Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Cara Pembayaran UTBK-SNBT 2026 via Bank Mandiri, BNI, BRI, BSI hingga 08 April 2026

    6 April 2026

    Retorika Khamenei: 10 Pernyataan yang Bentuk Arah Iran Global

    6 April 2026

    5 Tips Membangun Pergaulan Sehat ala Dr. Tirta

    6 April 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Senin, 6 April 2026
    Trending
    • Cara Pembayaran UTBK-SNBT 2026 via Bank Mandiri, BNI, BRI, BSI hingga 08 April 2026
    • Retorika Khamenei: 10 Pernyataan yang Bentuk Arah Iran Global
    • 5 Tips Membangun Pergaulan Sehat ala Dr. Tirta
    • Media asing laporkan 2 prajurit TNI gugur di Lebanon akibat serangan Israel, total jadi 3 orang
    • Ke Gresik, Gus Ipul Dapat Sambutan Pidato 4 Bahasa dari Siswa Sekolah Rakyat
    • Ditreskrimsus Maluku Ungkap Kronologi 46 Karung Sianida Hartini
    • DPRD Kota Malang Dorong Regulasi dan Peran Orang Tua Atas Pembatasan Media Sosial Anak
    • 7 Larangan Saat Terinfeksi Campak, Jangan Lakukan Ini!
    • 7 Masalah Kesehatan dari Minuman Bersoda
    • Banyak Peserta Piala Dunia 2026 Terancam Kerugian Finansial, Apa Penyebabnya?
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Kesehatan»7 Larangan Saat Terinfeksi Campak, Jangan Lakukan Ini!

    7 Larangan Saat Terinfeksi Campak, Jangan Lakukan Ini!

    adm_imradm_imr6 April 20261 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Campak merupakan salah satu penyakit menular yang sangat mudah menyebar. Penyakit ini disebabkan oleh virus dari keluarga Paramyxoviridae yang menyerang sistem pernapasan dan menyebabkan ruam serta gejala mirip flu. Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat bahwa pada tahun 2023 ada lebih dari 100 ribu kematian akibat campak, mayoritas terjadi pada anak-anak yang belum divaksinasi. Kondisi ini menunjukkan betapa seriusnya penyakit ini dan pentingnya menjaga diri agar tidak terjadi komplikasi.

    Selain menular, infeksi campak juga dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh. Akibatnya, tubuh jadi lebih rentan mengalami masalah lain seperti pneumonia, infeksi mata, infeksi telinga, hingga radang otak. Karena itu, bukan hanya pengobatan yang perlu diperhatikan, tetapi juga pantangan yang harus dihindari agar pemulihan lebih cepat dan risiko penyebaran menurun.

    Dengan memahami pantangan-pantangan ini, penderita campak dapat mengambil langkah tepat untuk mempercepat proses penyembuhan. Berikut adalah beberapa pantangan penting yang harus dihindari penderita campak agar kesehatan lebih cepat pulih dan tidak memperburuk kondisi.

    1. Berinteraksi dengan orang yang berisiko terkena infeksi

    Campak mudah menular melalui percikan air liur saat batuk atau bersin. Karena itu, penderita sebaiknya mengisolasi diri setidaknya selama empat hari setelah ruam muncul. Hindari kontak dekat dengan anggota keluarga, terutama anak kecil, lansia, atau orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah.

    Jika anak terkena campak ajari untuk menutup mulut dan hidung dengan tisu saat bersin agar droplet tidak menyebar ke udara atau benda di sekitarnya. Jangan berbagi barang pribadi seperti handuk, gelas, atau alat makan, karena ini bisa menjadi media penularan. Dengan langkah ini, kamu turut mencegah penyebaran virus campak di rumah.

    2. Terpapar cahaya dan angin

    Banyak penderita campak mengeluhkan matanya lebih sensitif terhadap cahaya terang. Kondisi ini disebut fotofobia. Jika dibiarkan, paparan cahaya berlebihan bisa memperparah rasa tidak nyaman pada mata. Campak juga bisa menimbulkan gangguan mata serius seperti konjungtivitis, keratitis, hingga kebutaan.

    Selain cahaya, penderita campak juga perlu menghindari paparan angin. Virus campak dapat menyebar melalui droplet yang terbawa udara. Dengan kata lain, semakin banyak aktivitas di luar ruangan tanpa perlindungan, semakin besar risiko penularannya ke orang lain. Untuk mencegah hal ini, sebaiknya istirahat di ruangan yang tenang, berventilasi baik, dan bercahaya redup.

    3. Menggaruk ruam kulit

    Ruam yang muncul pada campak biasanya terasa gatal dan tidak nyaman. Wajar jika penderita ingin menggaruknya, namun menggaruk terlalu keras justru berbahaya. Gesekan berlebihan dapat merusak lapisan kulit, menimbulkan luka, hingga memicu infeksi bakteri tambahan.

    Jika rasa gatal sulit ditahan, gunakan lotion antigatal atau kompres dengan air dingin untuk meredakan gejalanya. Obat antigatal yang diresepkan dokter juga bisa membantu. Dengan begitu, kulit tetap terjaga dan risiko infeksi sekunder bisa dihindari.

