Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Pemantauan Kemampuan Akademik Siswa SMP oleh Dindikpora Bangka

    11 April 2026

    Syahrini Kembali Bernyanyi, Suara Baru Istri Reino Jadi Sorotan di Pernikahan

    11 April 2026

    Liburan Musim Dingin Tanpa Visa: 8 Negara Pilihan

    11 April 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Sabtu, 11 April 2026
    Trending
    • Pemantauan Kemampuan Akademik Siswa SMP oleh Dindikpora Bangka
    • Syahrini Kembali Bernyanyi, Suara Baru Istri Reino Jadi Sorotan di Pernikahan
    • Liburan Musim Dingin Tanpa Visa: 8 Negara Pilihan
    • Hasil Pertandingan FC Bekasi City vs Persekat Tegal: Bekasi City Gagal Lampaui Posisi 3 dan 4 Klasemen
    • Kalender Jawa Selasa Wage 7 April 2026, Tetaplah Pelindung
    • Kantor Polisi Palsu di Kamboja: BBC Terjebak dalam Penipuan Internasional
    • BEI Buka Suara Soal Rahasia Pemegang Saham HSC
    • Parkir Dikaitkan dengan Pajak STNK: Efisien Tapi Berpotensi Merugikan
    • 7 Film 90-an yang Mengharukan dan Bahagia
    • 5 Trik Rambut Rapi Sepanjang Hari Tanpa Gaya Berlebihan
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Ekonomi»Daftar 10 Saham RI di Indeks FTSE: BBCA Sampai DSSA, Ini Performa dan Bobotnya

    Daftar 10 Saham RI di Indeks FTSE: BBCA Sampai DSSA, Ini Performa dan Bobotnya

    adm_imradm_imr9 April 202644 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Kinerja indeks Financial Times Stock Exchange atau FTSE Indonesia masih menunjukkan tekanan dalam jangka pendek. Dalam tiga bulan terakhir, indeks terkoreksi hingga 16%, sementara secara year-to-date (YTD) juga masih melemah. Performa indeks ini mencerminkan belum pulihnya sentimen pasar terhadap saham-saham berkapitalisasi besar dan menengah. Tekanan tersebut tidak hanya bersifat sementara, tetapi juga memperpanjang tren pelemahan dalam horizon yang lebih panjang.

    Secara tahunan hingga multi-tahun, imbal hasil indeks masih mencatatkan kinerja negatif, yang menggambarkan volatilitas tinggi sekaligus belum stabilnya arah pergerakan pasar. Dalam 12 bulan terakhir, return tercatat minus 4%, memperpanjang tren koreksi yang terjadi sebelumnya. Lebih jauh, kinerja indeks FTSE Indonesia juga terlihat belum stabil dalam jangka menengah hingga panjang. Dalam tiga tahun terakhir, return kumulatif mencapai minus 24,2%, dengan imbal hasil tahunan minus 8,8%. Bahkan dalam horizon lima tahun, return masih berada di zona negatif sebesar 7,4%.

    Berikut performa dan volatilitas indeks FTSE Indonesia (Total Return):

    IndikatorFTSE Indonesia (%)FTSE Indonesia USD Net Tax (%)
    3M-16,0-16,2
    6M-11,1-11,5
    YTD-16,0-16,2
    12M-4,0-5,2
    3YR-24,2-26,4
    5YR-7,4-11,4
    Return pa 3YR-8,8-9,7
    Return pa 5YR-1,5-2,4
    Vol 1YR23,723,7
    Vol 3YR19,919,8
    Vol 5YR18,318,4

    Indeks FTSE Indonesia merupakan indeks berbasis kapitalisasi pasar yang mencerminkan kinerja saham-saham berkapitalisasi besar dan menengah di Indonesia, yang menjadi bagian dari Indeks FTSE All-World. Indeks ini disusun mengacu pada FTSE Global Equity Index Series (GEIS), yang mencakup sekitar 99% dari total kapitalisasi pasar global yang dapat diinvestasikan.

    Jika ditarik lebih panjang, performa tahunan indeks juga menunjukkan fluktuasi yang cukup tajam. Setelah mencatatkan kinerja positif pada periode 2016–2017, indeks sempat tertekan pada 2018 dan kembali pulih di 2019. Namun, sejak pandemi dan periode setelahnya, pola pergerakan cenderung tidak konsisten hingga kembali terkoreksi dalam dua tahun terakhir.

