografer Amsal Jadi Tersangka Korupsi Proyek

    4 April 2026

    Tamu Pernikahan Viral Bawa Banner Besar Buktikan Transfer Hadiah

    4 April 2026

    Petunjuk Menteri Keuangan Purbaya, Bea Cukai Amankan Kapal Mewah yang Melanggar Aturan di Teluk Jakarta

    4 April 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Sabtu, 4 April 2026
    Trending
    • Kejagung Akui Videografer Amsal Jadi Tersangka Korupsi Proyek
    • Tamu Pernikahan Viral Bawa Banner Besar Buktikan Transfer Hadiah
    • Petunjuk Menteri Keuangan Purbaya, Bea Cukai Amankan Kapal Mewah yang Melanggar Aturan di Teluk Jakarta
    • Doa Kesembuhan Saat Sakit dalam Islam, Ikhtiar Spiritual yang Diajarkan Nabi Muhammad SAW
    • Dapur Flobamorata SMK Kusuma Atambua Sajikan Kuliner Lokal Nusantara
    • Mantan Bintang Arema FC Yosep Iyai Meninggal, Dunia Sepak Bola Papua Berduka
    • Cerita Gadis SMP Berani Mudik Sendirian ke Tasikmalaya dan Kembali ke Jakarta
    • Film Sejarah Operasi TNI AL Lawan Perompak, Donny Alamsyah Buka Hati
    • Epson mengubah cara bisnis di Asia Tenggara mencetak dengan solusi yang lebih bertanggung jawab
    • Honda HR-V jadi lebih ganas berkat sentuhan magis Mugen Jepang yang ubah SUV ini jadi tak terkenali
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Kuliner»Mengapa Kurma Disarankan Saat Berbuka?

    Mengapa Kurma Disarankan Saat Berbuka?

    adm_imradm_imr3 Maret 20262 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Buka puasa sering dipandang sebagai waktu makan setelah menahan lapar sepanjang hari. Namun, fase ini sebenarnya merupakan momen penting ketika tubuh berpindah dari kondisi kekurangan energi menuju proses pemulihan metabolisme. Pilihan makanan pertama yang masuk ke dalam tubuh dapat memengaruhi cara organ pencernaan, kadar gula darah, serta keseimbangan cairan beradaptasi kembali.

    Kurma sejak lama dianjurkan sebagai makanan pembuka saat buka puasa, bukan semata karena tradisi, melainkan berkaitan dengan kebutuhan fisiologis tubuh setelah berjam-jam tanpa asupan. Buah kecil ini memiliki karakter nutrisi yang membuatnya berbeda dibanding makanan manis lain yang sering dikonsumsi saat berbuka. Berikut penjelasan yang membantu memahami alasan di balik anjuran tersebut.

    Mengembalikan kadar gula darah secara bertahap



    Setelah berpuasa berjam-jam, kadar glukosa dalam darah biasanya berada pada titik rendah sehingga tubuh membutuhkan sumber energi cepat, tetapi tetap aman bagi sistem metabolisme. Kurma mengandung glukosa dan fruktosa alami yang memiliki indeks glikemik sedang sehingga tidak memicu lonjakan gula secara drastis seperti minuman manis instan. Kondisi ini penting karena peningkatan gula yang terlalu cepat dapat memicu rasa lemas mendadak setelah makan. Selain itu, kombinasi serat larut dalam kurma membantu memperlambat penyerapan gula ke aliran darah.

    Serat tersebut juga membuat energi dilepaskan secara bertahap sehingga tubuh tidak langsung mengalami penurunan tenaga setelah berbuka. Inilah alasan kurma sering dianggap sebagai sumber energi cepat yang tetap aman bagi keseimbangan metabolisme. Dengan mekanisme tersebut, tubuh bisa beradaptasi secara perlahan sebelum menerima makanan utama. Proses adaptasi ini membantu mencegah pusing atau rasa tidak nyaman yang sering muncul saat makan berat langsung setelah puasa.

    Kurma membantu sistem pencernaan bekerja kembali



    Sistem pencernaan selama puasa berada dalam kondisi istirahat karena tidak menerima makanan dalam waktu lama. Kurma memiliki tekstur lembut serta kandungan serat yang membantu merangsang gerakan usus secara perlahan tanpa menimbulkan iritasi lambung. Kondisi ini membuat kurma lebih mudah dicerna dibanding makanan padat atau berlemak tinggi saat perut masih kosong. Selain itu, kurma juga mengandung senyawa alami yang mendukung produksi enzim pencernaan.

    Ketika sistem pencernaan kembali aktif secara bertahap, risiko kembung atau nyeri lambung dapat berkurang. Proses ini juga membantu tubuh menyerap nutrisi dari makanan selanjutnya dengan lebih optimal. Karena itu, mengawali buka puasa dengan kurma sering dianggap sebagai cara yang ramah bagi saluran cerna. Dampaknya tak hanya terasa saat berbuka, tetapi juga berpengaruh pada kenyamanan pencernaan sepanjang malam.