    4. Tidak menjaga pola makan

    Saat terkena campak, nafsu makan biasanya menurun. Namun, bukan berarti tubuh tidak membutuhkan nutrisi. Justru pada saat inilah, tubuh memerlukan asupan gizi seimbang untuk melawan infeksi. Melewatkan makan hanya akan memperlambat proses pemulihan.

    Hindari makanan pedas, asam, berminyak, dan terlalu panas atau dingin. Jenis makanan tersebut bisa mengiritasi tenggorokan dan memperparah rasa tidak nyaman, apalagi jika terdapat luka di dalam mulut, seperti sariawan. Sebaliknya, konsumsi makanan bergizi yang mudah dicerna, seperti sayuran hijau, sup hangat, buah-buahan segar, dan sumber vitamin A seperti wortel serta produk susu. Dengan pola makan yang sehat, daya tahan tubuh akan lebih kuat dalam melawan virus.

    5. Kurang minum air putih

    Demam tinggi yang biasanya menyertai campak dapat membuat tubuh mudah kehilangan cairan. Jika tidak segera diatasi, penderita bisa mengalami dehidrasi, yang memperparah kondisi tubuh. Karena itu, penting untuk minum cukup cairan setiap hari.

    Selain air putih, penderita bisa mengonsumsi air kelapa, jus buah segar, atau kuah sup hangat untuk menambah cairan sekaligus elektrolit. Tubuh yang terhidrasi dengan baik akan lebih cepat pulih, dan gejala seperti demam atau kelelahan bisa berkurang secara bertahap. Jadi, jangan menunggu haus untuk minum, tetapi rutinlah mengonsumsi cairan sepanjang hari.

    6. Mengabaikan kebersihan diri

    Sebagian orang mengira mandi saat sakit campak bisa memperburuk keadaan. Padahal, menjaga kebersihan tubuh tetap penting. Mandi dengan air hangat kuku dapat membantu meredakan rasa gatal pada ruam sekaligus membuat tubuh lebih segar.

    Gunakan sabun lembut tanpa pewangi agar kulit tidak semakin iritasi. Menambahkan bahan alami seperti oatmeal ke dalam air mandi juga bisa membantu menenangkan kulit. Dengan menjaga kebersihan, risiko infeksi kulit tambahan dapat dicegah, dan penderita akan merasa lebih nyaman selama masa pemulihan.

    7. Menggunakan pakaian yang tidak nyaman

    Saat menderita campak, penting untuk mengenakan pakaian yang membuat tubuh terasa sejuk dan nyaman. Pilihlah pakaian berbahan tipis, lembut, dan menyerap keringat agar kulit tetap kering serta tidak makin gatal. Hindari pakaian yang terlalu tebal atau bertumpuk karena dapat membuat tubuh terasa panas dan tidak nyaman.

    Selain itu, bahan pakaian yang adem dan ringan akan membantu mengurangi iritasi pada ruam campak. Pakaian yang longgar juga memungkinkan sirkulasi udara yang baik sehingga kulit lebih mudah “bernapas.” Dengan begitu, penderita campak terutama anak-anak akan merasa lebih tenang dan nyaman selama masa pemulihan.

    Campak adalah penyakit yang bisa berdampak serius jika tidak ditangani dengan tepat. Penderita harus memperhatikan pantangan tersebut agar tidak memperparah kondisi dan mencegah penularan ke orang lain. Dengan perawatan yang tepat dan disiplin menjalankan pantangan, tubuh akan lebih cepat pulih dan terhindar dari komplikasi berbahaya.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Apakah stres memengaruhi kecepatan ejakulasi?

    By adm_imr6 April 20260 Views

    Benarkah Penis Bisa Membesar Akibat Hernia?

    By adm_imr6 April 20262 Views

    5 rekomendasi sepatu Reebok untuk latihan gym

    By adm_imr6 April 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Cara Pembayaran UTBK-SNBT 2026 via Bank Mandiri, BNI, BRI, BSI hingga 08 April 2026

    6 April 2026

    Retorika Khamenei: 10 Pernyataan yang Bentuk Arah Iran Global

    6 April 2026

    5 Tips Membangun Pergaulan Sehat ala Dr. Tirta

    6 April 2026

    Media asing laporkan 2 prajurit TNI gugur di Lebanon akibat serangan Israel, total jadi 3 orang

    6 April 2026
    Berita Populer

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    Kabupaten Malang 27 Maret 2026

    Kabupaten Malang— Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang tengah menyiapkan perubahan status dua Unit Pelaksana Teknis…

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 Februari 2026

    Halal Bihalal Dinkes Kab. Malang, Bupati Sanusi Bahas Puskesmas Resik dan Tunggu Kebijakan WFH

    27 Maret 2026

    Buka Musrenbang RKPD 2027, Wali Kota Malang Tekankan Kolaborasi dan Pembangunan Inklusif

    31 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?