Pertumbuhan Kinerja Keuangan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk pada 2025
PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) berhasil mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan yang signifikan sepanjang tahun 2025. Berdasarkan laporan keuangannya, perusahaan mampu meningkatkan penjualan neto menjadi Rp 74,85 triliun, naik sebesar 3,1% dibandingkan posisi tahun 2024 yang mencapai Rp 72,59 triliun.
Secara detail, penjualan ICBP berasal dari berbagai segmen bisnis. Segmen mi instan menyumbang pendapatan terbesar, yaitu sebesar Rp 55,84 triliun. Diikuti oleh segmen dairy dengan pendapatan Rp 9,81 triliun, makanan ringan sebesar Rp 4,61 triliun, penyedap makanan Rp 4,59 triliun, nutrisi dan makanan sebesar Rp 1,31 triliun, serta minuman dengan pendapatan Rp 1,47 triliun.
Seiring dengan kenaikan pendapatan, beban pokok penjualan dan pendapatan juga mengalami peningkatan sebesar 6,10% menjadi Rp 48,49 triliun, dari posisi tahun sebelumnya sebesar Rp 45,70 triliun. Meski demikian, ICBP masih mampu membukukan laba bruto sebesar Rp 26,36 triliun pada 2025, meskipun sedikit turun dibandingkan Rp 26,89 triliun pada tahun 2024.
Dari sisi operasional, beban penjualan tercatat naik tipis menjadi Rp 7,89 triliun dari Rp 7,80 triliun. Sementara itu, beban umum dan administrasi turun menjadi Rp 2,79 triliun dari Rp 2,90 triliun. Pendapatan keuangan ICBP juga mengalami penurunan menjadi Rp 693,84 miliar, meski masih lebih tinggi dari posisi tahun sebelumnya sebesar Rp 823,95 miliar. Di sisi lain, beban bunga dan keuangan berhasil ditekan menjadi Rp 3,86 triliun, dari sebelumnya Rp 4,25 triliun.
Selain itu, ICBP juga memperoleh kontribusi positif dari bagian atas laba entitas asosiasi dan ventura bersama sebesar Rp 236,33 miliar, berbalik dari posisi rugi sebesar Rp 1,39 triliun pada tahun sebelumnya. Pendapatan lainnya juga melonjak menjadi Rp 1,31 triliun dari Rp 485,33 miliar. Sementara beban lainnya turun menjadi Rp 326,64 miliar dari Rp 355,30 miliar.
Alhasil, laba sebelum pajak penghasilan ICBP naik 19,32% yoy menjadi Rp 13,72 triliun pada 2025, dibandingkan Rp 11,49 triliun pada 2024. Setelah dikurangi beban pajak, laba tahun berjalan ICBP naik 22,05% yoy menjadi Rp 10,75 triliun, dari Rp 8,81 triliun pada tahun sebelumnya. Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada entitas induk atau laba bersih yang diatribusikan ke pemilik entitas induk juga tumbuh lebih tinggi, yakni 30,3% yoy menjadi Rp 9,22 triliun pada 2025, dari Rp 7,08 triliun pada 2024.
Dengan demikian, laba per saham dasar ICBP ikut meningkat menjadi Rp 791 per saham, dari sebelumnya Rp 607 per saham. Tanpa memperhitungkan non-recurring items dan selisih kurs, core profit yang mencerminkan kinerja operasional Perseroan turun 4% menjadi Rp 9,98 triliun dari Rp 10,41 triliun terutama karena kenaikan beban bahan baku.
Strategi Perusahaan untuk Masa Depan
Direktur Utama dan Chief Executive Officer ICBP Anthoni Salim menyampaikan bahwa meskipun menghadapi situasi makroekonomi yang penuh tantangan, ICBP berhasil membuktikan ketangguhan kinerja keuangannya di tahun 2025, sekaligus mempertahankan kepemimpinannya di sektor barang konsumsi. “Ke depannya, kami akan terus memperkuat relevansi produk melalui inovasi yang berorientasi pada kebutuhan konsumen, memperluas jangkauan pasar baik di Indonesia maupun luar Indonesia, serta meningkatkan keunggulan operasional kami,” ujar Anthoni dalam keterangannya.
Kondisi Neraca Perusahaan
Dari sisi neraca, ICBP melaporkan total aset senilai Rp 135,54 triliun di tahun 2025, naik dari sebelumnya Rp 126,04 triliun. Total liabilitas perusahaan meningkat menjadi Rp 61,86 triliun dari sebelumnya Rp 58,99 triliun. Adapun ekuitas perusahaan tercatat mencapai Rp 73,68 triliun, naik dari sebelumnya Rp 67,04 triliun. Saldo kas dan setara kas pada akhir tahun mencapai Rp 29,21 triliun, meningkat dari Rp 25,29 triliun.
Dengan pencapaian ini, ICBP menunjukkan kinerja yang stabil dan kuat, serta siap menghadapi tantangan di masa depan dengan strategi yang jelas dan komitmen terhadap inovasi serta efisiensi operasional.







