Kecelakaan Odong-odong di Mojokerto, Satu Orang Meninggal dan 11 Korban Terluka
Kecelakaan yang melibatkan kendaraan odong-odong di Jalan Raya Desa Jatidukuh, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, menimbulkan satu korban jiwa dan 11 korban lainnya mengalami berbagai luka. Peristiwa ini terjadi akibat dugaan kelebihan muatan yang menyebabkan kendaraan tidak mampu melewati jalan menanjak.
Korban yang Terluka dan Dirawat
Dari total 11 korban, sembilan di antaranya telah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan perawatan medis. Namun, satu korban perempuan dengan inisial D (34) masih dirawat intensif di RSUD Sumber Glagah, Pacet. Korban mengalami patah tulang Clavikula atau tulang selangka sebelah kanan, serta patah pergelangan tangan kiri dan luka robek di bagian tubuhnya yang menyebabkan cedera kepala ringan.
Menurut dokter jaga IGD RSUD Sumber Glagah, M Atiq Kurniawan (32), korban D dalam kondisi stabil dan sedang dalam observasi oleh dokter spesialis bedah dan dokter spesialis tulang. Rencananya, korban akan menjalani operasi pada hari Senin (30/3) setelah kondisinya stabil.
Sementara itu, satu korban perempuan lainnya dengan inisial S (47) warga Puri, Mojokerto, meninggal dunia akibat cedera kepala berat. Dokter Atiq menyebut bahwa korban meninggal seketika di lokasi kejadian tanpa mengalami luka lain selain pendarahan dalam kepala. Penyebab kematian belum dapat diketahui pasti tanpa dilakukan autopsi, namun dugaan sementara adalah akibat cedera kepala berat.
Informasi Terkait Kecelakaan
Kasat Lantas Polres Mojokerto, AKP Muhammad Yogie Pratama, menjelaskan bahwa kendaraan modifikasi dengan nomor polisi S 8185 PA dikemudikan oleh Sariono (53) warga Dusun Kebogerang, Desa Sumbergirang, Puri, Mojokerto. Kendaraan tersebut melaju dari arah timur ke barat di jalan menanjak. Dugaan sementara adalah kelebihan muatan membuat kendaraan tidak mampu menanjak, sehingga mundur tak terkendali hingga terguling dan menabrak tiang listrik.
Menurut informasi yang didapat, rombongan kendaraan ini hendak melakukan halal bihalal ke teman kerja di daerah Gondang. Setelah terguling, kendaraan berhenti setelah menabrak tiang listrik hingga roboh. AKP Yogie menegaskan bahwa kendaraan tersebut tidak sesuai dengan spek kendaraan umum seperti bus.
Proses Pengamanan Lokasi Kejadian
Selain itu, pihak kepolisian juga memastikan pengamanan di lokasi kejadian. Menurut AKP Yogie, korban meninggal bernama Sulimah (47) warga Dusun/Desa Mlaten, Puri, Mojokerto, terlempar dari kendaraan dan meninggal di tempat. Di sekitar lokasi kejadian terdapat sungai kecil yang menjadi salah satu faktor terlemparnya korban.
Penanganan Medis dan Pemulihan
Sejumlah korban lainnya mengalami cedera ringan hingga sedang, termasuk luka lecet, patah tulang, dan cedera pada anggota gerak seperti tangan dan kaki. Sebagian besar korban telah menjalani observasi selama dua jam dan dinyatakan stabil, sehingga diperbolehkan pulang dengan status rawat jalan.
Dokter Atiq menjelaskan bahwa proses pemulihan bagi korban tergantung pada tingkat cedera yang dialami. Untuk korban yang mengalami cedera lebih serius, seperti patah tulang, diperlukan tindakan medis lanjutan seperti operasi.
Kesimpulan dan Rekomendasi
Peristiwa ini menjadi peringatan penting tentang keselamatan berkendara, terutama untuk kendaraan yang dimodifikasi. Penggunaan kendaraan yang tidak sesuai dengan fungsinya bisa membahayakan keselamatan pengemudi dan penumpang. Selain itu, kelebihan muatan juga menjadi faktor utama dalam kecelakaan seperti ini.
Masyarakat diimbau untuk lebih waspada saat menggunakan kendaraan, terutama saat melewati jalur menanjak. Pemerintah dan aparat terkait juga diminta untuk memberikan pengawasan lebih ketat terhadap penggunaan kendaraan yang tidak sesuai dengan spek dan tujuan aslinya.







