Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    KONI Aceh Santap Berbuka di SHB, Pon Yaya Ajak Kenang Abu Razak

    15 Maret 2026

    8 tips mudik aman Lebaran 2026 dengan mobil pribadi

    15 Maret 2026

    Waspada! 10 Tanda Kanker Ginjal yang Sering Diabaikan

    15 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Minggu, 15 Maret 2026
    Trending
    • KONI Aceh Santap Berbuka di SHB, Pon Yaya Ajak Kenang Abu Razak
    • 8 tips mudik aman Lebaran 2026 dengan mobil pribadi
    • Waspada! 10 Tanda Kanker Ginjal yang Sering Diabaikan
    • Qatar: Konflik Iran Ancam Pasokan Energi Global
    • Man Utd Temukan Berlian dengan Transfer Rp371 Miliar, Pemain Terbaik Setelah Bruno Fernandes
    • 5 cara bijak manfaatkan THR agar tidak boros
    • Di Malam Kemuliaan, Surat Al-Qadar Ayat 1-5: Tulisan Arab, Latin, Makna dan Penjelasannya
    • Arti Kata Potluck dan Maknanya dalam Bahasa Gaul
    • Renungan Katolik Harian: Setia Meski Ditolak, Senin 9 Maret 2026
    • Drama 7 Gol di Kanjuruhan, Bali United Kalahkan Arema FC, Jansen Bocorkan Rahasia Kemenangan
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Ekonomi»Pemantauan strategi ekspansi Alkindo untuk tingkatkan kinerja 2026

    Pemantauan strategi ekspansi Alkindo untuk tingkatkan kinerja 2026

    adm_imradm_imr12 Maret 20262 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Strategi Ekspansi dan Inovasi Kemasan Alkindo Naratama Tbk (ALDO)

    PT Alkindo Naratama Tbk (ALDO) sedang mempersiapkan sejumlah strategi ekspansi untuk tahun 2026. Tujuan dari langkah-langkah ini adalah untuk memperkuat pertumbuhan kinerja perusahaan. Salah satu fokus utama adalah memperluas bisnis ke segmen kemasan konsumen atau consumer packaging, meningkatkan penetrasi pasar ekspor ke Amerika Serikat, serta membangun fasilitas produksi baru untuk mendukung peningkatan kapasitas.

    Direktur Utama Alkindo Naratama, Herwanto Sutanto, menjelaskan bahwa ekspansi tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperluas sumber pertumbuhan di luar bisnis industrial packaging yang selama ini menjadi kontributor utama. Menurutnya, Alkindo selama ini banyak melayani kebutuhan kemasan industri atau business-to-business (B2B). Namun dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan mulai menggarap pasar yang lebih dekat dengan konsumen akhir melalui produk consumer packaging atau business-to-consumer (B2C).

    “Selama beberapa tahun terakhir kami memang fokus pada industrial packaging yang melayani kebutuhan industri. Tapi dalam dua tahun terakhir kami mulai mengeksplorasi consumer packaging yang langsung bersentuhan dengan konsumen,” ujar Herwanto.

    Langkah ini ditempuh seiring perubahan pola konsumsi masyarakat, terutama setelah meningkatnya layanan pemesanan makanan secara daring serta pertumbuhan e-commerce yang membutuhkan berbagai solusi kemasan.

    Salah satu inovasi yang dikembangkan Alkindo adalah kemasan berbahan kertas cokelat yang dapat digunakan sebagai alternatif pengganti styrofoam untuk kemasan makanan. Produk ini dinilai lebih ramah lingkungan sekaligus tetap terjangkau bagi pelaku usaha kecil dan menengah.

    Herwanto menjelaskan, selama ini terdapat dua pilihan kemasan makanan yang umum digunakan, yakni kemasan berbahan kertas putih yang relatif ramah lingkungan namun lebih mahal, serta styrofoam yang murah tetapi kurang ramah lingkungan.

