Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Mudik Gratis BNI dan Mandiri 2026: Syarat, Jadwal, dan Rute Perjalanan

    14 Maret 2026

    Prediksi Skor Union Berlin vs Werder Bremen: Head-to-Head dan Statistik Bundesliga

    14 Maret 2026

    Kuliner Indonesia Kaya 2026: Jejak Peradaban dalam Setiap Sajian, dari Ternate hingga Palembang

    14 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Sabtu, 14 Maret 2026
    Trending
    • Mudik Gratis BNI dan Mandiri 2026: Syarat, Jadwal, dan Rute Perjalanan
    • Prediksi Skor Union Berlin vs Werder Bremen: Head-to-Head dan Statistik Bundesliga
    • Kuliner Indonesia Kaya 2026: Jejak Peradaban dalam Setiap Sajian, dari Ternate hingga Palembang
    • Resmi, 33 Puskesmas Pasuruan Buka UGD 24 Jam
    • Berbagai dukungan terkait larangan anak di bawah 16 tahun memiliki akun media sosial
    • Berburu Barang Branded di Surabaya, Toko Konsep Drive-Thru Fashion Forth
    • Kronologi kasus restoran Bibi Kelinci, CCTV curi makanan, pemilik jadi tersangka
    • 5 Tips Cerdas untuk Pecinta Belanja agar Tidak Rugi
    • 50 Soal PJOK Kelas 9 SMP Lengkap Kunci Jawaban USBN 2026
    • Prediksi Skor AC Milan vs Inter Milan Malam Ini
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Ekonomi»Nasib IHSG dan Aliran Dana Asing Pasca Peringatan Lembaga Global

    Nasib IHSG dan Aliran Dana Asing Pasca Peringatan Lembaga Global

    adm_imradm_imr4 Maret 20263 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Perkembangan IHSG dan Arus Dana Asing yang Tidak Selaras

    Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan arus dana asing di pasar modal Indonesia kemungkinan akan menunjukkan perbedaan dalam beberapa waktu ke depan. Hal ini mengisyaratkan adanya ketidakcocokan antara data yang ada dengan kondisi riil dan fundamental pasar saham Tanah Air.

    Dalam laporan Bloomberg, S&P memberikan peringatan terkait peningkatan tekanan fiskal di Indonesia. Khususnya, biaya layanan utang yang meningkat telah meningkatkan risiko downside bagi profil kredit berdaulat Indonesia. Analis S&P Global Ratings, Rain Yin, menyatakan bahwa pembayaran bunga kemungkinan besar telah melampaui ambang batas utama 15% dari pendapatan pemerintah tahun lalu. Jika rasio ini tetap berada di atas ambang batas, S&P memperingatkan hal itu dapat memicu pandangan yang lebih negatif terhadap rating Indonesia. Namun, saat ini S&P masih memberikan rating outlook stabil untuk kredit rating BBB Indonesia.

    Di sisi lain, pernyataan Moody’s ditambah dengan peringatan dari MSCI terkait reformasi pasar modal juga memberikan sentimen buruk bagi pasar keuangan Indonesia di mata investor asing. Dalam sepekan terakhir, kinerja IHSG turun 0,44%, sementara aliran dana asing tercatat masuk Rp 2,49 triliun di pasar reguler pekan ini. Meskipun begitu, IHSG masih terkoreksi 4,76% sejak awal tahun alias year to date (YTD). Arus dana asing juga kabur dari pasar saham Indonesia sebanyak Rp 17,87 triliun YTD.

    Ekonom Panin Sekuritas, Muhammad Zaidan, mengatakan bahwa secara umum, arus dana asing masih akan relatif volatil, setidaknya sampai dengan pengumuman rebalancing MSCI selanjutnya pada Mei 2026. Dalam jangka pendek, peringatan dari lembaga pemeringkat kredit, khususnya S&P dan Fitch Ratings juga akan menambah volatilitasnya. Nantinya, dibandingkan pasar saham, arus dana asing berpotensi lebih kuat untuk keluar dari pasar surat berharga negara (SBN) apabila terjadi penurunan outlook dari lembaga pemeringkat.

    Sebab, aliran modal asing pada pasar saham tidak memiliki sensitivitas yang lebih tinggi dari arusnya yang berada di pasar SBN terhadap aksi penilaian oleh lembaga pemeringkat ini. “Hanya saja, perlu dicermati bahwa keluarnya dana asing tidak terjadi dalam jumlah yang besar dalam rentang waktu yang pendek,” ujarnya.

    Di sisi lain, volatilitas nilai tukar rupiah yang sedang cukup tinggi juga akan turut mempengaruhi arus modal asing ini, sejalan dengan pergerakan spread antara imbal hasil US Treasuries (UST) dan imbal hasil SBN. Zaidan mencermati, arus modal asing tercatat net outflow secara YTD tidak hanya pada pasar saham, namun juga di pasar SBN. Arus modal asing sendiri tercatat net inflow pada pasar SRBI.

    “Hal itu seiring dengan upaya Bank Indonesia (BI) dalam melakukan stabilisasi nilai tukar rupiah dengan menerbitkan SRBI dalam jumlah yang relatif lebih besar dengan imbal hasil yang menarik,” tuturnya.

    Saat ini, belum dapat dipastikan mengenai apakah sovereign bond rating Indonesia akan diturunkan atau tidak oleh S&P Global maupun Fitch Rating, mengingat pasar masih mencermati perilisan realisasi APBN sepanjang 2026. Hanya saja, potensi untuk diturunkannya outlook seperti yang dilakukan oleh Moody’s masih cukup besar, sejalan dengan concern pasar utamanya terhadap kondisi fiskal Indonesia. Contohnya, besaran belanja negara yang diikuti oleh keseimbangan primer APBN yang negatif, sehingga mendorong penerbitan utang baru demi menutup utang lama.

