Gempa Bumi Besar Mengguncang Wilayah Sulawesi Utara
Pada hari Senin, 8 Juni 2026, wilayah Indonesia khususnya Sulawesi Utara mengalami gempa bumi yang cukup kuat. Gempa tersebut terjadi di kawasan barat laut Pulau Karatung, Kabupaten Kepulauan Talaud. BMKG merilis informasi bahwa gempa kali ini memiliki kekuatan magnitudo 7,7.
Gempa bumi ini terjadi pada pukul 08.55 Wita dan menimbulkan kepanikan di kalangan warga pesisir Manado. Kepala BMKG Stasiun Geofisika Manado, Tony Agus Wijaya, menyampaikan bahwa telah tercatat sebanyak 9 kali gempa susulan, dengan salah satu dari gempa susulan tersebut berkekuatan magnitudo 6,0.
Gempa susulan magnitudo 6,0 tersebut berlokasi pada koordinat 5,41 Lintang Utara dan 125,29 Bujur Timur atau sekitar 201 kilometer barat laut Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, dengan kedalaman 10 kilometer. Getaran gempa dirasakan di Kota Manado dengan intensitas II-III MMI dan di Minahasa Utara dengan intensitas II MMI.
Selain itu, BMKG juga menerima laporan adanya kerusakan ringan pada sejumlah rumah warga di Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Kepulauan Talaud akibat rangkaian gempa yang terjadi sejak pagi.
Aktivitas Seismik Masih Berlangsung
Aktivitas seismik di wilayah Sulawesi Utara masih terus berlangsung. Pada pukul 09.38 WIB atau 10.38 Wita, BMKG kembali mencatat gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,6 yang berpusat di laut. Gempa tersebut berada pada koordinat 5,35 Lintang Utara dan 125,36 Bujur Timur atau sekitar 193 kilometer barat laut Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, dengan kedalaman 10 kilometer.
Meski tidak berpotensi tsunami, gempa ini menunjukkan aktivitas tektonik di kawasan tersebut masih cukup tinggi pasca-gempa utama magnitudo 7,7.
Deteksi Tsunami di Beberapa Wilayah
BMKG memperbarui data pengamatan muka air laut dan mengonfirmasi bahwa tsunami telah terdeteksi di sejumlah wilayah pesisir Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah dan Maluku Utara. Berdasarkan data pemutakhiran, ketinggian tsunami tertinggi tercatat di Talengan, Kabupaten Kepulauan Sangihe, dengan tinggi gelombang mencapai 0,75 meter pada pukul 08.20 WIB.
Selain Talengan, tsunami juga terdeteksi di sejumlah daerah lainnya, yakni:
- Paleleh, Sulawesi Tengah: 0,45 meter
- Melonguane, Kepulauan Talaud: 0,32 meter
- Tanjung Sidupa: 0,32 meter
- Tahuna, Kepulauan Sangihe: 0,30 meter
- Bitung: 0,29 meter
- Ulusiau, Kabupaten Sitaro: 0,18 meter
- Ternate, Maluku Utara: 0,14 meter
- Loloda, Halmahera Barat: 0,09 meter
Warga Pesisir Manado Sempat Panik
Guncangan gempa yang cukup kuat membuat warga pesisir Kota Manado sempat panik dan berhamburan keluar rumah. Yunita Rogahang, warga Karangria Manado, mengaku terkejut saat gempa terjadi ketika dirinya sedang bersiap membuka kios makanan. “Kaget bukan main. Langsung stop dan lari keluar,” ujarnya.
Kepanikan juga dirasakan Anci Ara (86), yang saat itu sedang memasak di rumahnya. “Saya langsung keluar. Takut sekali karena kuat sekali goyangannya,” kata Anci. Menurut Yunita, banyak warga sempat berkumpul di kawasan pantai untuk memantau kondisi laut karena khawatir terjadi tsunami.
Basarnas dan BPBD Lakukan Pemantauan
Menindaklanjuti peristiwa tersebut, Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Manado langsung berkoordinasi dengan BPBD di sejumlah daerah, termasuk Kota Manado, Kota Bitung, Minahasa, Minahasa Utara, Kepulauan Sangihe dan Kepulauan Talaud. Hasil pemantauan sementara menunjukkan masyarakat di beberapa wilayah melakukan evakuasi mandiri setelah peringatan tsunami dikeluarkan.
Hingga Senin siang, belum ada laporan korban jiwa akibat gempa maupun tsunami. Namun petugas masih melakukan pendataan terhadap kemungkinan kerusakan bangunan dan dampak lainnya.
Aktivitas Tektonik Masih Tinggi
BNPB mengingatkan bahwa aktivitas tektonik di sekitar sumber gempa masih sangat aktif. Serangkaian gempa susulan bermagnitudo signifikan masih terus terjadi sebagai proses pelepasan energi di zona subduksi Laut Filipina. BMKG menjelaskan gempa utama magnitudo 7,7 yang terjadi pada pukul 07.37 Wita dipicu aktivitas subduksi lempeng dengan mekanisme pergerakan naik.
Karena itu, masyarakat di wilayah pesisir Sulawesi Utara, Gorontalo, Maluku Utara dan Sulawesi Tengah diminta tetap waspada serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BNPB, BPBD maupun pemerintah daerah hingga situasi benar-benar dinyatakan aman.