    Melihat kondisi tersebut, Alkindo mencoba menghadirkan solusi baru dengan memanfaatkan kertas coklat hasil daur ulang sebagai bahan kemasan makanan.

    “Kami melihat ada celah di situ. UMKM membutuhkan kemasan yang ramah lingkungan tetapi tetap terjangkau secara biaya. Karena itu kami memperkenalkan kemasan kertas coklat yang bisa menggantikan styrofoam,” jelasnya.

    Produk kemasan tersebut kini mulai digunakan pada berbagai layanan pengiriman makanan dan terus dikembangkan untuk berbagai kebutuhan kemasan konsumen lainnya.

    Selain kemasan makanan, perusahaan juga mulai mengembangkan solusi kemasan untuk sektor non-pangan, termasuk material pengganti bubble wrap dalam proses pengiriman barang. Inisiatif ini dilakukan seiring meningkatnya kebutuhan kemasan dalam industri perdagangan elektronik.

    Di sisi lain, Alkindo juga memperkuat lini usaha hulu melalui anak perusahaan PT Eco Paper Indonesia (Ecopaper) yang memproduksi kertas coklat berbahan baku daur ulang. Secara struktur bisnis, Alkindo berperan sebagai operating holding yang membawahi Ecopaper sebagai produsen bahan baku utama kertas kemasan.

    Herwanto menyebut Ecopaper menjadi fondasi penting dalam rantai bisnis Alkindo karena menyediakan pasokan kertas daur ulang yang kemudian diolah menjadi berbagai produk kemasan.

    “Ecopaper itu membuat kertas coklat dari bahan baku daur ulang. Saya sering berseloroh bahwa kami ini bukan membuat kertas, tetapi mengolah sampah,” ujarnya.

    Bahan baku kertas tersebut berasal dari berbagai sumber, mulai dari limbah produksi industri, kertas bekas konsumsi rumah tangga dan ritel, hingga kertas pascakonsumsi yang dikumpulkan melalui jaringan pengumpul.

    “Secara prinsip kertas bisa didaur ulang, tetapi tidak semua. Ada beberapa yang berasal dari industri dengan bahan kimia berbahaya yang tidak dianjurkan untuk diproses kembali,” kata Herwanto.

    Dari sisi operasional, mesin kedua Ecopaper yang mulai beroperasi pada tahun 2023 menjadi salah satu faktor yang akan mendorong peningkatan kapasitas produksi. Pada fase awal pengoperasiannya, perusahaan sempat mengalami kerugian selama dua tahun akibat proses penyesuaian produksi.

    Namun pada 2025 fasilitas tersebut mulai mencapai titik impas, sehingga pada 2026 diharapkan dapat memberikan kontribusi keuntungan bagi perusahaan.

    “Kami sudah mencapai break even pada 2025. Tahun 2026 kami harapkan sudah bisa menghasilkan profit,” ungkap Herwanto.

    Saat ini tingkat utilisasi fasilitas Ecopaper telah mencapai sekitar 85% pada 2025 dan ditargetkan meningkat hingga lebih dari 90% pada tahun ini. Selain itu, perusahaan juga melakukan proses debottlenecking untuk meningkatkan efisiensi serta menambah kapasitas produksi.

    Dari sisi kinerja, Alkindo menargetkan pertumbuhan pendapatan sekitar 18% pada 2026. Sementara itu, laba bersih diproyeksikan dapat meningkat hingga sekitar 50% seiring meningkatnya kontribusi Ecopaper serta pertumbuhan bisnis consumer packaging.

    Menurut Herwanto, kombinasi peningkatan kapasitas di lini hulu dan ekspansi di segmen hilir akan menjadi pendorong utama pertumbuhan kinerja perusahaan.

    “Pertumbuhan itu berasal dari dua hal. Pertama dari Ecopaper yang terus meningkatkan efisiensi dan kapasitas. Kedua dari ekspansi consumer packaging yang mulai berkembang,” jelasnya.