    Berikut Year-on-Year Performa (Total Return):

    TahunFTSE Indonesia (%)FTSE Indonesia USD Net Tax (%)
    201622,321,7
    201725,725,1
    2018-7,1-7,6
    201910,710,1
    2020-6,4-7,1
    20211,91,4
    20224,84,1
    20239,18,1
    2024-12,1-13,0
    2025-0,1-1,2

    Di sisi lain, struktur indeks FTSE Indonesia masih ditopang kuat oleh saham perbankan besar. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) memimpin dengan bobot 18,81%. Disusul oleh bank pelat merah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) yang masuk dalam tiga besar dengan bobot masing-masing 13,07% dan 12,16%.

    Berikut daftar perusahaan yang menjadi konstituen indeks:

    NoPerusahaanSektorNet MCap (USD juta)Bobot (%)
    1PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)Perbankan18.62918,81
    2PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI)Perbankan12.94813,07
    3PT Bank Mandiri Tbk (BMRI)Perbankan12.04212,16
    4PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM)Telekomunikasi7.8417,92
    5PT Astra International Tbk (ASII)Otomotif7.4177,49
    6PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA)Energi (Batu Bara)4.7624,81
    7PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN)Pertambangan3.4973,53
    8PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI)Perbankan2.6652,69
    9PT United Tractors Tbk (UNTR)Alat Berat & Tambang2.5812,61
    10PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO)Teknologi2.3482,37

    Selain itu, jika dilihat dari sektornya, sektor keuangan menyumbang bobot terbesar mencapai 47,13%. Di posisi berikutnya, sektor bahan baku mencatatkan bobot 12,62%, sektor telekomunikasi 10,64%, sementara sektor energi dan konsumer masing-masing berkontribusi di kisaran 7%–8%.

    Berikut rincian sektor dalam indeks:

    Kode ICBIndustriJumlah EmitenNet MCap (USD juta)Bobot (%)
    10Teknologi12.3482,37
    15Telekomunikasi610.54510,64
    20Kesehatan11.0581,07
    30Keuangan546.69247,13
    35Properti11470,15
    40Konsumer Diskresioner28.1648,24
    45Konsumer Primer77.5017,57
    50Industri41.3131,33
    55Bahan Baku712.49712,62
    60Energi47.8357,91
    65Utilitas19620,97
    Total3999.061100,00

    Secara keseluruhan, karakteristik indeks FTSE Indonesia menunjukkan dominasi saham berkapitalisasi besar. Indeks ini terdiri dari 39 emiten dengan total kapitalisasi pasar mencapai US$ 99,06 miliar, serta menawarkan dividend yield sebesar 6,17%. Rata-rata kapitalisasi pasar berada di kisaran US$ 2,54 miliar, dengan median hanya US$ 981 juta. Sementara itu, emiten terbesar memiliki kapitalisasi hingga US$ 18,62 miliar, sedangkan yang terkecil hanya sekitar US$ 147 juta. Tingkat konsentrasi indeks juga cukup tinggi. Bobot konstituen terbesar mencapai 18,81% yang dipegang oleh PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Bahkan, sepuluh saham terbesar menguasai 75,44% dari total kapitalisasi indeks.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    BEI Buka Suara Soal Rahasia Pemegang Saham HSC

    By adm_imr11 April 20265 Views

    4 Sektor Investasi yang Kuat Menghadapi Krisis Global

    By adm_imr11 April 20260 Views

    Pameran Karier ITB 2026 Dibuka Umum, Ini Jadwal dan Aktivitasnya!

    By adm_imr11 April 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Pemantauan Kemampuan Akademik Siswa SMP oleh Dindikpora Bangka

    11 April 2026

    Syahrini Kembali Bernyanyi, Suara Baru Istri Reino Jadi Sorotan di Pernikahan

    11 April 2026

    Liburan Musim Dingin Tanpa Visa: 8 Negara Pilihan

    11 April 2026

    Hasil Pertandingan FC Bekasi City vs Persekat Tegal: Bekasi City Gagal Lampaui Posisi 3 dan 4 Klasemen

    11 April 2026
    Berita Populer

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    Kabupaten Malang 27 Maret 2026

    Kabupaten Malang— Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang tengah menyiapkan perubahan status dua Unit Pelaksana Teknis…

    Karcis Masuk Pantai Pasir Panjang Disorot, Transparansi Retribusi Dipertanyakan

    7 April 2026

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 Februari 2026

    Halal Bihalal Dinkes Kab. Malang, Bupati Sanusi Bahas Puskesmas Resik dan Tunggu Kebijakan WFH

    27 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?