Libur Lebaran 2026, Pariwisata Lamongan Kembali Bangkit
Selama libur Lebaran 2026, sejumlah destinasi wisata di Kabupaten Lamongan mencatat peningkatan kunjungan yang signifikan. Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) mencatat total sebanyak 22.197 pengunjung yang datang ke 12 destinasi unggulan. Hal ini menjadi tanda bahwa pariwisata di daerah tersebut mulai pulih dan kembali diminati masyarakat.
Destinasi Wisata Favorit di Lamongan
Beberapa destinasi wisata yang paling diminati selama libur Lebaran antara lain Wisata Bahari Lamongan (WBL), Maharani Zoo, Pantai Klayar, Tanjung Kodok, serta wisata religi seperti Makam Maulana Ishaq dan Sunan Drajat. Selain itu, ada juga destinasi lain seperti Waduk Gondang, Bukit Kapur Sekapuk, Pantai Kutang, Museum Sunan Drajat, Wisata Edukasi Gondang (WEGO), hingga Istana Gunung Mas di Mantup.
Kepala Disbudporapar Lamongan, Siti Rubikah, menyampaikan bahwa jumlah kunjungan tersebut tersebar di berbagai objek wisata yang dikelola oleh pemerintah daerah maupun mitra swasta. Menurutnya, wisatawan tidak hanya berasal dari Lamongan sendiri, tetapi juga dari daerah lain di Jawa Timur seperti Gresik, Surabaya, Tuban, Bojonegoro, hingga Mojokerto.
Momentum Kebangkitan Pariwisata
Ia menilai bahwa tingginya kunjungan wisata selama libur Lebaran menjadi momentum penting bagi kebangkitan sektor pariwisata di Lamongan. Masyarakat masih menjadikan daerah ini sebagai tujuan wisata keluarga dan religi. “Libur Lebaran tahun ini menjadi momentum kebangkitan pariwisata Lamongan,” ujarnya.
Untuk mempertahankan tren positif ini, pihaknya akan terus meningkatkan kualitas layanan, kebersihan, keamanan, serta menambah atraksi agar wisatawan betah dan ingin kembali berkunjung.
Pesisir Utara Lamongan Sebagai Magnet Wisata
Destinasi wisata di wilayah pesisir utara Lamongan masih menjadi magnet utama karena memiliki banyak pilihan wisata dalam satu kawasan. Pengunjung biasanya tidak hanya datang ke satu tempat, tetapi melanjutkan perjalanan mereka ke lokasi lain. Setelah berwisata ke kawasan pantai atau WBL, mereka melanjutkan ziarah ke Sunan Drajat atau membeli oleh-oleh khas Lamongan.
Hal ini berdampak langsung pada peningkatan ekonomi masyarakat sekitar. Untuk memastikan keamanan dan kenyamanan pengunjung, Disbudporapar melibatkan personil TNI, Polri, dan instansi terkait untuk memperkuat pengawasan di seluruh objek wisata. Pengawasan dilakukan mulai dari aspek keselamatan wahana, kelayakan fasilitas, hingga pengaturan arus pengunjung.
Target Peningkatan Kunjungan Wisata
Pihaknya menargetkan tren kunjungan wisata tersebut dapat terus meningkat melalui penguatan promosi, pengembangan destinasi wisata daerah, dan penyelenggaraan event tahunan. Salah satu event yang digelar adalah Festival Kupatan yang diselenggarakan di Lapangan Desa Tunggul, Kecamatan Paciran, timur WBL.







