Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Ancaman Trump: Hormuz Harus Dibuka, Iran Balas Tantang AS

    5 April 2026

    Bantuan Rp1,4 Juta dari KIP Kuliah 2026, Ini Persyaratan dan Cara Daftar

    5 April 2026

    Kominfo Sumba Timur Kolaborasi dengan Pihak Berwenang Tuntaskan Hoaks dan Kejahatan Siber

    5 April 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Senin, 6 April 2026
    Trending
    • Ancaman Trump: Hormuz Harus Dibuka, Iran Balas Tantang AS
    • Bantuan Rp1,4 Juta dari KIP Kuliah 2026, Ini Persyaratan dan Cara Daftar
    • Kominfo Sumba Timur Kolaborasi dengan Pihak Berwenang Tuntaskan Hoaks dan Kejahatan Siber
    • DPRD Sidoarjo Minta Kaji Ulang Kebijakan WFH untuk ASN, Rafi Usulkan Perbaikan Transportasi Umum
    • KPK Temukan Aliran Uang ke Gus Alex
    • Menteri: Percepatan PSEL Surabaya-Malang Terealisasi
    • Perbedaan Body Scrub dan Body Wrap: Pilih yang Tepat!
    • 7 Makanan yang Membantu Embrio Menempel di Rahim
    • Arema FC Cari Pengganti Dalberto dan Joel Vinicius di Lini Depan, Tampil Pincang Hadapi Malut United
    • 9 destinasi tersembunyi di Jenawi Karanganyar: Pemandangan indah Gunung Lawu dan spot foto viral
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Kesehatan»Berhenti Merokok, Mengapa Lapar Terus?

    Berhenti Merokok, Mengapa Lapar Terus?

    adm_imradm_imr5 April 20260 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Penyebab Nafsu Makan Meningkat Saat Berhenti Merokok

    Banyak orang mengalami perubahan dalam pola makan setelah berhenti merokok. Beberapa dari mereka merasa lebih lapar, makan lebih sering, atau bahkan meningkatkan keinginan untuk ngemil. Hal ini bukanlah hal yang aneh, karena ada penjelasan biologis di balik fenomena tersebut. Proses berhenti merokok memengaruhi sistem metabolisme, hormon, dan cara otak memproses rasa serta reward. Kombinasi perubahan ini dapat menyebabkan nafsu makan meningkat, terutama dalam beberapa minggu pertama setelah berhenti.

    Berikut adalah beberapa penyebab utama nafsu makan meningkat saat berhenti merokok:

    1. Hilangnya efek nikotin yang menekan nafsu makan

    Nikotin adalah zat aktif dalam rokok yang memiliki efek langsung pada pusat pengatur nafsu makan di otak, khususnya di hipotalamus. Zat ini bekerja dengan menekan sinyal lapar dan meningkatkan rasa kenyang, sehingga perokok cenderung makan lebih sedikit dibandingkan dengan orang yang tidak merokok.

    Menurut penelitian, nikotin mengaktifkan neuron pro-opiomelanocortin (POMC) yang berperan dalam mengurangi asupan makanan. Ketika asupan nikotin dihentikan, stimulasi ini juga berhenti, sehingga sinyal lapar kembali meningkat. Inilah alasan utama kenapa setelah berhenti merokok, tubuh “mengembalikan” nafsu makan ke kondisi normal, atau bahkan lebih tinggi untuk sementara waktu sebagai bentuk kompensasi.

    2. Metabolisme melambat

    Selain menekan nafsu makan, nikotin juga meningkatkan laju metabolisme basal (basal metabolic rate/BMR). Artinya, tubuh membakar lebih banyak kalori saat merokok dibanding setelah berhenti.

    Studi menunjukkan bahwa berhenti merokok dapat menurunkan pengeluaran energi harian, yang berkontribusi pada peningkatan berat badan jika asupan kalori tidak disesuaikan. Ketika metabolisme melambat tetapi nafsu makan meningkat, terjadi double effect, yang artinya kalori masuk lebih banyak, tetapi yang dibakar lebih sedikit. Ini menjelaskan kenapa kenaikan berat badan sering terjadi setelah berhenti merokok.

    3. Perubahan hormon lapar dan kenyang

    Tubuh mengatur rasa lapar melalui hormon seperti grelin (pemicu lapar) dan leptin (penekan lapar). Nikotin diketahui memengaruhi keseimbangan hormon ini. Berhenti merokok dapat meningkatkan kadar grelin, yang membuat seseorang merasa lebih lapar. Pada saat yang sama, sensitivitas terhadap leptin bisa menurun sementara. Akibatnya, tubuh mengirim sinyal lapar lebih sering, bahkan ketika kebutuhan energi sebenarnya sudah terpenuhi. Ini bukan lapar biasa, melainkan perubahan fisiologis yang nyata.