    Bantu menjaga keseimbangan cairan tubuh



    Puasa menyebabkan tubuh kehilangan cairan melalui keringat dan pernapasan, terutama di wilayah beriklim panas. Kurma mengandung mineral penting seperti kalium dan magnesium yang berperan dalam menjaga keseimbangan cairan di dalam sel. Kandungan kalium tersebut membantu tubuh mengatur distribusi air serta mendukung fungsi otot dan saraf. Hal ini penting karena kekurangan mineral dapat memicu rasa lelah atau kram setelah berpuasa.

    Selain itu, kandungan gula alami dalam kurma membantu penyerapan cairan lebih efisien ketika dikonsumsi bersama air putih. Kombinasi ini membuat tubuh lebih cepat terhidrasi dibanding hanya minum air tanpa asupan elektrolit. Karena alasan tersebut, kurma sering menjadi pilihan awal sebelum minum atau makan makanan lain. Efeknya membantu tubuh beradaptasi kembali tanpa memicu rasa lemas mendadak.

    Kurma menyediakan antioksidan pelindung sel tubuh



    Kurma mengandung berbagai antioksidan seperti flavonoid, karotenoid, serta asam fenolat yang berperan melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas. Selama puasa, tubuh mengalami perubahan metabolisme yang dapat meningkatkan produksi radikal bebas, terutama jika aktivitas fisik tetap tinggi. Antioksidan dalam kurma membantu menekan dampak tersebut sehingga jaringan tubuh tetap terlindungi. Selain itu, senyawa tersebut juga berperan mendukung kesehatan jantung.

    Beberapa penelitian menunjukkan konsumsi kurma secara rutin berkaitan dengan penurunan penanda peradangan dalam tubuh. Kondisi ini penting karena peradangan kronis dapat memicu berbagai gangguan kesehatan jangka panjang. Kandungan antioksidan tersebut juga mendukung fungsi sistem imun. Karena itu, manfaat kurma tidak hanya terasa saat berbuka, tetapi juga berpengaruh pada kesehatan tubuh secara menyeluruh.

    Membantu tubuh mengatur rasa lapar setelah berbuka



    Kurma memiliki kombinasi serat dan karbohidrat kompleks yang memberikan efek kenyang lebih lama dibanding makanan manis biasa. Efek ini membantu tubuh mengatur sinyal lapar sehingga seseorang tidak terdorong makan berlebihan setelah berbuka. Kondisi tersebut penting karena makan terlalu banyak sekaligus dapat membebani sistem metabolisme serta memicu rasa tidak nyaman pada perut. Selain itu, kandungan serat membantu memperlambat pengosongan lambung.

    Dengan pengosongan lambung yang lebih lambat, rasa kenyang dapat bertahan hingga waktu makan berikutnya. Hal ini juga membantu menjaga keseimbangan energi sepanjang malam. Karena itu, kurma sering dianggap sebagai makanan pembuka yang membantu mengontrol asupan makan secara alami. Efeknya tidak hanya terasa pada kenyang, tetapi juga pada kestabilan energi tubuh.

    Kurma dianjurkan saat buka puasa karena mampu mengembalikan energi, menjaga cairan tubuh, serta membantu sistem pencernaan bekerja kembali tanpa memberi beban berlebihan. Kandungan nutrisi alaminya mendukung pemulihan kondisi tubuh setelah berpuasa sekaligus menjaga keseimbangan metabolisme. Dengan manfaat tersebut, tidak mengherankan jika kurma tetap menjadi pilihan utama saat buka puasa hingga sekarang.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Dapur Flobamorata SMK Kusuma Atambua Sajikan Kuliner Lokal Nusantara

    By adm_imr4 April 20261 Views

    7 manfaat minum alpukat untuk ibu hamil, jangan sampai terlewat

    By adm_imr4 April 20261 Views

    5 Soto Betawi Lezat di Jakarta Selatan, Favorit Warga dan Selalu Ramai

    By adm_imr4 April 20262 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Kejagung Akui Videografer Amsal Jadi Tersangka Korupsi Proyek

    4 April 2026

    Tamu Pernikahan Viral Bawa Banner Besar Buktikan Transfer Hadiah

    4 April 2026

    Petunjuk Menteri Keuangan Purbaya, Bea Cukai Amankan Kapal Mewah yang Melanggar Aturan di Teluk Jakarta

    4 April 2026

    Doa Kesembuhan Saat Sakit dalam Islam, Ikhtiar Spiritual yang Diajarkan Nabi Muhammad SAW

    4 April 2026
    Berita Populer

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    Kabupaten Malang 27 Maret 2026

    Kabupaten Malang— Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang tengah menyiapkan perubahan status dua Unit Pelaksana Teknis…

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 Februari 2026

    Halal Bihalal Dinkes Kab. Malang, Bupati Sanusi Bahas Puskesmas Resik dan Tunggu Kebijakan WFH

    27 Maret 2026

    Buka Musrenbang RKPD 2027, Wali Kota Malang Tekankan Kolaborasi dan Pembangunan Inklusif

    31 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?