Pemilihan Tim Banteng Jatim FC U-17 untuk Persiapan Soekarno Cup 2026
Tim Banteng Jatim FC U-17, yang dibina oleh DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, sedang menjalani serangkaian seleksi terbuka sebagai persiapan menghadapi Soekarno Cup 2026. Turnamen sepak bola usia muda ini menjadi ajang bergengsi yang mempertemukan tim-tim U-17 dari berbagai provinsi di Indonesia. Soekarno Cup diselenggarakan rutin oleh DPP PDI Perjuangan dan kali ini memasuki penyelenggaraan ketiga. Tahun lalu, tim Banteng Jatim FC U-17 berhasil meraih gelar juara.
Seleksi terbuka dilakukan di lima regional dengan fokus pada pengembangan bakat muda sepak bola. Di Blitar, seleksi digelar pada hari Sabtu (7/3/2026) dan diikuti sekitar 300 talenta muda dari wilayah Kabupaten/Kota Blitar, Trenggalek, Tulungagung, Pacitan, Kediri, hingga Ponorogo. Mereka menjalani rangkaian tes kemampuan teknik melalui simulasi pertandingan yang dipantau langsung oleh tim pelatih dan analis data Banteng Jatim FC. Acara ini juga dihadiri oleh jajaran DPD PDI Perjuangan Jatim, DPC PDI Perjuangan Kota Blitar, dan DPC PDI Perjuangan Tulungagung serta diawasi oleh Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim Said Abdullah dan Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Bidang Pemuda dan Olahraga Eri Cahyadi.
Komitmen dalam Pembinaan Sepak Bola Usia Muda
Said Abdullah, Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, menegaskan bahwa seleksi ini merupakan bagian dari komitmen dalam memperkuat ekosistem pembinaan sepak bola usia muda. Ia menyampaikan bahwa sepak bola adalah olahraga rakyat yang memiliki daya pemersatu yang kuat. “Melalui Soekarno Cup, kita ingin memberi ruang bagi anak-anak muda untuk menunjukkan bakat sekaligus membangun karakter sportivitas,” ujarnya.
Menurut Said Abdullah, jumlah peserta yang cukup besar menjadi bukti bahwa Jawa Timur merupakan salah satu gudang talenta muda sepak bola nasional. Hingga Minggu (8/3/2026), jumlah peserta seleksi telah mencapai angka 1.000 talenta muda se-Jatim. “Antusiasme pemain muda yang ikut seleksi ini menunjukkan bahwa Jawa Timur tidak pernah kekurangan talenta sepak bola. Ini sekaligus membuktikan bahwa daerah-daerah di Jatim merupakan lumbung pemain berbakat yang harus terus dibina,” tambahnya.
Proses Seleksi di Berbagai Regional
Manajer Banteng Jatim FC, Daniel Rohi, menjelaskan bahwa seleksi dilakukan secara bertahap di lima regional untuk menjaring talenta dari berbagai wilayah di Jawa Timur. Setiap titik seleksi mencakup sejumlah kabupaten/kota di sekitarnya. Seleksi dimulai di Banyuwangi pada 28 Februari 2026 yang menjaring pemain dari wilayah Banyuwangi dan sekitarnya. Selanjutnya digelar di Blitar pada 7 Maret 2026 untuk wilayah Blitar Raya dan daerah sekitar.
Setelah itu, seleksi berlanjut di Malang pada 8 Maret 2026 yang mencakup pemain dari Malang, Probolinggo, Pasuruan, dan Kota Batu. Kemudian dilaksanakan di Bangkalan pada 14 Maret 2026 untuk menjaring talenta dari Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep. Rangkaian seleksi akan dipungkasi di Surabaya pada 28 Maret 2026 yang mencakup wilayah Surabaya, Gresik, Sidoarjo, Mojokerto, Jombang, Madiun, Ngawi, Magetan, Lamongan, Bojonegoro, hingga Tuban.
Faktor Penting dalam Seleksi
Daniel Rohi menyampaikan bahwa seleksi tidak hanya melihat kemampuan teknik individu, tetapi juga kedisiplinan, karakter, dan kerja sama tim. “Kami mencari pemain yang tidak hanya berbakat secara teknik dan memiliki keunggulan individu, tetapi juga memiliki kemampuan bermain sebagai sebuah tim. Dalam turnamen seperti Soekarno Cup, kekompakan tim menjadi faktor penting,” ujarnya.
Asisten Manajer Banteng Jatim FC U-17, Eri Irawan, menambahkan bahwa dalam proses pembentukan tim nantinya, Banteng Jatim FC akan menerapkan pendekatan sains olahraga agar proses pembinaan pemain berjalan lebih terukur. “Kita akan menggunakan pendekatan sport science. Artinya, pemain akan dipantau secara teknik dan taktik berbasis data yang diolah tim analis, serta pengukuran kondisi fisik seperti daya tahan, kecepatan, dan kekuatan otot. Program latihan juga akan disusun secara periodisasi, mulai dari fase pembentukan fisik, peningkatan taktik, hingga kesiapan pertandingan,” jelasnya.
“Bahkan aspek pemulihan pemain, nutrisi, dan pencegahan cedera juga menjadi bagian dari perhatian tim sesuai arahan DPD PDI Perjuangan Jatim,” tambahnya.







