Surabaya – Arvo Training menghadirkan Hong Beom Seok, atlet hybrid racing dunia asal Korea Selatan, dalam acara workout HYROX yang diselenggarakan di Surabaya pada Sabtu (7/3). Kehadiran Hong menjadi bagian dari upaya memperluas pemahaman masyarakat tentang konsep hybrid training, yaitu latihan yang menggabungkan kekuatan otot dan daya tahan tubuh.
Charles Johnson dari One% Training menyatakan bahwa perkembangan komunitas hybrid fitness di Indonesia saat ini sangat pesat. Menurutnya, kehadiran atlet internasional seperti Hong dapat memberikan gambaran langsung mengenai standar latihan dan kompetisi global kepada atlet maupun pecinta kebugaran lokal.
“Komunitas hybrid fitness di Indonesia berkembang sangat cepat. Kehadiran atlet internasional seperti Hong membantu memberikan exposure terhadap standar latihan dan kompetisi global, sehingga atlet lokal bisa belajar langsung dari yang terbaik,” ujar Charles.
Secara global, dunia competitive fitness sedang berkembang pesat melalui format kompetisi HYROX. Ajang ini dikenal sebagai perlombaan yang menggabungkan berbagai latihan kekuatan dengan lari dalam satu rangkaian kompetisi. Dalam format tersebut, atlet tidak hanya dituntut kuat dalam latihan beban, tetapi juga memiliki kemampuan kardio serta daya tahan tubuh yang tinggi.
Josephine Christabel dari Arvo Training menjelaskan bahwa hybrid racing bukan sekadar tren olahraga sesaat. Menurutnya, konsep latihan ini justru menggabungkan dua kemampuan dasar manusia, yaitu kekuatan dan daya tahan.
“Hybrid training menggabungkan dua kemampuan dasar manusia, yaitu kekuatan dan daya tahan. Kombinasi ini membuat atlet menjadi lebih lengkap dan fungsional,” katanya.
Fenomena ini juga mulai menarik perhatian komunitas lari di Indonesia. Banyak pelari yang sebelumnya hanya fokus pada lari kini mulai mencoba konsep latihan HYROX yang menggabungkan berbagai elemen kebugaran. Dia menyebut sekitar 50 hingga 60 persen rangkaian kompetisi HYROX terdiri dari aktivitas lari, sehingga cukup menarik bagi komunitas pelari.
Arvo Training memiliki pendekatan khusus dalam melatih para anggotanya melalui program performance training yang terstruktur dan terukur untuk mempersiapkan peserta menghadapi kompetisi hybrid fitness. Selain itu, program latihan juga dirancang agar dapat diikuti oleh pemula yang baru mengenal konsep hybrid training.
Pada kesempatan yang sama, Hong Beom Seok menyatakan bahwa olahraga HYROX dapat dilakukan oleh siapa saja tanpa memandang usia.
“Semua orang bisa melakukan HYROX. Bahkan di beberapa event internasional, peserta berusia hingga 70 tahun pun ikut berkompetisi,” ujarnya.
Dia mengaku baru pertama kali datang ke Indonesia meskipun telah menekuni olahraga HYROX selama sekitar tiga tahun terakhir. Hong menilai Indonesia memiliki banyak atlet berbakat yang berpotensi bersaing di level internasional jika mendapatkan sistem latihan yang tepat.
“Saya melihat banyak atlet bertalenta di Indonesia. Dengan sistem latihan yang tepat dan kesempatan belajar dari kompetisi internasional, mereka punya potensi besar,” katanya.
Hong juga berpesan kepada pemula agar tidak ragu mencoba hybrid training dan menekankan pentingnya konsistensi latihan.
“Cari tempat latihan yang tepat, pelajari peralatan yang digunakan, dan lakukan secara konsisten,” pungkas Hong.