    “Alhasil, potensi pembayaran bunga utang akan kembali terdorong naik. Adapun performa pendapatan negara masih menjadi katalis positif ke depannya,” ungkapnya.

    Co-Founder PasarDana sekaligus praktisi pasar modal Hans Kwee menilai, penilaian S&P dan Fitch biasanya mirip, sehingga mereka bilang ada risiko tapi belum menurunkan outlook Indonesia dari stabil ke negatif. “Mereka juga tidak turunkan rating Indonesia, sehingga sentimennya negatif terbatas saja,” ujarnya.

    Dalam sepekan terakhir, dana asing masuk karena optimis bahwa Bursa Indonesia tidak akan diturunkan ke frontier market (FM) oleh MSCI. Langkah yang dilakukan OJK dan SRO nampaknya akan memenuhi permintaan MSCI. “Ketika net buy asing, bisa masuk ke bank besar, seperti BBCA, BMRI, BBRI, BBNI, TLKM, dan ASII,” ungkapnya.

    Pengamat pasar modal sekaligus Direktur Avere Investama, Teguh Hidayat melihat, penilaian Fitch ratings kemungkinan nanti tidak akan berbeda jauh dengan keputusan dari lembaga pemeringkatan lainnya. Dengan kondisi saat ini, Teguh melihat IHSG saat ini seharusnya hanya di kisaran 6.000, bukan di kisaran 8.000. Alasannya, karena pergerakan IHSG masih ditopang saham konglomerasi yang kenaikannya spekulatif, bukan didorong saham blue chip.

    “Kalaupun nanti naik, pasti ditopang saham konglomerasi. Tapi, asing bisa saja masih terus jualan. Ini artinya fundamental IHSG jelek, karena blue chip masih belum bagus pergerakannya,” katanya.

    Kepala Riset Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI), Muhammad Wafi menjelaskan, peringatan S&P bisa menjadi lampu kuning yang bisa menghentikan inflow asing dalam jangka pendek, tapi tidak secara total. Investor asing biasanya lebih sensitif dengan perubahan suku bunga dibanding outlook lembaga rating, selama belum downgrade rating. Valuasi IHSG juga dilihat masih wajar di level 13-14x forward price to earning (PER).

    “Fitch mungkin akan sama karena semua lembaga pemeringkat memonitor matriks makro yang sama, terutama terkait rasio utang terhadap PDB di bawah program pemerintahan baru,” ujarnya.

    Wafi melihat, ada kemungkinan investor asing melakukan rotasi ke aset SUN/SBN. Sementara, net outflow dari Bursa Indonesia kemungkinan kembali ke Bursa Amerika Serikat (AS) yang masih berkinerja baik lantaran euforia sektor teknologi. “Selain bursa AS, investor bisa juga lari ke Bursa India yang menawarkan growth story yang lebih agresif,” katanya.

    Secara keseluruhan, kondisi Indonesia masih baik, dengan investment grade Indonesia masih di level BBB. Fundamental makroekonomi Indonesia, dengan inflasi terkendali dan pertumbuhan ekonomi sekitar 5%, dinilai jauh lebih stabil dibandingkan peers Bursa emerging market lainnya. “Namun, memang ekonomi Indonesia sekarang lagi minim katalis baru,” tuturnya.

    Menurut Wafi, sektor perbankan dan telekomunikasi selalu jadi sektor yang paling pertama dibeli maupun dijual asing. Ini lantaran proksi ekonomi, kapitalisasi pasar, kondisi fundamental, dan profil return sesuai dengan persyaratan asing. Wafi pun merekomendasikan beli untuk BMRI, BBRI, dan TLKM dengan target harga masing-masing Rp 7.200 per saham, Rp 5.600 per saham, dan Rp 4.300 per saham.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Kinerja CPO Grup Salim Menggembirakan, Ini Rekomendasi Sahamnya

    By adm_imr14 Maret 20261 Views

    20 Manfaat Zakat untuk Umat Islam, Membuka Rezeki

    By adm_imr14 Maret 20262 Views

    Aplikasi Saham Terbaik 2026, Investasi Cuan Tanpa Risiko!

    By adm_imr13 Maret 20263 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Mudik Gratis BNI dan Mandiri 2026: Syarat, Jadwal, dan Rute Perjalanan

    14 Maret 2026

    Prediksi Skor Union Berlin vs Werder Bremen: Head-to-Head dan Statistik Bundesliga

    14 Maret 2026

    Kuliner Indonesia Kaya 2026: Jejak Peradaban dalam Setiap Sajian, dari Ternate hingga Palembang

    14 Maret 2026

    Resmi, 33 Puskesmas Pasuruan Buka UGD 24 Jam

    14 Maret 2026
    Berita Populer

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    Kabupaten Malang 28 Februari 2026

    Malang – Aparat dari Polres Malang mengungkap dugaan tindak pidana membuat dan menguasai bahan peledak…

    Kejari Kabupaten Malang Geledah Kantor Dispora, Dalami Dugaan Penyelewengan Dana Hibah KONI

    6 Februari 2026

    Jadwal MotoGP Thailand 2026 Live Trans7, Bagnaia Tunjukkan Tanda Bertahan

    1 Maret 2026

    Keluhan Pasien Poli Gigi Puskesmas Arjuno, Kadinkes Kota Malang Beri Penjelasan

    6 Februari 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?