    Selain memperkuat pasar domestik, Alkindo juga mulai menggarap peluang ekspor, khususnya ke Amerika Serikat. Herwanto menilai perubahan dinamika perdagangan global membuka peluang bagi produsen Indonesia untuk memperluas pasar.

    Menurutnya, kebijakan tarif yang membuat produk dari China menjadi kurang kompetitif di pasar Amerika Serikat menciptakan ruang bagi produsen dari negara lain, termasuk Indonesia.

    “Kami melihat ada peluang karena produk China menjadi kurang kompetitif akibat kebijakan tarif. Ini menjadi celah bagi kami untuk masuk,” katanya.

    Saat ini ekspor Alkindo ke Amerika Serikat masih relatif kecil, yakni sekitar 8 hingga 10 kontainer per bulan. Meski demikian, perusahaan optimistis kontribusi ekspor dapat meningkat seiring penguatan kapasitas produksi.

    Untuk mendukung ekspansi tersebut, Alkindo tengah membangun pabrik baru yang difokuskan pada produksi consumer packaging. Fasilitas ini berlokasi di kawasan Padalarang, Jawa Barat, dan saat ini masih dalam tahap persiapan pembangunan.

    Perusahaan telah menyelesaikan pembelian lahan dan tengah melakukan pekerjaan awal sebelum konstruksi dimulai setelah periode Lebaran. Targetnya, pabrik baru tersebut dapat selesai pada kuartal III-2026 dan mulai beroperasi pada kuartal IV-2026.

    Dari sisi investasi, Alkindo mengalokasikan belanja modal sekitar Rp100 miliar pada 2026. Dana tersebut akan digunakan untuk pembangunan pabrik baru, pembelian mesin produksi, serta kebutuhan modal kerja.

    “Sumber pendanaan berasal dari kombinasi pinjaman bank dan dana internal perusahaan,” ujar Herwanto.

    Selain ekspansi bisnis, Alkindo juga terus memperkuat komitmen terhadap praktik bisnis berkelanjutan. Perusahaan mengusung konsep green product, green process, dan green financing dalam pengembangan bisnisnya.

    Pada aspek proses produksi, perusahaan telah memasang panel surya dengan kapasitas sekitar 3 megawatt di fasilitas Ecopaper dan berencana menambah kapasitas serupa dalam waktu dekat.

    Dengan berbagai langkah ekspansi tersebut, manajemen Alkindo optimistis kinerja perusahaan dapat tumbuh lebih kuat dalam beberapa tahun ke depan, seiring meningkatnya permintaan kemasan yang lebih ramah lingkungan serta peluang pasar baru di luar negeri.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    5 cara bijak manfaatkan THR agar tidak boros

    By adm_imr15 Maret 20262 Views

    Siapa Pendiri Nussa Rarra? Ini Profil dan Kisahnya

    By adm_imr14 Maret 20263 Views

    Kinerja CPO Grup Salim Menggembirakan, Ini Rekomendasi Sahamnya

    By adm_imr14 Maret 20262 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    KONI Aceh Santap Berbuka di SHB, Pon Yaya Ajak Kenang Abu Razak

    15 Maret 2026

    8 tips mudik aman Lebaran 2026 dengan mobil pribadi

    15 Maret 2026

    Waspada! 10 Tanda Kanker Ginjal yang Sering Diabaikan

    15 Maret 2026

    Qatar: Konflik Iran Ancam Pasokan Energi Global

    15 Maret 2026
    Berita Populer

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    Kabupaten Malang 28 Februari 2026

    Malang – Aparat dari Polres Malang mengungkap dugaan tindak pidana membuat dan menguasai bahan peledak…

    Kejari Kabupaten Malang Geledah Kantor Dispora, Dalami Dugaan Penyelewengan Dana Hibah KONI

    6 Februari 2026

    Jadwal MotoGP Thailand 2026 Live Trans7, Bagnaia Tunjukkan Tanda Bertahan

    1 Maret 2026

    Keluhan Pasien Poli Gigi Puskesmas Arjuno, Kadinkes Kota Malang Beri Penjelasan

    6 Februari 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?