Arab Saudi Dianggap Pilihan Tepat untuk Menjadi Tuan Rumah Laga Tunda Kompetisi Antarklub Asia
Beberapa laga kompetisi antarklub Asia yang tertunda akibat situasi tak kondusif di kawasan Timur Tengah kini mulai memperlihatkan tanda-tanda perbaikan. AFC (Asosiasi Sepak Bola Asia) telah merencanakan penggelaran pertandingan-pertandingan yang tertunda tersebut pada 19-22 Maret mendatang. Namun, sebelumnya, beberapa negara seperti Arab Saudi, Jordania, Qatar, dan Uni Emirat Arab diberi kesempatan oleh AFC untuk menjadi tuan rumah.
Salah satu pihak yang sangat berkontribusi dalam proses ini adalah Al Nassr, salah satu klub besar Arab Saudi. Klub yang memiliki banyak penggemar ini memberikan dukungan kuat kepada pihak berwenang agar Arab Saudi dijadikan sebagai tempat penyelenggaraan laga-laga yang tertunda. Terutama, Al Nassr mengusulkan agar pertandingan babak perempat final Liga Champions Asia Wilayah Barat dan semifinal Liga Champions Asia 2 Wilayah Barat digelar di Riyadh saja.
Al Nassr melihat bahwa situasi di Riyadh dan seluruh wilayah Arab Saudi relatif aman dan kondusif. Tidak ada ancaman militer atau keamanan yang mengancam masyarakat setempat. Selain itu, infrastruktur yang tersedia di Arab Saudi juga cukup memadai. Stadion, transportasi, serta akomodasi lainnya sudah siap untuk menyambut pertandingan-pertandingan tersebut tanpa kendala.
Selain faktor keamanan, akses ke stadion dan lokasi-lokasi penting di Arab Saudi juga bisa dicapai dengan mudah menggunakan transportasi umum. Hal ini membuat Arab Saudi menjadi pilihan terbaik bagi AFC dalam menjalankan rencana penggelaran laga-laga yang tertunda.
Rencana AFC untuk Menggelar Laga Tunda
Sebenarnya, AFC sudah mulai bersiap menggelar pertandingan-pertandingan yang tertunda. Dalam laporan terbaru, AFC merencanakan pertandingan tersebut akan dimainkan hanya dalam satu leg saja dengan sistem terpusat. Jadwal pelaksanaannya direncanakan pada 19-22 April mendatang.
AFC menawarkan kesempatan kepada beberapa negara untuk menjadi tuan rumah pertandingan-pertandingan tersebut. Arab Saudi menjadi salah satu yang mendapatkan tawaran. Selain itu, Qatar, Jordania, dan Uni Emirat Arab juga berpotensi menjadi tuan rumah.
Namun, dengan situasi saat ini, Arab Saudi dinilai sebagai destinasi paling memungkinkan. Hal ini karena stabilitas politik dan keamanan yang terjaga serta fasilitas yang memadai.
Penundaan Kompetisi Akibat Kondisi Tak Kondusif
Pada 1 Maret lalu, AFC mengeluarkan pernyataan resmi tentang penundaan kompetisi antarklub di benua Kuning. Penundaan tersebut akan dilakukan di ajang Liga Champions Asia Elite, Liga Champions Asia 2, dan AFC Challenge Cup.
Namun, tidak semua pertandingan di kompetisi tersebut akan mengalami penundaan. Hanya pertandingan yang melibatkan tim dari Wilayah Barat saja yang akan dijadwalkan ulang. Tim-tim dari Timur Tengah, termasuk klub-klub besar seperti Al Nassr, Al Hilal, dan Al Ittihad, akan merasakan dampak penundaan ini.
Dalam pernyataan resminya, AFC menyebutkan bahwa “dengan situasi yang terjadi di Timur Tengah, AFC mengonfirmasi pertandingan leg pertama AFC Champions League Elite di Wilayah Barat, yang mulanya dijadwalkan pada 2-3 Maret 2026, akan dijadwalkan ulang.” Selain itu, babak perempat final AFC Champions League Two dan AFC Challenge League yang melibatkan tim Wilayah Barat, yang semula akan digelar pada 3 dan 4 Maret, ditunda hingga pengumuman lebih lanjut.







