Persiapan dan Kesiapan Pemudik untuk Perjalanan Lebaran
Arus mudik Idul Fitri tahun ini mulai meningkat. Kementerian Perhubungan memperkirakan sekitar 143,9 juta orang akan kembali ke kampung halaman. Dengan mobilitas yang tinggi, pemudik diingatkan untuk menyiapkan perjalanan dengan matang agar tetap aman dan nyaman.
Mayoritas masyarakat diperkirakan menggunakan mobil pribadi, mencapai 76,24 juta orang. Sementara itu, jutaan lainnya memilih bus, kereta api, dan pesawat. Perjalanan panjang dengan berbagai moda transportasi ini membuat risiko di perjalanan tidak dapat dihindari sepenuhnya.
Direktur & Chief Technical Officer Allianz Utama Indonesia, Ignatius Hendrawan, mengatakan ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan pemudik untuk mengurangi risiko selama perjalanan. “Perjalanan mudik sering kali panjang dan padat. Persiapan yang baik akan sangat membantu agar perjalanan tetap aman,” ujarnya.
Ia menyarankan pemudik memilih waktu keberangkatan dengan cermat. Menghindari jam-jam padat dapat membantu perjalanan lebih lancar dan mengurangi kelelahan di jalan.
Selain itu, kebutuhan perjalanan perlu disiapkan sejak awal. Perbekalan, obat-obatan pribadi, hingga dokumen penting seperti tiket dan identitas diri harus dipastikan tidak tertinggal, terutama bagi pengguna transportasi umum.
Kondisi tubuh juga perlu dijaga. Pemudik disarankan beristirahat cukup sebelum berangkat dan memanfaatkan waktu berhenti untuk meregangkan tubuh agar tetap bugar selama perjalanan.
Bagi pengguna mobil pribadi, perhatian terhadap kondisi kendaraan menjadi hal utama. Rem, ban, dan oli harus dipastikan dalam kondisi baik sebelum berangkat. Pengemudi juga diimbau menjaga jarak aman, mematuhi batas kecepatan, serta waspada terhadap kondisi jalan.
Perencanaan titik istirahat turut menjadi bagian penting. Berhenti secara berkala di rest area dapat membantu mengurangi kelelahan dan menjaga konsentrasi saat berkendara.
Meski persiapan sudah dilakukan, risiko seperti keterlambatan, gangguan kendaraan, hingga kondisi darurat tetap dapat terjadi. Karena itu, pemudik diminta tetap waspada sepanjang perjalanan.
Dengan langkah-langkah sederhana tersebut, perjalanan mudik diharapkan bisa berlangsung lebih aman. Harapannya, masyarakat dapat tiba di kampung halaman dengan selamat dan menikmati momen Lebaran bersama keluarga.
Penggunaan CCTV Tol untuk Antisipasi Kepadatan
Sementara itu, Jasa Marga mengimbau para pemudik untuk rutin memantau kamera pengawas atau closed circuit television (CCTV) di jalan tol guna mengantisipasi kepadatan arus maupun pemberlakuan buka-tutup di rest area.
Adapun untuk mengakses informasi melalui CCTV jalan tol, pemudik dapat menggunakan aplikasi Travoy yang dapat diunduh di ponsel. Pemudik dapat mempersiapkan alternatif perjalanan jika antrean kendaraan terlihat panjang di CCTV.
“Nah, hal ini memang kami harus imbau dari awal supaya pengguna jalan mempersiapkan perbekalan diri dan juga kendaraan,” kata Vice President Corporate Secretary & Legal PT Jasamarga Transjawa Tol Ria Marlinda Paallo saat diwawancarai di Gerbang Tol Cikampek Utama, Karawang, Jawa Barat, Kamis.
Dia menjelaskan, parameter sistem buka-tutup untuk rest area menyesuaikan dengan kondisi di lapangan. Menurutnya, jika jalan atau tempat parkir rest area sudah penuh, maka akan ditutup berdasarkan keputusan kepolisian.
“Dibuka kembali ketika alur atau flow lalu lintas di dalam rest area sudah kembali normal,” katanya.
Hingga Kamis siang, arus mudik di Tol Jakarta-Cikampek terpantau sangat padat. Di ruas tersebut, Jasamarga menyiapkan motorist yang dapat menghampiri kendaraan pemudik yang bermasalah atau kehabisan bahan bakar.
“Yang kami utamakan adalah bagaimana pengguna jalan menghubungi kami. Jadi, one call center 133 dapat digunakan, aplikasi Travoy juga dapat digunakan,” kata dia.
Sebelumnya, Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Irjen Pol Agus Suryonugroho memperkirakan puncak arus mudik terjadi pada Rabu (18/3/2026) malam.
“Malam hari ini kami menyusuri jalan tol. Kemungkinan kalau dibandingkan kemarin, puncak arus mudik mungkin malam ini. Dari tadi pagi hingga malam ini cukup padat,” katanya usai memantau langsung kondisi lalu lintas di Posko Command Center Km 29 Tol Cikampek, Jawa Barat, Kamis dini hari.
Berdasarkan pantauan hingga Rabu, ia memperkirakan 42 persen kendaraan sudah keluar dari Jakarta.

Antrean pengendara melintasi jalur mudik Nagreg di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu (18/3/2026). – (ANTARA FOTO/Novrian Arbi)






