Pengalaman Anggun C. Sasmi dalam Menjajaki Karier Internasional
Penyanyi internasional Anggun C. Sasmi mengungkapkan pengalamannya saat menjalani karier di Eropa pada pertengahan 1990-an. Saat itu, ia harus meninggalkan Indonesia demi mengejar impian sebagai penyanyi dunia. Pada masa itu, tidak ada internet atau smartphone yang memudahkan seseorang untuk membangun karier global dari dalam negeri. Karena itu, Anggun harus keluar dari Indonesia untuk memperluas jangkauannya.
Perjalanan kariernya dimulai dari Inggris sebelum akhirnya menetap di Prancis dan mendapatkan kontrak rekaman internasional. Album internasionalnya dirilis di 33 negara dan berhasil terjual hingga dua juta kopi. Namun, di balik kesuksesan tersebut, Anggun mengaku pernah mengalami perlakuan diskriminatif ketika masih menggunakan paspor Indonesia.
Ia harus bolak-balik mendatangi kedutaan besar negara-negara yang ingin dikunjungi untuk promosi dan konser. Pengalaman buruk terjadi ketika ia mengisi formulir di satu kedutaan, tetapi loket ditutup dan ia diusir setelah petugas melihat warna paspor Indonesia. Pengalaman ini membuatnya sangat terpukul karena berdampak langsung pada jadwal promosi dan konser yang akhirnya batal.
Setelah mempertimbangkan banyak hal, Anggun akhirnya memutuskan untuk mengganti kewarganegaraannya menjadi warga negara Prancis setelah tujuh tahun tinggal di Paris. Meski begitu, ia menegaskan bahwa pergantian kewarganegaraan tidak mengubah identitas maupun asal-usul dirinya sebagai orang Indonesia. Ia tetap merasa sebagai anak dari Pak Soedarto Singo Widjojo dan Ibu Dien Herdiana.
Meskipun telah lama tinggal di Eropa, ikatan Anggun dengan Indonesia tetap kuat. Ia bahkan bangga karena putrinya, Kirana Cipta Montana Sasmi, masih memiliki nama bernuansa Indonesia dan mampu berbahasa Indonesia dengan lancar.
Program Golden Visa Global Talent
Dalam acara sosialisasi Golden Visa yang digelar Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan di Jakarta Pusat, Kamis (21/5/2026), Anggun menyambut antusias program Golden Visa yang diluncurkan Ditjen Imigrasi pada 2024. Program ini memberi kemudahan bagi warga negara asing yang dianggap memberikan dampak positif bagi Indonesia, termasuk diaspora berprestasi.
“Akhirnya setelah sekarang sudah 30 tahun saya menetap di Eropa, saya ingin pulang bersama suami dan anak,” ujarnya. Dengan sukacita, Anggun mendapatkan Golden Visa Global Talent, sebuah terobosan baru Imigrasi yang memberi fasilitas kepada diaspora Indonesia yang berprestasi di mancanegara untuk bisa menetap di Indonesia dan berkontribusi pada ekonomi dan bisnis negara.
Kini, Anggun mengaku sudah merasa seperti warga lokal lagi setelah memiliki sejumlah dokumen administratif Indonesia, termasuk NPWP. “Sekarang saya sudah jadi warlok, sudah punya NPWP, dan kemarin sempat membuat kampanye bersama Direktorat Jenderal Pajak untuk mengimbau masyarakat agar melapor membuat laporan SPT tepat waktu,” ujarnya.
Anggun juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Direktorat Jenderal Imigrasi dan pemerintah Indonesia karena telah memfasilitasi keinginannya untuk kembali lebih dekat dengan Tanah Air. “Sebagai diaspora saya seperti anak rantau yang sekarang kembali lagi ke Ibu Pertiwi. Dan sekali lagi berterima kasih dengan sangat tulus, semoga kontribusi kami ke Indonesia akan semakin besar, semakin lancar, dan mudah-mudahan Golden Visa saya bisa diperpanjang ya,” imbuhnya.
Perjalanan Kembali ke Indonesia
Anggun mengatakan bahwa dengan Golden Visa, ia kini bisa kembali lebih dekat dengan Indonesia bersama keluarganya. Ini menjadi langkah penting baginya untuk tetap terhubung dengan tanah air meskipun telah lama tinggal di Eropa. Program ini juga memberikan harapan bagi para diaspora lainnya yang ingin kembali berkontribusi bagi Indonesia.
Selain itu, Anggun berharap kebijakan seperti Golden Visa dapat terus diperluas dan memberi akses lebih luas bagi warga negara asing yang memiliki potensi besar untuk berkontribusi pada ekonomi dan budaya Indonesia. Dengan adanya program ini, ia percaya bahwa hubungan antara Indonesia dan para diaspora akan semakin erat dan saling menguntungkan.







