Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur
Kecelakaan tragis yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL commuter line di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, menyisakan duka mendalam. Insiden ini terjadi pada Senin (27/4/2026) malam dan menjadi perhatian luas, termasuk dari media internasional.
Hingga Selasa (28/4/2026) pukul 07.00 WIB, jumlah korban dalam insiden tersebut tercatat sebanyak tujuh orang meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka-luka dengan berbagai tingkat keparahan. Proses evakuasi yang berlangsung dramatis menjadi sorotan utama. Sejumlah penumpang sempat terjebak di dalam gerbong yang terdampak benturan.
Beberapa media asing seperti Associated Press (AP), BBC, dan Daily Mirror turut menyoroti kecelakaan ini sebagai pengingat serius terhadap isu keselamatan transportasi rel di Indonesia. Mereka menyoroti kerasnya benturan yang terjadi ketika kereta jarak jauh menabrak bagian belakang kereta komuter yang sedang berhenti.
Sorotan lainnya yakni sulitnya proses penyelamatan akibat kerusakan berat pada badan gerbong.
Sorotan Media Asing
Associated Press (AP), BBC, hingga Daily Mirror menyoroti kecelakaan tersebut sebagai pengingat keras atas persoalan keselamatan transportasi rel di Indonesia. AP melaporkan, KA Argo Bromo Anggrek yang merupakan kereta jarak jauh menabrak bagian belakang kereta komuter yang sedang berhenti di Stasiun Bekasi Timur. Gerbong yang tertabrak merupakan gerbong khusus perempuan, fasilitas yang umum digunakan untuk mengurangi risiko pelecehan terhadap penumpang wanita. Benturan keras membuat gerbong mengalami kerusakan parah dan menjebak sejumlah penumpang di dalamnya.
Sementara itu, BBC melaporkan proses evakuasi berlangsung sulit karena badan gerbong ringsek berat. Kemudian, Daily Mirror melaporkan operasi penyelamatan semakin rumit karena kerusakan gerbong sangat berat. Korban luka dibawa ke sejumlah rumah sakit terdekat, termasuk RSUD Bekasi.
Korban Tewas
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin mengatakan, total korban luka yang dirawat mencapai 81 orang. “Saya meng-update jumlah korban yang terjadi pada kecelakaan kereta pada malam, tadi malam. Meninggal dunia itu 7 orang dan luka-luka dan dirawat itu sebanyak 81 orang,” kata Bobby di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4/2026) dikutip Kompas.com.
Proses evakuasi korban masih dilakukan secara hati-hati oleh tim gabungan di lokasi kejadian. Sementara itu, rangkaian KA Argo Bromo Anggrek juga telah berhasil dievakuasi dari lokasi tabrakan. “Evakuasi dari kereta Bromo Anggrek itu telah kami lakukan. jadi semua rangkaian sebanyak 12 gerbong itu telah kami lakukan eh evakuasi ke stasiun Bekasi,” ucap Bobby.
Korban di Rumah Sakit
Di sisi lain, rumah sakit rujukan seperti RSUD Bekasi masih terus menangani para korban luka. Sementara pihak keluarga berdatangan untuk mencari kepastian nasib kerabat mereka di tengah situasi yang penuh kecemasan.

Data Korban Tewas di RSUD Bekasi
- Nuryati (P) 9 Oktober 1963 (pulang)
- Enggar Retno (P) 14 Maret 1991
- Nurlaela (P) 17 Mei 1986 (pulang)
Data Korban Luka di RSUD Bekasi
- Desvita (P) 1 Januari 1970
- Ahmad Nur Syahril (L) 25 Oktober 1997
- Subur Sagita (L) 5 Maret 1975
- Shovy Salsabila (P) 27 Mei 2001
- Siti Maryam (P) 11 Maret 1989
- Rivan Mandar (L) 14 Desember 1993
- ΑΝGGITΑ R. Utami (P) Oktober 1989
- Hari Septiansah (L) 28 September 1998
- Dwi Apriliana (P) 26 April 1996
- Ratri Intan A (P) 18 Mei 1999
- Andi Saputra (L) 27 April 1996 (pulang)
- Sausan Sarifah (P) 14 Desember 1996
- Dinasti Kusuma W (P) 25 Oktober 2001
- Yuliana (P) 27 April 1996
- Ira Indira Putri (P) 23 Desember 1996
- Heri Septiansyah (L) 27 April 1996
- R. Rustiati (P) 8 September 1970
- Amalia Hasanah Ulfa (P) 15 November 1994
- Vira Oktaviani Putri (P) 29 Oktober 1998 (rujuk RS Mitra Plumbon)
- Yuliana Nur Pratama (P) 19 Juli 2001 (rujuk RS Siloam).
- Nuryati (P) 7 Januari 1985
- Nuriah Indah Rahmati (P) 9 Oktober 2004
- Fitria Husni (P) 11 Maret 2000
- Anggita (P) 3 Oktober 1989
- Leni Julianti (P) 30 Juli 1992
- Purwanti (P) 26 Maret 1972
- Yunita Endang (P) 29 September 1984
- A. Regita (P) 5 April 1997
- Subandi (L) 1 April 1984
- Muchlis (L) 27 April 1996
- Riki (L) 27 April 2001
- Alivia (P) 22 April 2001
- Dewi Sagita (P) 13 Desember 1996
- Stefani Sofia (P) 27 April 2004
- Eri Rustiati (P) 8 September 1970
- Ester R. Guguk (P) 27 November 1998
- M. Anwar (L) 27 April 1996
- Laili (L) 11 November 1999
- Rivan (L) 27 April 1994
- Ayunda R (P) 12 Juni 2001
- Mustika Ayu Pujiana (P) 11 September 1982
- Suryati (P) 5 April 1975
- Evi (P) 17 Oktober 1973
- Shofie (P) 27 Mei 2001.
- Iie Suwendi (L) 1 April 1984
- Dewi Suryani (P) 12 September 1990
- Despita (P) 16 Desember 1977
- Choirunnisa R (P) 10 Desember 2000
- Rista Triana (P) 13 Januari 1991 (Pulang)
- Pamilang Rani Situmorang (P) 14 Desember 1993






