Perayaan Nuzulul Quran dan Amalan yang Dianjurkan
Nuzulul Quran merupakan peristiwa penting bagi umat Islam yang diperingati setiap 17 Ramadan. Momen ini diperingati untuk mengenang peristiwa turunnya Al-Quran kepada Nabi Muhammad SAW sebagai petunjuk bagi umat manusia. Keistimewaan Nuzulul Quran dijelaskan dalam Surat Al Baqarah ayat 185:
“Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang hak dan yang batil).”
Sehubungan dengan itu, banyak masyarakat Muslim mulai mencari informasi kapan waktu Nuzulul Quran 2026? Mengacu pada penetapan 1 Ramadan 1447 Hijriyah yang jatuh pada 19 Februari 2026, maka 17 Ramadan bertepatan pada 7 Maret 2026 mendatang.
Keistimewaan Nuzulul Quran
Pendakwah Ustadz Adi Hidayat menjelaskan bahwa Nuzulul Quran adalah peristiwa nan agung dan teristimewa yang berlangsung di Bulan Ramadhan. Peristiwa ini menjadi wahyu utama bagi Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam (Saw). Allah Subhaahu Wa Ta’ala tegas berfirman:
“Shahru Ramadhan alladzi unzila fihil Qur’an hudan linnas wa bayyinat min al-huda wa al-furqan… Faman syahida minkum al-shahr fal yasumhu…”
Artinya: “Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang hak dan yang bathil)… Oleh karena itu, siapa di antara kamu hadir (di tempat tinggalnya atau bukan musafir) pada bulan itu, berpuasalah.”
Al Quran diturunkan bukan hanya menjadi kitab bacaan sehari-hari, melainkan sebagai petunjuk dan pedoman bagi kehidupan. Tujuan utama Al Quran adalah sebagai pedoman berkehidupan untuk seluruh manusia tanpa kecuali. Dijelaskan bagaimana kita terlahir, untuk apa kita berkehidupan, bagaimana perkembangan dan tumbuh kita dari kecil sampai dengan dewasa. Bagaimana kita memilih aktivitas di dunia yang kita jalani ini, bagaimana kita menata hidup yang baik, apa yang harus dikerjakan, apa yang musti kita tinggalkan, bagaimana kita menjalani hidup sampai ke ujung wafat kita meninggalkan dunia.
Amalan Malam Nuzulul Quran
- Membaca Al Quran
Membaca Al Quran adalah amalan utama di malam Nuzulul Quran 17 Ramadhan. Selama Ramadhan merupakan hari istimewa untuk membaca Al Qur’an. Al Quran diturunkan di bulan yang mulia dan diberkahi sebagaimana firman Allah SWT dalam kutipan surat Al Baqarah :185.
“Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil)…”
Turunnya Al Quran terjadi pada malam yang diberkahi. Allah SWT juga berfirman dalam surat Ad Dukhan ayat 3:
“Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan.”
Di malam diturunkannya Al Quran inilah alangkah mulianya amalan mengkaji Al Quran. Anjuran membaca Al Quran sebagaiman dikutip dari hadis Abdullah bin Abbas, “Dahulu Malaikat Jibril senantiasa menjumpai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada setiap malam Ramadhan, dan selanjutnya ia membaca Al Qur’an bersamanya” (HR.Bukhari).
Tadabur Al Quran
Selain membaca Al Quran, amalan lain yang dianjurkan saat malam Nuzulul Quran adalah mentadaburinya (Al Quran). Tentu membaca Al Quran juga perlu mengetahui arti, makna serta hikmah dibaliknya. Sebagaimana Al Quran merupakan pedoman umat manusia yang mesti dipahami untuk menjadi cara hidup.Mendirikan Sholat Malam
Pada malam Nuzulul Quran amalan bagi umat muslim yang dianjurkan yakni mendirikan sholat malam. Di samping hal itu ada banyak keutamaan mendirikan sholat malam di bulan Ramadhan. Sebagaimana diriwayatkan dalam hadis dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda,
“Barangsiapa melaksanakan sholat pada malam lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR.Bukhari).
- Itikaf
Melaksanakan Itikaf juga menjadi amalan yang dianjurkan ketika malam Nuzulul Quran. Pada dasarnya Itikaf mendekatkan diri kepada Allah SWT serta membentuk perenungan diri.







