Dua Tunggal Putra Indonesia Melaju ke Semifinal Swiss Open 2026
Dua atlet tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting dan Alwi Farhan, berhasil melangkah ke babak semifinal BWF World Tour Super 300 Swiss Open 2026 yang berlangsung di St. Jakobshalle, Basel, Swiss. Ginting memastikan tempatnya di empat besar setelah mengalahkan wakil India Tharun Mannepalli dalam pertandingan tiga gim dengan skor 21-19, 19-21, 21-13 pada laga perempat final, Jumat, 13 Maret 2026.
Anthony Sinisuka Ginting, petenis berusia 28 tahun, menyebut keberhasilannya kembali menembus semifinal turnamen internasional sebagai momen penting setelah sempat mengalami cedera. “Pertama-tama pasti mengucap syukur. Saya senang bisa tembus ke semifinal setelah waktu yang cukup lama. Setiap cedera yang ada membuat saya lebih kuat lagi,” kata Ginting dalam keterangan resmi PP PBSI, Sabtu, 14 Maret 2026.
Peraih medali perunggu Olimpiade Tokyo itu menyebut keluarga menjadi sumber motivasi terbesar dalam perjalanan kariernya, terutama setelah menikah dan memiliki anak. “Setelah menikah dan punya anak, sekarang jadi salah satu kebahagiaan. Setiap pulang ke rumah ada yang dicari,” ujarnya. “Jadi waktu latihan bisa fokus 100 persen, tapi setelah pulang ke rumah waktunya untuk keluarga. Mereka sumber motivasi dan inspirasi saya.”
Ginting mengakui pertandingan melawan Mannepalli tidak mudah karena lawannya tampil agresif sepanjang pertandingan. “Dia serangannya bagus dan dari gim pertama sampai terakhir mencoba menekan semaksimal mungkin,” kata Ginting.
Ia menilai kunci kemenangan berada pada kemampuannya memanfaatkan momentum di gim ketiga setelah mulai menemukan pola permainan sejak gim kedua. “Di gim ketiga saya mencoba memaksimalkan kondisi yang ada. Dari gim kedua sebenarnya sudah mulai dapat caranya,” ujarnya. Pada babak semifinal, Ginting akan menghadapi wakil Jepang Yushi Tanaka.
Alwi Farhan Juga Pastikan Tiket Semifinal
Sementara itu, Alwi Farhan juga memastikan tiket semifinal setelah mengalahkan wakil Hong Kong Jason Gunawan dua gim langsung dengan skor 21-14, 21-15. Alwi mampu mengendalikan pertandingan meski sempat melalui awal gim pertama yang ketat. Setelah memimpin tipis 11-10 pada interval, ia memperlebar jarak hingga menutup gim pertama 21-14.
Dominasi Alwi berlanjut pada gim kedua. Variasi serangan dan kecepatannya membuat ia terus memimpin hingga unggul 16-9 sebelum memastikan kemenangan. “Alhamdulillah semua berkat kerja keras, bukan hanya diri saya tetapi juga pelatih, tim pendukung, dan doa orang tua,” kata Alwi, seperti dikutip dari Antara.
Ia mengatakan langsung mengalihkan fokus ke pertandingan semifinal melawan unggulan pertama asal Cina, Li Shi Feng. “Tapi jalan masih panjang. Besok saya akan menghadapi Li Shi Feng di semifinal dan saya akan menyiapkan yang terbaik,” ujarnya.
Alwi menambahkan catatan belum kehilangan satu gim sejak awal turnamen tidak menjadi jaminan bagi pertandingan berikutnya. “Belum kehilangan gim memang bisa menghemat tenaga, tapi kondisi bagus belum tentu main bagus juga. Yang penting siap tempur saja,” kata Alwi.







