Pulau Lemukutan, Destinasi Wisata yang Menarik Minat Pengelola Penginapan
Pulau Lemukutan di Kalimantan Barat kini menjadi salah satu destinasi wisata favorit yang menarik perhatian banyak pengunjung. Salah satu aspek yang membuat pulau ini diminati adalah keindahan alamnya yang masih terjaga, termasuk pantai yang bersih dan bebatuan karang yang menarik. Selain itu, jumlah penginapan seperti vila dan homestay juga semakin meningkat, memberikan kemudahan bagi para wisatawan.
Tarif sewa penginapan di Pulau Lemukutan bervariasi tergantung pada fasilitas yang disediakan. Saat musim libur, harga sewa mencapai 300 ribu Rupiah per malam. Hal ini menunjukkan bahwa permintaan penginapan sangat tinggi selama masa liburan.
Salah satu pengelola vila di Pulau Lemukutan adalah Munjili, warga Kota Singkawang yang mengelola sejumlah vila bersama saudaranya. Ia membangun lebih dari 10 kamar vila sejak dua tahun terakhir. Meskipun ia tinggal di Singkawang, Munjili sering kali datang untuk memantau usaha penginapan tersebut ketika ada waktu senggang.
Munjili menjelaskan bahwa pengelolaan vila dilakukan secara bersama dengan saudaranya yang tinggal di Pulau Lemukutan. Sementara ia hanya sesekali memantau operasional penginapan tersebut. Ia mengatakan bahwa ia mulai memiliki lahan di Pulau Lemukutan sejak 2012 silam dan melihat perkembangan pariwisata di sana sangat pesat.
“Sejak saya memiliki lahan di Pulau ini sekitar 2012 silam, perkembangan wisata di Pulau ini kian menunjukkan kemajuan pesat. Menurut saya, ketika musim libur selalu ramai pengunjung yang datang,” ujar Munjili.
Menurutnya, geliat pariwisata berkembang dengan ditandai oleh banyaknya warga yang membangun vila dan homestay untuk dijadikan penginapan. Terutama dalam lima tahun terakhir, pariwisata di sini semakin berkembang.
“Pertama karena pantainya masih bagus, bebatuan karang segala macam. Kemudian, apalagi sekarang itu sudah banyak bangunan-bangunan vila untuk penginapan. Itu memang banyak, sudah sampai ke Melanau, kemana-mana ada penginapan. Sudah banyak sekali warga yang membuat penginapan, sehingga pengunjung pun mudah,” jelas Munjili.
Musim libur lebaran dan hari-hari besar keagamaan kerap menyedot jumlah wisatawan yang ramai. Termasuk hari libur akhir pekan dan musim libur sekolah. Menurut Munjili, saat lebaran keempat dan kelima biasanya ribuan pengunjung datang hingga membuat penginapan penuh.
“Kalau semua penginapan bisa full semua penginapan itu. Itu banyak, bisa beribu. Sekali jalan kapal itu bisa bawa 100 orang ada. Satu kapal bisa berangkat 3 kali sampai 4 kali sehari,” tambahnya.
Selain lebaran, musim libur tahun baru dan Natal juga ramai. Bulan Juli, yang merupakan masa liburan sekolah, juga menjadi momen yang ramai.
“Pengunjung itu kan macam-macam, ada dari Sambas, Singkawang, Bengkayang, Sintang. Dari Sintang ada. Kalau wisatawan dari luar Kalbar biasanya ada. Dari luar Kalbar ada tapi masih kurang, paling banyak memang Kalbar,” ungkap Munjili.







