Kehilangan Seorang Prajurit TNI dalam Misi Perdamaian di Lebanon
Seorang prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Batalyon Mekanis TNI Kontingen Garuda XXIII-S untuk United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), Praka Farizal Rhomadhon, gugur saat menjalankan tugas di Lebanon Selatan. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam, baik bagi keluarga, institusi TNI, maupun masyarakat Indonesia.
Farizal adalah salah satu prajurit terbaik bangsa yang mengemban misi perdamaian di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Ia lahir di Kulon Progo pada 3 Januari 1998. Selama berkarier di militer, ia telah menerima sejumlah tanda kehormatan, seperti Satyalancana Dharma Nusa serta Satyalancana Kesetiaan VIII Tahun. Penghargaan tersebut menjadi bukti pengabdiannya kepada bangsa dan negara.
Dalam penugasannya di Lebanon, Farizal mengemban jabatan sebagai Taban Provost 1 Regu Provost Kima. Ia meninggal dunia di wilayah Indobatt UNP 7-1, Desa Achid Alqusayr, Lebanon Selatan. Kejadian tersebut terjadi pada Minggu, 29 Maret 2026, sekitar pukul 20.44 waktu Lebanon atau 01.40 WIB.
Di balik tugasnya sebagai prajurit, Farizal juga merupakan seorang kepala keluarga. Ia meninggalkan seorang istri serta seorang anak perempuan yang berusia dua tahun. TNI memastikan hak-hak keluarga almarhum akan diberikan, termasuk gaji terusan selama enam bulan, bantuan beasiswa untuk anak, serta sejumlah santunan lainnya.
Satu Prajurit Gugur, Tiga Luka
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Aulia Dwi Nasrullah menyampaikan belasungkawa mendalam atas gugurnya salah satu prajurit, sekaligus memastikan peningkatan kewaspadaan bagi seluruh personel TNI di wilayah misi. Insiden terjadi di tengah meningkatnya eskalasi keamanan di Lebanon Selatan. Peristiwa ini menimpa prajurit TNI yang tergabung dalam Kompi C UNP 7-1 Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL.

Dalam kejadian tersebut, Praka Farizal Rhomadhon dinyatakan gugur. Sementara itu, Praka Rico Pramudia mengalami luka berat, serta Praka Bayu Prakoso dan Praka Arif Kurniawan mengalami luka ringan. Seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis. Dua prajurit dengan luka ringan dirawat di fasilitas kesehatan Level I UNIFIL, sedangkan prajurit dengan luka berat dievakuasi menggunakan helikopter ke Rumah Sakit St George untuk penanganan lanjutan.
“Adapun prajurit yang gugur saat ini disemayamkan di East Sector Headquarters (HQ) dan dalam penyelesaian administrasi pemulangan ke Indonesia dengan dibantu oleh pihak KBRI Beirut,” ujar Aulia kepada IDN Times, Senin (30/3/2026).
Insiden Dipicu Eskalasi, Investigasi Berjalan
Aulia menjelaskan, insiden terjadi di tengah situasi saling serang artileri yang meningkatkan tensi keamanan di wilayah tersebut. Namun, hingga kini belum dapat dipastikan pihak yang secara langsung menyebabkan kejadian tersebut. Situasi keamanan di Lebanon Selatan memang dilaporkan memanas dalam beberapa waktu terakhir, sehingga meningkatkan risiko bagi pasukan penjaga perdamaian yang bertugas di wilayah tersebut.

“Insiden terjadi di tengah saling serang artileri dan hingga saat ini belum dapat dipastikan pihak yang secara langsung menyebabkan kejadian tersebut. Proses investigasi masih dilakukan oleh UNIFIL,” kata dia.
Merespons insiden ini, TNI langsung meningkatkan kewaspadaan seluruh prajurit di daerah penugasan sesuai dengan prosedur operasi standar (SOP) yang berlaku di bawah mandat PBB. Selain itu, TNI juga terus memantau perkembangan situasi di Lebanon serta menyiapkan langkah-langkah kontinjensi untuk mengantisipasi kemungkinan eskalasi lanjutan.
“TNI tetap berkomitmen melaksanakan tugas sebagai bagian dari misi perdamaian dunia secara profesional dan penuh tanggung jawab, dengan tetap mengutamakan keselamatan prajurit,” tegas Aulia.







