Jadwal Puncak Arus Mudik Lebaran 2026
Puncak arus mudik Lebaran 2026 diprediksi terjadi dalam dua gelombang, yaitu pada tanggal 14–15 Maret dan 18–19 Maret. Perayaan Idul Fitri yang jatuh di akhir bulan Maret memicu kenaikan jumlah pemudik yang berangkat dari Jabodetabek menuju wilayah Jawa Barat, khususnya Priangan Timur.
Wilayah Priangan Timur mencakup beberapa daerah seperti Garut, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis, Kota Banjar, dan Kabupaten Pangandaran. Untuk menghindari kepadatan lalu lintas, tersedia beberapa jalur alternatif yang bisa digunakan oleh para pemudik.
Jalur Alternatif Mudik ke Priangan Timur
Berikut adalah lima jalur alternatif yang direkomendasikan untuk perjalanan mudik ke Priangan Timur:
Bandung – Majalaya – Cijapati – Kadungora – Leuwigoong – Banyuresmi – Garut
Jalur ini merupakan salah satu rute utama yang sering digunakan oleh pemudik karena memiliki kondisi jalan yang cukup baik dan tidak terlalu padat.Bandung – Garut (kota) – Salawu – Singaparna – Tasikmalaya
Rute ini sangat cocok bagi pemudik yang ingin melewati wilayah Garut dan langsung menuju Kota Tasikmalaya.
Bandung – Singaparna – Tasikmalaya (kota) – Manonjaya – Banjar
Jalur ini mempercepat perjalanan ke arah Kota Banjar tanpa harus melalui jalur utama yang lebih ramai.Bandung – Sumedang – Wado – Malangbong
Rute ini memberikan pilihan alternatif untuk pemudik yang ingin melewati wilayah Sumedang dan Malangbong sebelum masuk ke wilayah Priangan Timur.Bandung – Pangalengan – Rancabuaya (Garut) – Cipatujah (Tasikmalaya) – Pangandaran
Jalur ini cocok bagi pemudik yang ingin melintasi wilayah Garut dan langsung menuju Pangandaran dengan jalur yang relatif sepi.
Persiapan Dinas Perhubungan Jawa Barat
Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Barat telah menyiapkan ratusan posko pelayanan untuk memastikan kelancaran arus mudik dan balik selama Lebaran 2026. Posko-posko tersebut akan tersebar di berbagai jalur utama hingga simpul transportasi guna melayani masyarakat selama periode mudik.
Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat, Dhani Gumelar, menyatakan bahwa persiapan mudik tahun ini dilakukan melalui koordinasi lintas sektor yang melibatkan kepolisian serta berbagai pemangku kepentingan di bidang transportasi.
“Kita baru saja menyelesaikan rapat koordinasi lintas sektor di lingkup perhubungan, kepolisian, dan beberapa stakeholder untuk memastikan kesiapan personel, sarana maupun prasarana,” ujarnya.
Menurut dia, pemerintah memperkirakan pergerakan masyarakat sudah mulai terjadi pada pertengahan Maret 2026, seiring libur panjang yang berdekatan dengan momentum Lebaran.
“Kita pastikan kemungkinan besar mulai tanggal 14 Maret sudah ada kegiatan mudik masyarakat, karena sekarang liburnya panjang,” katanya.
Dishub Jabar juga telah melakukan berbagai langkah antisipasi sejak beberapa waktu lalu, termasuk pemeriksaan kendaraan angkutan umum yang akan digunakan masyarakat.

“Sebulan lalu kami sudah melakukan beberapa pengecekan kendaraan, terutama angkutan umum yang akan digunakan oleh masyarakat,” ucapnya.
Selain kesiapan armada, Dishub Jabar juga menyiapkan sejumlah posko untuk memantau kondisi lalu lintas dan membantu pemudik di lapangan.
“Untuk kami di Dinas Perhubungan ada kurang lebih 12 posko, kemudian totalnya sekitar 30 posko yang tersebar di jalan maupun di simpul transportasi seperti bandara, terminal, dermaga, termasuk stasiun kereta,” katanya.
Posko tersebut akan dilengkapi petugas yang bertugas memberikan informasi hingga membantu penanganan kondisi darurat selama arus mudik berlangsung.
Dhani menambahkan, selain posko dari Dishub, sejumlah instansi lain juga menyiapkan posko pelayanan serupa di berbagai titik di Jawa Barat.
“Tadi juga diinformasikan ada puluhan posko dari kepolisian, Dinas Kesehatan, Bina Marga, dan lainnya,” tutur Dhani.
“Jadi totalnya mungkin di atas 200 posko yang disiapkan untuk melayani masyarakat yang melakukan mudik,” sambungnya.
Dhani berharap dengan kesiapan personel, sarana, serta posko pelayanan tersebut, arus mudik Lebaran 2026 di Jawa Barat dapat berjalan aman, tertib, dan lancar.






