Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Mengenal Nge-Treat ala Ratu dalam Bahasa Gaul, Ini Tipsnya!

    12 April 2026

    10 Kebiasaan Kecil yang Mengancam Kesetiaan di Kantor

    12 April 2026

    Pesona Pantai Pasir Putih Ina Burak, Keindahan Tersembunyi di Pulau Adonara

    12 April 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Minggu, 12 April 2026
    Trending
    • Mengenal Nge-Treat ala Ratu dalam Bahasa Gaul, Ini Tipsnya!
    • 10 Kebiasaan Kecil yang Mengancam Kesetiaan di Kantor
    • Pesona Pantai Pasir Putih Ina Burak, Keindahan Tersembunyi di Pulau Adonara
    • Profil Megawati dan Arsela, Ibu Polwan Jadi Pesaing Top Skorer Proliga
    • Pinkan Mambo Raup Rp70 Juta dari Ngamen di Jalan untuk Biaya Sekolah Anak
    • Aktivis Gorontalo Dipanggil Polisi Usai Demo Tambang Emas Pani Pohuwato
    • Hari Nelayan Nasional 2026: Waka MPR Soroti Ekonomi Biru dan Ketahanan Pangan
    • WhatsApp Web bisa samarkan pesan, ini cara aktifkan ekstensi privasi di laptop
    • Harga perhiasan emas 999 di Banjarmasin Senin 6 April 2026, hari ini naik Rp20 ribu/gram
    • 7 gaya outfit IU di drakor Perfect Crown yang memukau
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Ekonomi»Hari Nelayan Nasional 2026: Waka MPR Soroti Ekonomi Biru dan Ketahanan Pangan

    Hari Nelayan Nasional 2026: Waka MPR Soroti Ekonomi Biru dan Ketahanan Pangan

    adm_imradm_imr12 April 20260 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Peran Nelayan dalam Ketahanan Pangan dan Ekonomi Biru



    Dalam rangka memperingati Hari Nelayan Nasional, Wakil Ketua MPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), menekankan pentingnya penguatan ekonomi biru dan ketahanan pangan nasional sebagai agenda strategis Indonesia ke depan. Hal ini disampaikan Ibas dalam Diskusi Kebangsaan MPR RI bertajuk “Kedaulatan Maritim dan Kesejahteraan Nelayan di Era Ekonomi Biru.”

    Kegiatan ini menghadirkan para pakar, akademisi, teknokrat, pelaku industri, serta perwakilan masyarakat dan komunitas nelayan untuk merumuskan arah kebijakan maritim Indonesia yang berkelanjutan dan inklusif.

    Apresiasi terhadap Nelayan Indonesia

    Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI tersebut mengapresiasi dedikasi nelayan Indonesia sebagai pahlawan pangan laut yang selama ini menjaga ketersediaan protein bagi masyarakat.

    “Selamat Hari Nelayan Nasional bagi kita semua. Nelayan adalah garda terdepan dalam menjaga ketahanan pangan bangsa. Laut adalah masa depan kita, dan nelayan adalah penjaganya,” ujar Ibas.

    Dia menekankan bahwa forum diskusi kebangsaan harus mampu melahirkan gagasan yang tidak berhenti di ruang diskusi, tetapi menjadi solusi nyata bagi masyarakat.

    “Kita ingin memastikan bahwa gagasan dalam forum ini tidak berhenti di ruang diskusi, tetapi berkembang menjadi solusi konkret. Sektor kelautan dan perikanan harus tumbuh sebagai ekosistem yang utuh dan mampu memberikan kesejahteraan bagi masyarakat, khususnya nelayan,” tegasnya.

    Tantangan Global dan Kemandirian Nasional

    Ibas juga menyoroti kondisi global yang penuh ketidakpastian, mulai dari krisis pangan, energi, hingga gangguan rantai pasok, yang menuntut Indonesia untuk semakin memperkuat kemandirian nasional.

    “Di tengah dinamika global, konflik, krisis energi, dan disrupsi rantai pasok, kita harus menegaskan kembali pentingnya ketahanan pangan nasional, termasuk dari sektor kelautan,” lanjutnya.

    Menurut lulusan S2 Nanyang Technological University dari Singapura tersebut, konsep ekonomi biru harus diimplementasikan secara nyata sebagai strategi pembangunan yang berkelanjutan dan berpihak pada kesejahteraan rakyat.

