Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Homeschooling di Malang: Merancang Pembelajaran Personal Sesuai Kebutuhan Anak

    13 Juni 2026

    Hotel dekat Masjid Nabawi, jemaah diminta ingat nama dan sektornya

    13 Juni 2026

    Ernando Ari Jadi Sorotan Netizen! Kiper Persebaya yang Suka Memancing di Laut

    13 Juni 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Sabtu, 13 Juni 2026
    Trending
    • Homeschooling di Malang: Merancang Pembelajaran Personal Sesuai Kebutuhan Anak
    • Hotel dekat Masjid Nabawi, jemaah diminta ingat nama dan sektornya
    • Ernando Ari Jadi Sorotan Netizen! Kiper Persebaya yang Suka Memancing di Laut
    • 4 Tipu Muslihat Psikologis Saat Pasar Saham Turun, Catat Ini!
    • BNN ungkap peran dua WNA sebagai kurir narkoba 7,8 kg dari Jakarta ke Bali
    • 50 Soal Ujian Muhammadiyah dengan Kunci Jawaban Lengkap
    • Siapa Saja Perlu Konsumsi Obat Kolesterol?
    • Twibbon Hari Keamanan Pangan Sedunia 2026, Unduh Gratis!
    • 13 tempat pernikahan luar ruangan di Bali dengan pemandangan menakjubkan
    • Gempa Dahsyat Guncang Sulut Pagi Ini, Warga Minut Lari Pakai Handuk: Sangat Menegangkan
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Ekonomi»Waspadai 3 Jalur Transmisi Konflik Timur Tengah ke Ekonomi RI

    Waspadai 3 Jalur Transmisi Konflik Timur Tengah ke Ekonomi RI

    adm_imradm_imr10 April 20263 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Tiga Jalur Transmisi Risiko Global yang Perlu Diwaspadai

    Bank Indonesia (BI) telah melakukan pemetaan terhadap potensi rambatan risiko dari eskalasi tensi geopolitik global, khususnya di kawasan Timur Tengah, terhadap stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan nasional. Direktur Departemen Kebijakan Makroprudensial BI, Dhaha Praviandi Kuantan, menjelaskan bahwa ketiga jalur transmisi utama yang menjadi perhatian adalah jalur perdagangan (trade channel), jalur komoditas (commodity channel), dan jalur keuangan (financial channel).

    Dari jalur perdagangan, ketegangan geopolitik dapat memicu ketidakpastian ekonomi global, disrupsi rantai pasok, serta lonjakan harga komoditas dan energi. Sementara itu, jalur komoditas berpotensi meningkatkan tekanan pada biaya produksi dan distribusi, yang bisa mengganggu operasional perusahaan. Di sisi lain, jalur keuangan melibatkan kenaikan indeks dolar AS (DXY) dan imbal hasil obligasi, yang dapat memicu aliran modal keluar dari pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.

    Dampak pada Sektor Riil dan Perbankan

    Ketegangan geopolitik juga berdampak secara spesifik pada sektor riil, seperti korporasi dan industri perbankan. Lonjakan harga energi atau bahan bakar minyak (BBM) akibat disrupsi komoditas global dapat meningkatkan beban pokok penjualan (Cost of Goods Sold/COGS). Hal ini berisiko menekan laba bersih perusahaan. Jika perusahaan-perusahaan tersebut mengambil kredit, kemampuan bayarnya menjadi hal yang perlu dipantau dengan cermat.

    Di sisi lain, risiko utama bagi industri perbankan adalah risiko pasar akibat kenaikan yield obligasi. Kenaikan ini bisa memicu potensi kerugian dan risiko pengetatan likuiditas, yang pada akhirnya dapat menekan kapasitas pembiayaan atau alokasi kredit. Oleh karena itu, BI telah melakukan serangkaian skenario uji daya tahan (stress test) terhadap industri perbankan nasional, mencakup aspek intermediasi, ketahanan, hingga inklusi.

    Stabilitas Sistem Keuangan Nasional Masih Kokoh

    Hasil asesmen BI menunjukkan bahwa secara umum, stabilitas sistem keuangan nasional masih tergolong sangat kokoh dalam menyerap berbagai guncangan eksternal. Dari sisi pasar, kenaikan yield obligasi masih bisa diabsorpsi oleh perbankan. Likuiditas juga memadai, terlebih pemerintah melalui Kementerian Keuangan telah menempatkan dana [SAL] di perbankan dalam jumlah yang cukup besar.

    Selain itu, BI memproyeksikan potensi peningkatan rasio kredit macet atau Non-Performing Loan (NPL) masih dalam batas yang terkendali secara terbatas. Ketahanan ini didukung oleh profil risiko permodalan perbankan (rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio/CAR) yang tetap terjaga tinggi di atas ambang batas.

    Kebijakan Makroprudensial yang Pro-Growth

    Ke depan, BI menyatakan akan mempertahankan respons kebijakan makroprudensial yang pro-growth guna mendorong optimalisasi kredit. Langkah ini sejalan dengan penguatan sinergi kebijakan bersama Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) untuk menjaga stabilitas sistem keuangan nasional.

    Dengan demikian, BI terus berupaya untuk memastikan bahwa stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan tetap terjaga meskipun menghadapi tantangan dari luar. Ini dilakukan melalui pengelolaan risiko yang komprehensif dan kolaborasi dengan berbagai pihak terkait.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    4 Tipu Muslihat Psikologis Saat Pasar Saham Turun, Catat Ini!

    By adm_imr13 Juni 20261 Views

    Krisis 1997, Apakah Terulang di 2026?

    By adm_imr12 Juni 20262 Views

    Negara Tujuan Utama Investasi Tiongkok dalam 20 Tahun: AS hingga RI

    By adm_imr12 Juni 20264 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Homeschooling di Malang: Merancang Pembelajaran Personal Sesuai Kebutuhan Anak

    13 Juni 2026

    Hotel dekat Masjid Nabawi, jemaah diminta ingat nama dan sektornya

    13 Juni 2026

    Ernando Ari Jadi Sorotan Netizen! Kiper Persebaya yang Suka Memancing di Laut

    13 Juni 2026

    4 Tipu Muslihat Psikologis Saat Pasar Saham Turun, Catat Ini!

    13 Juni 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Gus Iqdam Bongkar Aksi Kapolresta Malang Saat Kanjuruhan Memanas, Ribuan Jemaah di Stadion Gajayana Menangis!

    4 Juni 2026

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?