Arti Lafal Wamayyattaqillaha dalam Al-Qur’an
Lafal wamayyattaqillaha atau wa man yattaqillaha berasal dari bahasa Arab. Kata ini sering muncul dalam ayat-ayat Al-Qur’an, salah satunya dalam Surat At-Thalaq ayat 2, 3, dan 4. Wamayyattaqillaha artinya: barang siapa yang bertakwa kepada Allah.
Allah menjanjikan hal yang luar biasa bagi mereka yang bertakwa. Dalam beberapa ayat Al-Qur’an, terdapat penjelasan tentang janji-janji Allah bagi orang-orang yang taat. Berikut adalah dua ayat Al-Qur’an dengan lafal wamayyattaqillaha dalam Surat At-Thalaq ayat 2-3 dan 4:
Surat At-Thalaq Ayat 2-3
Allah Ta’ala berfirman:
وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِب
Wa man yattaqillaha yaj’al lahu makhraja (n), wa yarzuq-hu min haithu laa yahtasibu.
Artinya:
“Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Allah berikan baginya jalan keluar dan Allah akan berikan rezeki kepadanya dari arah yang tidak dia sangka-sangka.” (QS. At-Thalaq: 2-3)
Surat At-Thalaq Ayat 4
Allah Ta’ala berfirman:
وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مِنْ أَمْرِهِ يُسْرًا
Wa man yattaqillaha yaj’al lahu min amrihi yusrā.
Artinya:
“Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Allah jadikan baginya kemudahan dalam urusannya.” (QS. At-Thalaq: 4)
Takwa adalah Sebaik-baik Bekal
Dalam ayat tersebut tersirat nasihat bahwa hidup di dunia ibarat sebuah perjalanan. Demikian juga setelah kehidupan di dunia, perjalanan akan berlanjut menuju akhirat yang lebih kekal. Perjalanan tentunya membutuhkan perbekalan. Dan sebaik-baik bekal adalah ketakwaan.
Karena dengan ketakwaan itulah seorang hamba akan mendapatkan jalan keluar bagi permasalahan yang dihadapinya, dimudahkan urusannya, dan bahkan dia akan bisa mendapatkan rezeki dari arah yang tidak dia sangka-sangka.
Dikutip dari laman muslim.or.id, Imam at-Tirmidzi meriwayatkan sebuah hadis yang menjelaskan pentingnya takwa sebagai bekal. Dari Anas radhiyallahu’anhu, dia berkata: Ada seorang lelaki yang datang menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian berkata, “Wahai Rasulullah, saya hendak bepergian/safar maka berilah saya bekal.” Maka beliau menjawab, “Zawwadakallahut taqwa (semoga Allah membekalimu takwa).” Lalu dia berkata, “Tambahkan lagi -bekal- untukku.” Beliau menjawab, “Wa ghafara dzanbaka (semoga Allah mengampuni dosamu).” Dia berkata lagi, “Tambahkan lagi -bekal- untukku, ayah dan ibuku sebagai tebusan bagimu.” Beliau menjawab, “Wa yassara lakal khaira haitsuma kunta (semoga Allah mudahkan kebaikan untukmu di mana pun kamu berada).”
Imam Ibnu as-Suni meriwayatkan hadits ini dengan redaksi doa yang sedikit berbeda. Dari Anas radhiyallahu’anhu bahwa ada seorang lelaki yang menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu mengatakan, “Wahai Rasulullah, saya hendak bepergian. Berilah saya bekal.” Maka beliau menjawab, “Semoga Allah membekalimu dengan takwa.” Dia berkata lagi, “Tambahkan lagi -bekal- untukku.” Beliau menjawab, “Dan semoga Allah mengampuni dosa-dosamu.” Dia berkata lagi, “Tambahkan lagi -bekal- untukku.” Beliau menjawab, “Semoga Allah mengarahkanmu kepada kebaikan ke arah mana pun kamu menempuh perjalanan.”
Apa Itu Takwa?
Ayat paling mendasar dan mudah untuk kita cerna tentang apa itu takwa, adalah Surat Ali Imran ayat 133-134.
Tulisan Arab, latin Arab dan terjemahan, Surat Ali ‘Imran ayat 133:
وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ
Wasari’uu ila maghfiroti min robbikum wajannatin ‘ardluhassamaa waatuwal ardl uiddat lilmuttaqiina
Artinya:
“Bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa”. (QS Ali Imran 133)
Ayat tersebut kemudian diakhiri dengan kalimat al-Muttaqin yang selanjutnya dijelaskan pada ayat ke 134:
الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ
وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ
Alladzina yunfiquu na fissarra iwadlorro i wal kaazhimiinal ghaizho wal’afiina ‘aninnaasi walllahu yuhibbul muhsinin.
Artinya:
(yaitu) orang-orang yang berinfaq, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema‟afkan (kesalahan) orang lain. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan”.
Demikian penjelasan mengenai wamayyattaqillaha, janji Allah bagi mereka yang bertakwa dalam Surat At-Thalaq ayat 2-4 dan penjelasannya, semoga bermanfaat.







