Kementerian Pertahanan Iran Menegaskan Pilihan AS Hanya Menerima Tuntutan Teheran
Juru bicara Kementerian Pertahanan Iran, Reza Talaei-Nik, menyatakan bahwa Amerika Serikat tidak memiliki pilihan lain selain menerima tuntutan Teheran untuk mengakhiri konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Pernyataan tersebut disampaikan di Teheran dan menjadi perhatian utama dalam laporan media internasional.
Talaei-Nik menekankan bahwa satu-satunya jalan keluar dari perang yang disebutnya dipaksakan oleh “musuh Amerika-Zionis” adalah dengan memenuhi tuntutan rakyat Iran. Ia menyatakan bahwa langkah ini harus dilakukan baik di medan perang maupun dalam diplomasi.
“Satu-satunya jalan keluar dari perang ketiga yang dipaksakan oleh musuh Amerika-Zionis, baik di medan perang maupun dalam diplomasi, adalah dengan mengamankan tuntutan rakyat Iran,” ujarnya.
Ia menilai bahwa pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan terus mengalami kerugian jika tidak mengakui hak Iran sebagai sebuah negara. Menurutnya, proposal yang diajukan Iran dapat menjadi jalan untuk mencegah dampak perang yang lebih besar bagi masyarakat internasional maupun rakyat Amerika Serikat sendiri.
“Sambil menerima proposal Iran, Trump juga harus memperhatikan pencegahan kerugian dan biaya lebih lanjut dalam kelanjutan perang bagi rakyat Amerika dan komunitas internasional,” tambahnya.
Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya dinamika diplomasi antara Iran dan Amerika Serikat setelah konflik berkepanjangan yang melibatkan operasi militer bersama Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran sejak 28 Februari.
Iran Meminta Sanksi Dicabut dan Aset Dibekukan Dikembalikan
Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menegaskan bahwa Teheran tidak sedang mencari konsesi politik dari Washington untuk mengakhiri perang. Ia menyebut Iran hanya menuntut pemulihan hak-haknya yang selama ini dinilai dirampas akibat sanksi internasional.
“Kami ingin hak-hak kami dipulihkan. Selama lima dekade terakhir, kami berada di bawah apa yang mereka sebut sebagai sanksi yang melumpuhkan,” ujar Baqaei seperti dikutip CBS News pada Jumat, 22 Mei 2026.
Baqaei menjelaskan bahwa terdapat sejumlah tuntutan utama dalam upaya perdamaian. Salah satunya adalah penghentian tindakan Amerika Serikat terhadap Iran serta pencabutan sanksi ekonomi yang selama ini diberlakukan.
Selain itu, Iran juga meminta aset-aset negara yang dibekukan dikembalikan kepada Teheran. Dalam pandangan Iran, langkah tersebut menjadi bagian penting untuk memulihkan kondisi ekonomi dan hak negara yang selama bertahun-tahun berada di bawah tekanan internasional.
Baqaei turut meminta agar Amerika Serikat menghentikan blokade terhadap pelabuhan dan kapal Iran. Ia menilai tindakan tersebut bertentangan dengan hukum internasional dan menjadi hambatan besar dalam terciptanya kesepakatan damai antara kedua negara.
Pemerintahan Trump Disebut Bersiap Luncurkan Serangan Baru
Di tengah proses diplomasi yang masih berlangsung, laporan CBS News menyebut pemerintahan Donald Trump tetap mempersiapkan kemungkinan serangan militer baru terhadap Iran. Situasi ini menunjukkan bahwa ketegangan di kawasan masih belum sepenuhnya mereda meskipun komunikasi diplomatik terus dilakukan.
Menurut laporan tersebut, kondisi pemerintahan yang berkaitan dengan perkembangan konflik membuat Trump tidak menghadiri agenda pribadi keluarganya pada akhir pekan Memorial Day. Presiden Amerika Serikat itu disebut kembali ke Gedung Putih setelah sebelumnya dijadwalkan berada di lapangan golf miliknya di New Jersey.
Beberapa anggota komunitas militer dan intelijen Amerika Serikat juga dilaporkan membatalkan agenda akhir pekan mereka sebagai bentuk antisipasi terhadap kemungkinan operasi militer baru. Hal ini memperlihatkan bahwa situasi keamanan masih sangat dinamis dan berpotensi berkembang sewaktu-waktu.
Konflik Iran Dan AS Jadi Sorotan Dunia Internasional
Perang dan ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, serta Israel kini menjadi perhatian luas dunia internasional. Berbagai negara disebut mulai mengambil langkah diplomatik untuk mendorong terciptanya stabilitas dan mencegah konflik meluas ke kawasan lain.
Situasi tersebut juga memicu kekhawatiran terhadap sektor energi global. Sejumlah laporan internasional menyebut konflik di kawasan Timur Tengah berdampak terhadap pasar minyak dan hubungan geopolitik negara-negara besar.
Di sisi lain, berbagai perkembangan terbaru terkait perundingan damai terus menjadi sorotan media internasional. Mulai dari kemungkinan pencabutan sanksi, pembebasan aset Iran, hingga potensi penghentian operasi militer masih menjadi bagian dari pembahasan diplomatik yang berjalan.
Hingga kini, belum ada kepastian mengenai arah akhir dari konflik tersebut. Namun pernyataan keras dari pejabat Iran menunjukkan bahwa Teheran tetap mempertahankan tuntutan utama mereka sebagai syarat penting dalam setiap kesepakatan perdamaian dengan Amerika Serikat.