    4. Sensitivitas indra perasa dan penciuman meningkat

    Merokok dalam jangka panjang dapat menumpulkan indra perasa dan penciuman. Setelah berhenti, kemampuan ini perlahan pulih, membuat makanan terasa lebih enak dan aromanya lebih kuat.

    Pemulihan fungsi sensorik ini bisa terjadi dalam hitungan minggu setelah berhenti merokok. Makanan yang sebelumnya terasa biasa saja kini menjadi lebih enak. Efek ini secara tidak langsung meningkatkan keinginan makan sesederhana karena pengalaman makan menjadi lebih menyenangkan.

    5. Pergeseran sistem reward di otak

    Nikotin memengaruhi sistem dopamin di otak, yakni zat kimia yang berperan dalam perasaan senang dan reward. Saat berhenti merokok, otak kehilangan salah satu sumber dopamin yang cepat dan konsisten.

    Sebagai kompensasi, tubuh mencari sumber reward lain, dan makanan, terutama yang tinggi gula dan lemak, menjadi pilihan yang mudah diakses. Inilah alasan kenapa banyak orang mengalami craving makanan tertentu setelah berhenti merokok. Studi menunjukkan bahwa jalur reward yang sebelumnya diaktifkan oleh nikotin dapat dialihkan ke stimulus lain, termasuk makanan.

    6. Perubahan kebiasaan mulut

    Merokok melibatkan kebiasaan fisik seperti memegang, mengisap, dan mengembuskan asap. Ketika kebiasaan ini hilang, banyak orang mencari pengganti, dan makanan sering menjadi pengganti. Fenomena ini dikenal sebagai fiksasi oral, ketika aktivitas makan menggantikan ritual merokok.

    Perubahan perilaku ini merupakan bagian dari proses adaptasi setelah berhenti merokok, dan bisa berlangsung selama beberapa minggu hingga bulan.

    7. Respons stres dan emosi

    Berhenti merokok juga bisa memicu stres, kecemasan, atau perubahan mood. Dalam kondisi ini, makanan sering digunakan sebagai coping mechanism. Makanan, terutama yang tinggi karbohidrat sederhana, dapat meningkatkan kadar serotonin dan memberikan efek menenangkan untuk sementara. Ini membuat makan menjadi respons emosional, bukan fisiologis.

    Menurut penelitian, peningkatan asupan makanan setelah berhenti merokok tidak hanya dipicu oleh faktor biologis, tetapi juga psikologis.

    Meningkatnya nafsu makan setelah berhenti merokok adalah kombinasi antara perubahan hormon, metabolisme, sistem saraf, dan perilaku. Ini menandakan tubuh sedang beradaptasi kembali ke kondisi tanpa nikotin. Kabar baiknya, fase ini bersifat sementara. Dengan pola makan yang seimbang dan strategi pengelolaan kebiasaan, kenaikan nafsu makan bisa dikontrol. Berhenti merokok tetap menjadi salah satu keputusan terbaik untuk kesehatan jangka panjang dan tubuh hanya butuh waktu untuk menyesuaikan diri.





    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Perbedaan Body Scrub dan Body Wrap: Pilih yang Tepat!

    By adm_imr5 April 20261 Views

    5 Pengharum Ruangan Terbaik untuk Malam yang Lebih Nyenyak

    By adm_imr5 April 20262 Views

    Garis waktu gejala campak harian

    By adm_imr5 April 20260 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Ancaman Trump: Hormuz Harus Dibuka, Iran Balas Tantang AS

    5 April 2026

    Bantuan Rp1,4 Juta dari KIP Kuliah 2026, Ini Persyaratan dan Cara Daftar

    5 April 2026

    Kominfo Sumba Timur Kolaborasi dengan Pihak Berwenang Tuntaskan Hoaks dan Kejahatan Siber

    5 April 2026

    DPRD Sidoarjo Minta Kaji Ulang Kebijakan WFH untuk ASN, Rafi Usulkan Perbaikan Transportasi Umum

    5 April 2026
    Berita Populer

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    Kabupaten Malang 27 Maret 2026

    Kabupaten Malang— Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang tengah menyiapkan perubahan status dua Unit Pelaksana Teknis…

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 Februari 2026

    Halal Bihalal Dinkes Kab. Malang, Bupati Sanusi Bahas Puskesmas Resik dan Tunggu Kebijakan WFH

    27 Maret 2026

    Buka Musrenbang RKPD 2027, Wali Kota Malang Tekankan Kolaborasi dan Pembangunan Inklusif

    31 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?