    “Ekonomi biru tidak boleh berhenti sebagai konsep. Blue food harus menjadi kekuatan nyata dalam sistem pangan nasional yang kita bangun bersama,” ujarnya.

    Nelayan sebagai Subjek Utama Pembangunan

    Lebih lanjut, lulusan S3 IPB University ini mengingatkan pentingnya menempatkan nelayan sebagai subjek utama pembangunan.

    “Kita tidak boleh meninggalkan masyarakat lokal, para nelayan kita. Mereka harus menjadi aktor utama dalam ekosistem kelautan yang berkelanjutan. Pembangunan sejatinya adalah memperluas kebebasan manusia,” ungkapnya.

    Indonesia memiliki kekayaan hayati laut yang sangat besar, mulai dari ikan tuna, kakap, kerapu, hingga udang dan lobster, serta ekosistem penting seperti terumbu karang, mangrove, dan rumput laut. Selain itu, komoditas bernilai tinggi seperti mutiara dan produk turunan kelautan memiliki potensi besar di pasar global.

    “Potensi kita luar biasa. Tantangannya adalah bagaimana menjaga sekaligus mengelola kekayaan ini secara bijak agar benar-benar meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Wakil Ketua Dewan Penasihat KADIN tersebut.

    Konsistensi Kebijakan dan Tantangan Sektor Kelautan

    Edhie Baskoro juga menyoroti pentingnya kesinambungan kebijakan lintas pemerintahan dalam membangun sektor kelautan nasional. Dia mengapresiasi fondasi kebijakan di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang memperkuat kelembagaan nelayan dan diplomasi maritim, serta arah kebijakan di era Presiden Prabowo Subianto yang mendorong ketahanan pangan berbasis laut dan penguatan investasi sektor perikanan.

    “Pembangunan sektor kelautan adalah proses lintas zaman. Fondasi yang kuat harus terus kita lanjutkan agar memberikan hasil yang berkelanjutan,” ujar Anggota Dapil Jawa Timur VII ini.

    Selain itu, dia menekankan bahwa tantangan sektor kelautan tidak hanya pada produksi, tetapi juga pada distribusi, akses permodalan, teknologi, dan dampak perubahan iklim.

    “Distribusi harus lebih efisien, teknologi harus ditingkatkan, dan keberpihakan anggaran harus benar-benar dirasakan oleh nelayan,” tegasnya.

    Transformasi Industri Perikanan

    Edhie Baskoro juga mendorong transformasi industri perikanan melalui hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing global.

    “Kita tidak boleh hanya menjual hasil laut dalam bentuk mentah. Kita harus masuk ke industri pengolahan agar memiliki nilai tambah dan daya saing di pasar global,” jelasnya.

    Ibas mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama membangun budaya maritim yang kuat, termasuk mendorong konsumsi pangan laut sebagai bagian dari peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

    “Ketika konsumsi pangan laut meningkat, kita tidak hanya memperkuat ekonomi nelayan, tetapi juga meningkatkan kualitas kesehatan dan kecerdasan generasi bangsa,” pungkasnya.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    OJK Terapkan WFH Jumat, Layanan Tetap Lancar

    By adm_imr12 April 20261 Views

    Pupuk Indonesia Perkuat Rantai Pasok melalui SEAFA

    By adm_imr12 April 20261 Views

    Puskesmas, Sekolah, dan Ekonomi Nabire Lumpuh Akibat Demo 7 April

    By adm_imr12 April 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Mengenal Nge-Treat ala Ratu dalam Bahasa Gaul, Ini Tipsnya!

    12 April 2026

    10 Kebiasaan Kecil yang Mengancam Kesetiaan di Kantor

    12 April 2026

    Pesona Pantai Pasir Putih Ina Burak, Keindahan Tersembunyi di Pulau Adonara

    12 April 2026

    Profil Megawati dan Arsela, Ibu Polwan Jadi Pesaing Top Skorer Proliga

    12 April 2026
    Berita Populer

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    Kabupaten Malang 27 Maret 2026

    Kabupaten Malang— Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang tengah menyiapkan perubahan status dua Unit Pelaksana Teknis…

    Karcis Masuk Pantai Pasir Panjang Disorot, Transparansi Retribusi Dipertanyakan

    7 April 2026

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 Februari 2026

    Halal Bihalal Dinkes Kab. Malang, Bupati Sanusi Bahas Puskesmas Resik dan Tunggu Kebijakan WFH

    27 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?