Pentingnya Sholat Sunnah Taubat dalam Kehidupan Umat Islam
Umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak melakukan sholat sunnah. Tujuan dari sholat sunnah adalah untuk menyempurnakan kekurangan pada sholat fardhu lima waktu, meningkatkan kedekatan diri (taqarrub) kepada Allah SWT, serta menambah pahala dan menghapus dosa-dosa kecil.
Salah satu bentuk sholat sunnah yang dapat dilakukan oleh umat Islam adalah sholat taubat. Sholat sunnah taubat sangat penting untuk dilakukan sebagai bentuk permohonan ampunan kepada Allah SWT atas dosa-dosa yang pernah diperbuat, baik secara sengaja maupun tidak. Hal ini juga menjadi bukti penyesalan yang sungguh-sungguh serta upaya untuk menghapus catatan buruk amal perbuatan.
Sholat sunnah taubat memiliki fungsi untuk menyucikan jiwa, mendekatkan diri kepada Allah, serta menjadi komitmen untuk tidak mengulangi maksiat.
Bacaan Doa Setelah Sholat Taubat
Berikut ini adalah bacaan doa setelah sholat taubat, diawali dengan membaca istighfar sebanyak 100 kali:
Lafaz Istighfar
Latin:
“ASTAGHFIRULLAHAL LADZII LAA ILAAHA ILLAA HUWAL HAYYUL QAYYUUMU WA ATUUBU ILAIHI.”
Artinya:
“Aku meminta pengampunan kepada Allah yang tidak ada tuhan selain Dia Yang Maha Hidup dan Berdiri Sendiri dan aku bertaubat kepadanya.”
Setelah itu, dibaca doa berikut:
Doa “Rabbanā Zhalamnā Anfusanā”
Latin:
“Rabbanā zhalamnā anfusanā. Wa illam taghfir lanā wa tarhamnā, lanakūnanna minal khāsirīna,”
Artinya:
“Wahai Tuhan kami, kami telah menganiaya diri sendiri. Jika Kau tidak mengampuni dan menyayangi kami, niscaya kami termasuk hamba-Mu yang merugi,” (QS. Al-A’raf ayat 23).
Doa “Lā Ilāha Illā Anta”
Latin:
“Lā ilāha illā anta. Subhānaka innī kuntu minaz zhālimīinn,”
Artinya:
“Tiada tuhan selain Allah. ,” (QS. Al-Anbiya ayat 87).
Setelah itu, dilanjutkan dengan bacaan berikut:
Doa Permohonan Ampunan
Latin:
“Allāhummaghfir lī khathī’atī wa jahlī, wa isrāfī fī amrī, wa mā anta a‘lamu bihī minnī. Allāhummaghfir lī jiddī wa hazlī, wa khatha’ī wa ‘amdī,”
“Wa kullu dzālika ‘indī. Allāhummaghfir lī mā qadamtu wa mā akhkhartu, wa mā asrartu, wa mā a‘lantu, wa mā anta a‘lamu bihī minnī,”
“Antal muqaddimu wa antal mu’akhkhiru, wa anta ‘alā kulli syai’in qadīrun,”
Artinya:
“Tuhanku, ampunilah kekeliruan dan kebodohanku, kelewatanbatasku dalam sebuah hal, dan dosaku yang mana Kau lebih tahu dariku,”
“Tuhanku, ampunilah dosaku dalam serius dan gurauanku, kekeliruan dan kesengajaanku. Apa pun itu semua berasal dariku,”
“Tuhanku, ampunilah dosaku yang terdahulu dan terkemudian, dosa yang kusembunyikan dan kunyatakan, dan dosa yang mana Kau lebih tahu dariku,”
“Kau maha terdahulu. Kau maha terkemudian. Kau maha kuasa atas segala sesuatu,” (HR Bukhari dan Muslim).
Dalil dan Keistimewaan Sholat Taubat
Ada banyak dalil yang menjadi dasar anjuran ditunaikannya sholat taubat. Salah satunya adalah hadis Rasulullah SAW yang berbunyi:
Dari Abu Bakar ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu, dia berkata: “Aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tidaklah seorang (muslim) melakukan suatu perbuatan dosa, lalu dia bersuci – dalam riwayat lain: berwudhu dengan baik –, kemudian melaksanakan shalat – dalam riwayat lain: dua rakaat –, lalu meminta ampun kepada Allah, melainkan Allah akan mengampuni (dosa)nya”. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca ayat ini (yang artinya), “Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka, dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah, dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengatahui” (QS. Ali ‘Imraan:135).
Cara Melaksanakan Sholat Taubat
Sholat taubat dilaksanakan seperti sholat sunnah lainnya, yaitu dua rakaat sekali salam. Yang menjadi kekhasannya adalah anjuran untuk memperbanyak taubat dan memohon ampunan setelah selesai sholat taubat. Dengan demikian, sholat taubat menjadi sarana untuk membersihkan hati dan menjaga ketaatan kepada Allah SWT.







